Editor
KOMPAS.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan dini terkait kondisi iklim di wilayah Jawa Timur sepanjang tahun ini. Sebagian besar wilayah Jawa Timur diprediksi akan mengalami musim kemarau lebih awal dan memiliki sifat yang lebih kering dibandingkan kondisi normal pada 2026.
Penyebab kondisi ekstrem ini diperkirakan terjadi akibat perubahan dinamika atmosfer dan laut global yang mulai berlangsung pada pertengahan tahun.
Fenomena El Nino diprediksi memiliki peluang kemunculan sekitar 50 hingga 60 persen pada pertengahan hingga akhir 2026, yang memicu penurunan curah hujan secara signifikan di Indonesia.
Baca juga: Musim Kemarau 2026 Mulai Bulan Apa? Berikut Awal dan Puncaknya
Berdasarkan catatan BMKG, sebanyak 56,9 persen wilayah Jawa Timur diperkirakan mulai memasuki musim kemarau pada Mei 2026. Namun, beberapa wilayah diprediksi sudah mengalami masa transisi lebih cepat.
BMKG juga memperkirakan puncak musim kemarau di Jawa Timur akan terjadi pada Agustus 2026, yang mencakup sekitar 53 zona musim atau 71,6 persen dari total wilayah di Jawa Timur.
Kondisi musim kemarau tahun ini diprediksi tidak hanya datang lebih cepat, tetapi juga lebih kering. Sekitar 75 persen wilayah Jawa Timur diperkirakan akan memiliki sifat hujan di bawah normal.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda, Taufiq Hermawan, mengingatkan masyarakat dan pemerintah daerah untuk segera melakukan langkah antisipasi guna meminimalisir dampak yang mungkin muncul, seperti krisis air bersih dan risiko kebakaran lahan.
“Masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak kondisi cuaca di Jawa Timur, termasuk kemungkinan kekeringan pada musim kemarau apabila curah hujan berkurang,” ujar Taufiq, dikutip dari akun Instagram @infobmkgjuanda, Selasa (10/3/2026).
Jika fenomena El Nino benar-benar menguat, dampaknya akan meluas ke berbagai sektor, mulai dari gagal panen di sektor pertanian hingga berkurangnya pasokan air bersih bagi warga.
Baca juga: 13 Wilayah Jawa Tengah yang Masuk Musim Kemarau Mulai April 2026, Mana Saja?
BMKG menggunakan pembagian waktu dasarian (rentang 10 hari) untuk memantau pergeseran musim. Berikut adalah daftar kecamatan di Jawa Timur yang diprediksi masuk musim kemarau pada April 2026:
Bangkalan
Banyuwangi
Blitar
Baca juga: BMKG: Musim Kemarau di Sumsel Diprediksi Berlangsung Mulai Mei 2026
Bojonegoro
Bondowoso