Penulis
KOMPAS.com - Puasa Syawal adalah ibadah sunnah yang dilakukan selama enam hari di bulan Syawal, yakni bulan setelah Ramadhan.
Terkait waktu pelaksanaan, puasa Syawal dianjurkan untuk dilakukan persis satu hari setelah Idul Fitri, yakni mulai tanggal 2 Syawal dan berurutan selama enam hari sampai tanggal 7 Syawal.
Dalam kalender Masehi, anjuran pelaksanaan puasa Syawal bertepatan dengan tanggal 22 sampai 27 Maret 2026.
Baca juga: 5 Keutamaan Puasa Syawal, Nilainya seperti Berpuasa Selama Setahun
Meski demikian, diperbolehkan juga apabila ingin melaksanakannya dengan tidak berurutan pada tanggal berapapun (selain 1 Syawal) selama 6 hari.
Puasa Syawal menjadi salah satu amalan yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan pada bulan syawal karena bernilai seperti puasa sepanjang tahun.
Sebagaimana hadits yang artinya:
“Sungguh Rasulullah SAW bersabda: Siapa yang berpuasa Ramadhan, kemudian diiringi dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa sepanjang tahun.” (HR Muslim/1164)
Baca juga: Puasa Syawal 6 Hari: Niat, Tata Cara, dan Hukum Gabung dengan Qadha
Tata cara pelaksanaan puasa Syawal sama dengan puasa sunnah pada umumnya yang dimulai dari niat.
Kemudian menahan makan dan minum, serta hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga terbenam matahari.
Dikutip dari laman Majelis Ulama Indonesia (MUI), berikut bacaan niat puasa Syawal sesuai dengan ketentuan dan kondisi pelaksanaannya.
Baca juga: Tata Cara Pelaksanaan Puasa Syawal, Berikut Bacaan Niat Arab dan Latin
Pertama, niat puasa Syawal yang dilafalkan sejak malam hari mula serta berurutan selama enam hari:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سِتَّةٍ مِنْ شَوَّالٍ للهِ تعالى
Nawaitu shauma ghadin ‘an adai sittatin min syawwal lillahi ta’ala
Artinya, “Saya niat puasa pada esok hari untuk menunaikan puasa sunah enam hari dari bulan Syawal karena Allah Ta’ala.”
Baca juga: Kapan Puasa Syawal 2026 Dimulai? Simak Jadwal, Niat, dan Ketentuannya
Kedua, niat puasa Syawal yang dilakukan tidak secara berurutan, lafalnya sebagai berikut: