Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

BMKG Temukan 143 Hotspot di Riau, Karhutla Mengancam Sejumlah Wilayah

Kompas.com, 16 Maret 2026, 15:45 WIB
Wahyu Wachid Anshory

Editor

KOMPAS.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mendeteksi ratusan titik panas di wilayah Provinsi Riau. Berdasarkan pembaruan data terbaru, jumlah hotspot yang terpantau mencapai 143 titik yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota.

Kondisi ini menjadi perhatian serius karena kemunculan titik panas sering kali berkaitan dengan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Apalagi sejumlah wilayah di Riau dilaporkan telah mengalami kebakaran dalam beberapa hari terakhir.

Prakirawan BMKG Stasiun Pekanbaru Bella R. Adelia mengatakan bahwa jumlah titik panas tersebut diperoleh dari hasil pemantauan satelit yang dilakukan secara berkala.

"Jumlah tersebut berdasarkan pembaruan data hingga Sabtu (14/3/2026) pukul 23.00 WIB," kata Bella dalam keterangan di Pekanbaru, Minggu (15/3/2026) dikutip dari Antara.

Baca juga: Karhutla di Dumai Berhasil Dikendalikan, Polisi Kini Fokus Tahap Pendinginan

Di Kabupaten Mana Saja Titik Panas Terdeteksi?

Berdasarkan data BMKG, titik panas tersebar di sejumlah wilayah di Provinsi Riau dengan jumlah yang bervariasi. Kabupaten Pelalawan menjadi daerah dengan jumlah titik panas terbanyak.

Berikut sebaran titik panas yang terdeteksi di Riau:

  • Kabupaten Pelalawan: 49 titik
  • Kabupaten Bengkalis: 37 titik
  • Kabupaten Rokan Hilir: 27 titik
  • Kota Dumai: 14 titik
  • Kepulauan Meranti: 9 titik
  • Kabupaten Siak: 3 titik
  • Kabupaten Indragiri Hilir: 1 titik
  • Kabupaten Kampar: 1 titik

Banyaknya titik panas tersebut menunjukkan adanya peningkatan potensi kebakaran hutan dan lahan di sejumlah daerah.

Karena itu, berbagai pihak diminta untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di wilayah yang memiliki jumlah hotspot cukup tinggi.

Baca juga: Karhutla di Medang Kampai Dumai Meluas, 40 Hektar Lahan Hangus

Bagaimana Kondisi Jarak Pandang di Riau?

Selain mendeteksi titik panas, BMKG juga memantau kondisi jarak pandang di beberapa wilayah di Provinsi Riau. Pada Minggu pagi, jarak pandang di sejumlah daerah dilaporkan mengalami penurunan akibat kondisi udara yang tampak kabur.

Di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, jarak pandang terpantau sekitar empat kilometer. Kondisi serupa juga terjadi di Bandara Japura, Kabupaten Indragiri Hulu, dengan jarak pandang yang juga tercatat empat kilometer.

Sementara itu, jarak pandang di Kabupaten Pelalawan mencapai enam kilometer dan di Kabupaten Kampar sekitar tujuh kilometer.

Kondisi jarak pandang yang menurun ini sering kali menjadi indikator adanya partikel asap di udara yang dapat memengaruhi aktivitas transportasi, terutama penerbangan.

Baca juga: Karhutla di Pelalawan Meluas, Api Digempur dari Darat dan Udara

Bagaimana Kondisi Titik Panas di Pulau Sumatra?

BMKG juga mencatat bahwa titik panas tidak hanya terjadi di Provinsi Riau, tetapi juga tersebar di sejumlah wilayah lain di Pulau Sumatra. Secara keseluruhan, terdapat 222 titik panas yang terdeteksi di wilayah Sumatra.

Provinsi Riau tercatat sebagai wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak dibandingkan provinsi lainnya.

Berikut sebaran titik panas di beberapa provinsi di Pulau Sumatra:

  • Riau: 143 titik
  • Kepulauan Riau: 30 titik
  • Sumatera Selatan: 13 titik
  • Sumatera Barat: 12 titik
  • Jambi: 10 titik
  • Kepulauan Bangka Belitung: 5 titik
  • Bengkulu: 4 titik
  • Aceh: 3 titik
  • Sumatera Utara: 1 titik
  • Lampung: 1 titik.

Baca juga: Karhutla Kepung Pondok Pesantren di Kampar Riau, Petugas Upayakan Penyekatan Api

Apa Saja Upaya Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan?

Sejumlah daerah di Provinsi Riau dilaporkan telah mengalami kebakaran hutan dan lahan dalam beberapa hari terakhir. Di Kabupaten Kampar, tim gabungan masih terus melakukan upaya pemadaman untuk mencegah api meluas.

Lokasi kebakaran di wilayah tersebut diketahui cukup dekat dengan permukiman warga sehingga penanganan cepat menjadi sangat penting.

Selain di Kampar, kebakaran juga dilaporkan terjadi di beberapa wilayah lain, di antaranya:

  • Kecamatan Gaung, Kabupaten Indragiri Hilir
  • Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan
  • Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir
  • Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis

Pemerintah Provinsi Riau menyatakan terus memperkuat berbagai langkah penanganan kebakaran hutan dan lahan. Upaya tersebut dilakukan melalui operasi udara maupun pemadaman darat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Lengkap! Jadwal KA Bias Madiun-Solo April 2026, Ini Harga Tiketnya
Lengkap! Jadwal KA Bias Madiun-Solo April 2026, Ini Harga Tiketnya
Jawa Tengah
Deretan Prank April Mop Paling Ikonik di Dunia, dari Panen Spageti hingga Burger Kidal
Deretan Prank April Mop Paling Ikonik di Dunia, dari Panen Spageti hingga Burger Kidal
Sumatera Selatan
Kenapa Ada April Mop Setiap 1 April? Ini Sejarah dan Tragedi Lucu di Baliknya
Kenapa Ada April Mop Setiap 1 April? Ini Sejarah dan Tragedi Lucu di Baliknya
Jawa Timur
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina di Pulau Sumatera dan Kepulauan Sekitarnya per 1 April 2026
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina di Pulau Sumatera dan Kepulauan Sekitarnya per 1 April 2026
Sumatera Barat
Overthinking Sebelum Tidur, Mengapa Otak Lebih Berisik di Malam Hari? Ini Kata Psikolog
Overthinking Sebelum Tidur, Mengapa Otak Lebih Berisik di Malam Hari? Ini Kata Psikolog
Banten
Harga Emas Hari Ini 1 April 2026 di Pegadaian Kompak Naik, Simak Daftar Terbaru di Awal Bulan
Harga Emas Hari Ini 1 April 2026 di Pegadaian Kompak Naik, Simak Daftar Terbaru di Awal Bulan
Kalimantan Barat
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina di Jawa Barat per 1 April 2026
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina di Jawa Barat per 1 April 2026
Jawa Barat
Promo Alfamart Hari Ini 1 April 2026, Ada Diskon 60 Persen di Tebus Suka Suka
Promo Alfamart Hari Ini 1 April 2026, Ada Diskon 60 Persen di Tebus Suka Suka
Jawa Tengah
Harga BBM Pertamina per 1 April 2026 di Sulsel, Ini Daftar Lengkapnya
Harga BBM Pertamina per 1 April 2026 di Sulsel, Ini Daftar Lengkapnya
Sulawesi Selatan
Harga Emas Antam Hari Ini 1 April 2026 Naik Rp 75.000 per Gram, Cek Daftar Lengkapnya di Awal Bulan
Harga Emas Antam Hari Ini 1 April 2026 Naik Rp 75.000 per Gram, Cek Daftar Lengkapnya di Awal Bulan
Kalimantan Barat
Promo Indomaret Hari Ini 1 April 2026, Ada Tebus Murah Hemat 50 Persen
Promo Indomaret Hari Ini 1 April 2026, Ada Tebus Murah Hemat 50 Persen
Jawa Tengah
Promo FamilyMart Hari Ini, Bayar Suka-Suka untuk FamiCafé Beverage Regular
Promo FamilyMart Hari Ini, Bayar Suka-Suka untuk FamiCafé Beverage Regular
Jawa Barat
Daftar Harga BBM Pertamina per 1 April 2026 di Jawa Timur
Daftar Harga BBM Pertamina per 1 April 2026 di Jawa Timur
Jawa Timur
Tarif Listrik Subsidi dan Non-Subsidi per 1 April 2026, Ada Kenaikan?
Tarif Listrik Subsidi dan Non-Subsidi per 1 April 2026, Ada Kenaikan?
Kalimantan Barat
Cuaca Ekstrem Picu Puting Beliung dan Longsor di Bekasi: 27 Rumah Rusak dan Warga Mengungsi
Cuaca Ekstrem Picu Puting Beliung dan Longsor di Bekasi: 27 Rumah Rusak dan Warga Mengungsi
Jawa Barat
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Komentar
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau