Editor
KOMPAS.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mendeteksi ratusan titik panas di wilayah Provinsi Riau. Berdasarkan pembaruan data terbaru, jumlah hotspot yang terpantau mencapai 143 titik yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota.
Kondisi ini menjadi perhatian serius karena kemunculan titik panas sering kali berkaitan dengan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Apalagi sejumlah wilayah di Riau dilaporkan telah mengalami kebakaran dalam beberapa hari terakhir.
Prakirawan BMKG Stasiun Pekanbaru Bella R. Adelia mengatakan bahwa jumlah titik panas tersebut diperoleh dari hasil pemantauan satelit yang dilakukan secara berkala.
"Jumlah tersebut berdasarkan pembaruan data hingga Sabtu (14/3/2026) pukul 23.00 WIB," kata Bella dalam keterangan di Pekanbaru, Minggu (15/3/2026) dikutip dari Antara.
Baca juga: Karhutla di Dumai Berhasil Dikendalikan, Polisi Kini Fokus Tahap Pendinginan
Berdasarkan data BMKG, titik panas tersebar di sejumlah wilayah di Provinsi Riau dengan jumlah yang bervariasi. Kabupaten Pelalawan menjadi daerah dengan jumlah titik panas terbanyak.
Berikut sebaran titik panas yang terdeteksi di Riau:
Banyaknya titik panas tersebut menunjukkan adanya peningkatan potensi kebakaran hutan dan lahan di sejumlah daerah.
Karena itu, berbagai pihak diminta untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di wilayah yang memiliki jumlah hotspot cukup tinggi.
Baca juga: Karhutla di Medang Kampai Dumai Meluas, 40 Hektar Lahan Hangus
Selain mendeteksi titik panas, BMKG juga memantau kondisi jarak pandang di beberapa wilayah di Provinsi Riau. Pada Minggu pagi, jarak pandang di sejumlah daerah dilaporkan mengalami penurunan akibat kondisi udara yang tampak kabur.
Di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, jarak pandang terpantau sekitar empat kilometer. Kondisi serupa juga terjadi di Bandara Japura, Kabupaten Indragiri Hulu, dengan jarak pandang yang juga tercatat empat kilometer.
Sementara itu, jarak pandang di Kabupaten Pelalawan mencapai enam kilometer dan di Kabupaten Kampar sekitar tujuh kilometer.
Kondisi jarak pandang yang menurun ini sering kali menjadi indikator adanya partikel asap di udara yang dapat memengaruhi aktivitas transportasi, terutama penerbangan.
Baca juga: Karhutla di Pelalawan Meluas, Api Digempur dari Darat dan Udara
BMKG juga mencatat bahwa titik panas tidak hanya terjadi di Provinsi Riau, tetapi juga tersebar di sejumlah wilayah lain di Pulau Sumatra. Secara keseluruhan, terdapat 222 titik panas yang terdeteksi di wilayah Sumatra.
Provinsi Riau tercatat sebagai wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak dibandingkan provinsi lainnya.
Berikut sebaran titik panas di beberapa provinsi di Pulau Sumatra:
Baca juga: Karhutla Kepung Pondok Pesantren di Kampar Riau, Petugas Upayakan Penyekatan Api
Sejumlah daerah di Provinsi Riau dilaporkan telah mengalami kebakaran hutan dan lahan dalam beberapa hari terakhir. Di Kabupaten Kampar, tim gabungan masih terus melakukan upaya pemadaman untuk mencegah api meluas.
Lokasi kebakaran di wilayah tersebut diketahui cukup dekat dengan permukiman warga sehingga penanganan cepat menjadi sangat penting.
Selain di Kampar, kebakaran juga dilaporkan terjadi di beberapa wilayah lain, di antaranya:
Pemerintah Provinsi Riau menyatakan terus memperkuat berbagai langkah penanganan kebakaran hutan dan lahan. Upaya tersebut dilakukan melalui operasi udara maupun pemadaman darat.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang