Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pakistan Gerak Cepat Damaikan Perang Iran, Jamu Saudi-Turkiye-Mesir

Kompas.com, 28 Maret 2026, 18:24 WIB
Aditya Jaya Iswara

Penulis

Sumber AFP

ISLAMABAD, KOMPAS.com - Pakistan akan menjamu delegasi Arab Saudi, Turkiye, dan Mesir untuk membahas perdamaian perang Iran yang berkecamuk setelah serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Islamabad menyatakan siap menjadi tuan rumah pertemuan penting para menteri luar negeri dari sejumlah negara Timur Tengah.

Kementerian Luar Negeri Pakistan menyatakan, diplomat senior dari Arab Saudi, Mesir, dan Turkiye dijadwalkan tiba di Islamabad pada Minggu (29/3/2026) dan Senin (30/3/2026).

Baca juga: Turuti Pakistan, Israel Hapus Menlu dan Ketua Parlemen Iran dari Daftar Target

Pertemuan itu akan membahas diskusi mendalam tentang berbagai isu, termasuk upaya untuk meredakan ketegangan di kawasan.

Para menteri luar negeri tersebut akan disambut oleh Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar, dan dijadwalkan pula bertemu Perdana Menteri Shehbaz Sharif.

Pemerintah Mesir telah mengonfirmasi keikutsertaan dalam pembicaraan tersebut.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Turkiye Hakan Fidan sebelumnya mengatakan, pertemuan tersebut semula direncanakan digelar di Turkiye.

Di sisi lain, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengungkapkan bahwa dirinya melakukan pembicaraan telepon intensif dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Sabtu (28/3/2026).

“Saya melakukan percakapan telepon mendalam dengan saudara saya Presiden Masoud Pezeshkian dari Iran hari ini (Sabtu), yang berlangsung lebih dari satu jam,” tulis Sharif melalui platform X, dikutip dari kantor berita AFP.

Baca juga: Misteri Kapal Pakistan Bisa Tembus Selat Hormuz Saat Jalur Diblokade

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif (kiri) bersama Putera Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (kanan) usai menandatangani pakta pertahanan di Riyadh, Rabu (17/9/2025)SAUDI PRESS AGENCY Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif (kiri) bersama Putera Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (kanan) usai menandatangani pakta pertahanan di Riyadh, Rabu (17/9/2025)
Dalam percakapan tersebut, Sharif menegaskan sikap Pakistan terhadap konflik yang terjadi.

“Saya menegaskan kembali kecaman keras Pakistan terhadap serangan Israel yang terus berlanjut terhadap Iran, termasuk serangan baru-baru ini terhadap infrastruktur sipil, dan menyampaikan solidaritas Pakistan kepada rakyat Iran yang berani,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan belasungkawa atas korban jiwa akibat konflik tersebut.

“Saya menyampaikan belasungkawa atas kehilangan nyawa yang tragis dan mendoakan kesembuhan cepat bagi yang terluka dan mengungsi,” lanjutnya.

Selain itu, Sharif menekankan bahwa Pakistan aktif melakukan upaya diplomatik.

“Saya memberitahukan kepadanya tentang upaya diplomatik Pakistan yang sedang berlangsung—melibatkan Amerika Serikat dan negara-negara Teluk dan Islam yang bersaudara—untuk memfasilitasi dialog dan deeskalasi,” kata dia.

Halaman:

Terkini Lainnya
Irak Mendadak 'Lupa Perang' Usai Lolos Piala Dunia, Ukir Sejarah 40 Tahun
Irak Mendadak "Lupa Perang" Usai Lolos Piala Dunia, Ukir Sejarah 40 Tahun
Internasional
Tunggu Serangan Darat AS, Menlu Iran: Mereka Tak Akan Berani
Tunggu Serangan Darat AS, Menlu Iran: Mereka Tak Akan Berani
Internasional
Houthi Tembakkan Rudal ke Israel, Klaim Serangan Gabungan dengan Iran-Hizbullah
Houthi Tembakkan Rudal ke Israel, Klaim Serangan Gabungan dengan Iran-Hizbullah
Internasional
Paus Leo XIV Desak Trump Cari Jalan Keluar Perang di Iran
Paus Leo XIV Desak Trump Cari Jalan Keluar Perang di Iran
Internasional
Spesifikasi USS George HW Bush yang Dikirim AS ke Timur Tengah
Spesifikasi USS George HW Bush yang Dikirim AS ke Timur Tengah
Internasional
Iran Tembaki Kapal Tanker Qatar, 1 Rudal 'Nyangkut' di Ruang Mesin
Iran Tembaki Kapal Tanker Qatar, 1 Rudal "Nyangkut" di Ruang Mesin
Internasional
Trump Ngamuk Perancis Blokir Pesawat AS ke Israel: Kami Akan Mengingatnya
Trump Ngamuk Perancis Blokir Pesawat AS ke Israel: Kami Akan Mengingatnya
Internasional
Iran Akui Jalin Kontak dengan AS, tapi Bantah Ada Negosiasi
Iran Akui Jalin Kontak dengan AS, tapi Bantah Ada Negosiasi
Internasional
China Mulai Terdampak Perang Iran, Bisa Picu Risiko Besar
China Mulai Terdampak Perang Iran, Bisa Picu Risiko Besar
Internasional
Berbalik Arah, Uni Emirat Arab Siap Ikut AS Lawan Iran demi Buka Selat Hormuz
Berbalik Arah, Uni Emirat Arab Siap Ikut AS Lawan Iran demi Buka Selat Hormuz
Internasional
Warga AS Ikut Tanggung Dampak Perang, Marah Harga BBM yang Meroket
Warga AS Ikut Tanggung Dampak Perang, Marah Harga BBM yang Meroket
Internasional
Trump Akan Tinggalkan Perang Iran meski Tanpa Kesepakatan, Abaikan Masalah Selat Hormuz
Trump Akan Tinggalkan Perang Iran meski Tanpa Kesepakatan, Abaikan Masalah Selat Hormuz
Internasional
Dewan Sains Trump Diisi Para Miliarder Rp 15.000 Triliun, Mengapa Ilmuwan Akademik Tersingkir?
Dewan Sains Trump Diisi Para Miliarder Rp 15.000 Triliun, Mengapa Ilmuwan Akademik Tersingkir?
Internasional
Mengapa Selat Hormuz Sulit Direbut dari Iran?
Mengapa Selat Hormuz Sulit Direbut dari Iran?
Internasional
Israel Dilaporkan Tak Akan Bantu Invasi Darat AS di Iran
Israel Dilaporkan Tak Akan Bantu Invasi Darat AS di Iran
Internasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau
Pakistan Gerak Cepat Damaikan Perang Iran, Jamu Saudi-Turkiye-Mesir
Akses penuh arsip ini tersedia di aplikasi KOMPAS.com atau dengan Membership KOMPAS.com Plus.
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Unduh KOMPAS.com App untuk berita terkini, akurat, dan terpercaya setiap saat