Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ahli IPB Beri Tips Makan Sajian Bersantan Saat Lebaran, Ada Plus Minusnya

Kompas.com, 21 Maret 2026, 15:00 WIB
Inten Esti Pratiwi

Penulis

KOMPAS.com - Hidangan khas Lebaran umumnya memakai santan sebagai bahan utama. Beberapa contohnya yakni opor ayam, rendang, gulai, hingga lontong sayur yang banyak digemari.

Saat Hari Raya, banyak orang memanfaatkan momen tersebut untuk menikmati berbagai makanan khas Lebaran dalam jumlah lebih besar, setelah sebelumnya menahan pola makan selama sebulan penuh saat berpuasa.

Namun demikian, konsumsi santan juga memiliki potensi efek samping bagi kesehatan, terutama bagi individu yang memiliki kondisi tertentu seperti kolesterol tinggi dan hipertensi.

Karena itu, Muslim dianjurkan untuk lebih bijak dalam mengonsumsi makanan bersantan agar terhindar dari gangguan kesehatan.

Lalu, bagaimana cara aman menyantap hidangan bersantan saat Lebaran?

Baca juga: Pakar Gizi Ingatkan Bahaya di Balik Opor dan Sambal Goreng Ati, Penderita Asam Urat Harus Waspada

Tips mengonsumsi sajian bersantan

Dilansir dari Kompas.com (25/3/2025), ahli gizi Institut Pertanian Bandung, Ali Khomsan, menjelaskan mengenai efek mengonsumsi santan saat Lebaran.

"Makanan bersantan atau berlemak menjadi menu khas Lebaran. Bagi orang yang sehat, konsumsi makanan tersebut selama lebaran tidak menimbulkan masalah kesehatan. Namun, bagi penderita kolesterol, gula darah, dan hipertensi harus tetap berhati-hati," jelas Ali.

Ali menyarankan agar semua orang mengonsumsi santan dengan porsi sewajarnya dan tidak berlebihan, baik untuk orang yang sehat maupun penderita kolesterol.

Selain itu, Ali mengimbau untuk mengonsumsi buah sebelum makan besar agar keinginan makan bersantan menjadi sedikit berkurang.

"Pada dasarnya, makanan yang disajikan saat Lebaran adalah sehat dan bahkan bergizi. Meskipun kadang-kadang ada yang kurang tersaji, yaitu sayuran. Oleh karena itu, menyediakan buah saat Lebaran dapat menggantikan peran sayur yang minim tersaji saat Idul Fitri," ujarnya.

Lebih lanjut, Ali menjelaskan mengenai kandungan santan yang perlu diwaspadai penderita kolesterol.

"Santan mengandung lemak sekitar 24 persen, sehingga ini yang perlu diwaspadai oleh penderita kolesterol," kata Ali.

Ali juga menjelaskan, tidak ada tips khusus dalam memasak sajian berbahan santan. Sajian bersantan cukup dihangatkan pada malam hari agar tidak basi.

Baca juga: Waspada Campak di Periode Lebaran, Penularan Mudah Terjadi di Kerumunan

Plus minus santan

Ilustrasi santan, susu kelapa. Shutterstock/Sea Wave Ilustrasi santan, susu kelapa.
Meski memiliki sejumlah efek samping, santan juga menyimpan manfaat bagi kesehatan. Berikut rinciannya.

1. Kontrol gula darah menjadi lebih baik

Kombinasi nutrisi dalam santan, bersama protein dan serat dari makanan, dapat membantu menjaga kestabilan kadar gula darah.

Halaman:


Terkini Lainnya
Lengkap! Jadwal KA Bias Madiun-Solo April 2026, Ini Harga Tiketnya
Lengkap! Jadwal KA Bias Madiun-Solo April 2026, Ini Harga Tiketnya
Jawa Tengah
Deretan Prank April Mop Paling Ikonik di Dunia, dari Panen Spageti hingga Burger Kidal
Deretan Prank April Mop Paling Ikonik di Dunia, dari Panen Spageti hingga Burger Kidal
Sumatera Selatan
Kenapa Ada April Mop Setiap 1 April? Ini Sejarah dan Tragedi Lucu di Baliknya
Kenapa Ada April Mop Setiap 1 April? Ini Sejarah dan Tragedi Lucu di Baliknya
Jawa Timur
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina di Pulau Sumatera dan Kepulauan Sekitarnya per 1 April 2026
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina di Pulau Sumatera dan Kepulauan Sekitarnya per 1 April 2026
Sumatera Barat
Overthinking Sebelum Tidur, Mengapa Otak Lebih Berisik di Malam Hari? Ini Kata Psikolog
Overthinking Sebelum Tidur, Mengapa Otak Lebih Berisik di Malam Hari? Ini Kata Psikolog
Banten
Harga Emas Hari Ini 1 April 2026 di Pegadaian Kompak Naik, Simak Daftar Terbaru di Awal Bulan
Harga Emas Hari Ini 1 April 2026 di Pegadaian Kompak Naik, Simak Daftar Terbaru di Awal Bulan
Kalimantan Barat
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina di Jawa Barat per 1 April 2026
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina di Jawa Barat per 1 April 2026
Jawa Barat
Promo Alfamart Hari Ini 1 April 2026, Ada Diskon 60 Persen di Tebus Suka Suka
Promo Alfamart Hari Ini 1 April 2026, Ada Diskon 60 Persen di Tebus Suka Suka
Jawa Tengah
Harga BBM Pertamina per 1 April 2026 di Sulsel, Ini Daftar Lengkapnya
Harga BBM Pertamina per 1 April 2026 di Sulsel, Ini Daftar Lengkapnya
Sulawesi Selatan
Harga Emas Antam Hari Ini 1 April 2026 Naik Rp 75.000 per Gram, Cek Daftar Lengkapnya di Awal Bulan
Harga Emas Antam Hari Ini 1 April 2026 Naik Rp 75.000 per Gram, Cek Daftar Lengkapnya di Awal Bulan
Kalimantan Barat
Promo Indomaret Hari Ini 1 April 2026, Ada Tebus Murah Hemat 50 Persen
Promo Indomaret Hari Ini 1 April 2026, Ada Tebus Murah Hemat 50 Persen
Jawa Tengah
Promo FamilyMart Hari Ini, Bayar Suka-Suka untuk FamiCafé Beverage Regular
Promo FamilyMart Hari Ini, Bayar Suka-Suka untuk FamiCafé Beverage Regular
Jawa Barat
Daftar Harga BBM Pertamina per 1 April 2026 di Jawa Timur
Daftar Harga BBM Pertamina per 1 April 2026 di Jawa Timur
Jawa Timur
Tarif Listrik Subsidi dan Non-Subsidi per 1 April 2026, Ada Kenaikan?
Tarif Listrik Subsidi dan Non-Subsidi per 1 April 2026, Ada Kenaikan?
Kalimantan Barat
Cuaca Ekstrem Picu Puting Beliung dan Longsor di Bekasi: 27 Rumah Rusak dan Warga Mengungsi
Cuaca Ekstrem Picu Puting Beliung dan Longsor di Bekasi: 27 Rumah Rusak dan Warga Mengungsi
Jawa Barat
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Komentar
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau