Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kebakaran Hutan di Riau Meluas, Petugas Temukan Harimau Sumatera di Lokasi Pemadaman

Kompas.com, 11 Maret 2026, 16:15 WIB
Wahyu Wachid Anshory

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mengerahkan Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan Manggala Agni untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Provinsi Riau dan Kepulauan Riau.

Upaya ini dilakukan di beberapa titik yang bahkan berada di kawasan habitat Harimau Sumatera.

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera Kemenhut Ferdian Krisnanto mengatakan tim di lapangan menghadapi berbagai tantangan saat melakukan pemadaman, mulai dari kondisi cuaca panas hingga faktor keamanan di kawasan hutan.

"Tantangan saat ini sebagian besar kawan-kawan melaksanakan ibadah puasa, sehingga perlu menjaga kondisi tetap fit dan aman dalam bekerja. Kendala yang ada selain kondisi cuaca sangat panas, juga faktor keamanan. Tadi malam di sekitar lokasi pemadaman di Pulau Muda, Pelalawan, ditemukan satu Harimau Sumatera, kondisi ini tentunya menjadi kewaspadaan dari semua anggota untuk menjaga keselamatan selama bekerja, SOP keselamatan kerja harus dikerjakan dengan disiplin," kata Ferdian dalam keterangannya, Rabu (11/3/2026) dikutip dari Antara.

Baca juga: Tim Manggala Agni Bertaruh Nyawa, Padamkan Karhutla di Sarang Harimau Sumatera di Riau

Mengapa pemadaman karhutla menghadapi tantangan besar?

Menurut Ferdian, kondisi di lapangan tidak hanya dipengaruhi oleh faktor cuaca yang panas dan lahan gambut yang mudah terbakar, tetapi juga keberadaan satwa liar yang hidup di kawasan hutan tersebut.

Saat melakukan pemadaman di wilayah Pulau Muda, Kabupaten Pelalawan, tim Manggala Agni bahkan sempat berhadapan dengan seekor Harimau Sumatera yang diketahui berada di sekitar lokasi kebakaran.

Situasi tersebut membuat petugas harus meningkatkan kewaspadaan agar proses pemadaman tetap berjalan tanpa mengancam keselamatan petugas maupun satwa liar yang hidup di kawasan tersebut.

Untuk mengantisipasi potensi konflik antara manusia dan satwa liar, Kemenhut juga telah berkoordinasi dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau guna menangani keberadaan Harimau Sumatera di sekitar lokasi karhutla.

Baca juga: Karhutla Membara di Pelalawan Riau, Sebagian Petugas Tetap Puasa Saat Berjibaku Lawan Api

Di wilayah mana saja karhutla terjadi?

Petugas Manggala Agni Rengat memadamkan api karhutla di Desa Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Riau, Rabu (11/3/2026).KOMPAS.COM/Dok. Manggala Agni Rengat. Petugas Manggala Agni Rengat memadamkan api karhutla di Desa Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Riau, Rabu (11/3/2026).

Hingga Selasa (10/3/2026), Manggala Agni bersama tim gabungan terus berjibaku mengendalikan api agar tidak meluas ke kawasan lain.

Upaya pemadaman dilakukan secara terpadu di beberapa wilayah yang menjadi titik kebakaran. Beberapa daerah yang dilaporkan mengalami karhutla antara lain:

  • Kabupaten Kampar, tepatnya di Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang
  • Kabupaten Bengkalis di Desa Sukarjo Mesim dan Desa Teluk Lecah, Kecamatan Rupat
  • Desa Tanjung Leban, Kecamatan Bandar Laksamana, Kabupaten Bengkalis
  • Kabupaten Indragiri Hilir di Desa Tanjung Pidada, Kecamatan Tempuling
  • Kabupaten Pelalawan di Desa Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti
  • Kota Batam, Kepulauan Riau di Kelurahan Rempang Cate, Kecamatan Galang

Petugas di lapangan terus melakukan pemadaman serta upaya pencegahan agar kebakaran tidak semakin meluas ke wilayah lain yang berdekatan.

Baca juga: BMKG Sebut Kemarau di Kalteng Mulai Akhir Mei 2026, Waspada Kekeringan dan Karhutla

Seberapa luas kebakaran hutan yang terjadi?

Berdasarkan analisis citra satelit Kementerian Kehutanan, luas kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau pada periode Januari hingga Februari 2026 mencapai sekitar 4.400 hektare.

Dari total luas tersebut, sekitar 94 persen kebakaran terjadi di lahan gambut yang dikenal sangat mudah terbakar dan sulit dipadamkan.

Dua wilayah yang tercatat memiliki luas kebakaran terbesar adalah Kabupaten Pelalawan dan Kabupaten Bengkalis.

Sementara itu, di Provinsi Kepulauan Riau luas kebakaran hutan dan lahan tercatat mencapai sekitar 1.162,52 hektare.

"Kabupaten Pelalawan dan Bengkalis saat ini menjadi fokus kita untuk pemadaman dan pencegahan. Seluruh tim di lapangan terus bekerja secara intensif untuk mengendalikan situasi serta mencegah potensi perluasan karhutla," kata Ferdian.

Baca juga: Kabareskrim Polri di Pekanbaru: Tak Ada Alasan Tidak Sengaja, Pelaku Karhutla Tindak Tegas!

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Lengkap! Jadwal KA Bias Madiun-Solo April 2026, Ini Harga Tiketnya
Lengkap! Jadwal KA Bias Madiun-Solo April 2026, Ini Harga Tiketnya
Jawa Tengah
Deretan Prank April Mop Paling Ikonik di Dunia, dari Panen Spageti hingga Burger Kidal
Deretan Prank April Mop Paling Ikonik di Dunia, dari Panen Spageti hingga Burger Kidal
Sumatera Selatan
Kenapa Ada April Mop Setiap 1 April? Ini Sejarah dan Tragedi Lucu di Baliknya
Kenapa Ada April Mop Setiap 1 April? Ini Sejarah dan Tragedi Lucu di Baliknya
Jawa Timur
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina di Pulau Sumatera dan Kepulauan Sekitarnya per 1 April 2026
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina di Pulau Sumatera dan Kepulauan Sekitarnya per 1 April 2026
Sumatera Barat
Overthinking Sebelum Tidur, Mengapa Otak Lebih Berisik di Malam Hari? Ini Kata Psikolog
Overthinking Sebelum Tidur, Mengapa Otak Lebih Berisik di Malam Hari? Ini Kata Psikolog
Banten
Harga Emas Hari Ini 1 April 2026 di Pegadaian Kompak Naik, Simak Daftar Terbaru di Awal Bulan
Harga Emas Hari Ini 1 April 2026 di Pegadaian Kompak Naik, Simak Daftar Terbaru di Awal Bulan
Kalimantan Barat
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina di Jawa Barat per 1 April 2026
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina di Jawa Barat per 1 April 2026
Jawa Barat
Promo Alfamart Hari Ini 1 April 2026, Ada Diskon 60 Persen di Tebus Suka Suka
Promo Alfamart Hari Ini 1 April 2026, Ada Diskon 60 Persen di Tebus Suka Suka
Jawa Tengah
Harga BBM Pertamina per 1 April 2026 di Sulsel, Ini Daftar Lengkapnya
Harga BBM Pertamina per 1 April 2026 di Sulsel, Ini Daftar Lengkapnya
Sulawesi Selatan
Harga Emas Antam Hari Ini 1 April 2026 Naik Rp 75.000 per Gram, Cek Daftar Lengkapnya di Awal Bulan
Harga Emas Antam Hari Ini 1 April 2026 Naik Rp 75.000 per Gram, Cek Daftar Lengkapnya di Awal Bulan
Kalimantan Barat
Promo Indomaret Hari Ini 1 April 2026, Ada Tebus Murah Hemat 50 Persen
Promo Indomaret Hari Ini 1 April 2026, Ada Tebus Murah Hemat 50 Persen
Jawa Tengah
Promo FamilyMart Hari Ini, Bayar Suka-Suka untuk FamiCafé Beverage Regular
Promo FamilyMart Hari Ini, Bayar Suka-Suka untuk FamiCafé Beverage Regular
Jawa Barat
Daftar Harga BBM Pertamina per 1 April 2026 di Jawa Timur
Daftar Harga BBM Pertamina per 1 April 2026 di Jawa Timur
Jawa Timur
Tarif Listrik Subsidi dan Non-Subsidi per 1 April 2026, Ada Kenaikan?
Tarif Listrik Subsidi dan Non-Subsidi per 1 April 2026, Ada Kenaikan?
Kalimantan Barat
Cuaca Ekstrem Picu Puting Beliung dan Longsor di Bekasi: 27 Rumah Rusak dan Warga Mengungsi
Cuaca Ekstrem Picu Puting Beliung dan Longsor di Bekasi: 27 Rumah Rusak dan Warga Mengungsi
Jawa Barat
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Komentar
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau