Penulis
KOMPAS.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat adanya 25 aktivitas gempa bumi di wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra) dalam sepekan terakhir, mulai 22 hingga 28 Maret 2026.
Pelaksana Tugas Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah IV Makassar, Nasrol Adil, menyampaikan bahwa sebagian besar gempa yang terjadi memiliki magnitudo kecil serta berpusat pada kedalaman dangkal.
"Secara umum, gempa-gempa tersebut tidak berpotensi tsunami," kata Nasrol Adil, Sabtu (28/3/2026), dilansir dari Antara.
Baca juga: Ini Rahasia Arsitektur Rumah Gadang Tahan Gempa
Menurut Nasrol, tingginya frekuensi gempa di Sulawesi Tenggara dipengaruhi oleh pergerakan sejumlah sesar aktif di kawasan jazirah tenggara Pulau Sulawesi.
Pusat gempa sebagian besar berada di daratan maupun perairan di sekitar Kabupaten Konawe Kepulauan, Konawe Selatan, serta Kota Kendari.
Meski jumlah kejadian mencapai puluhan, hanya sebagian kecil yang getarannya dirasakan oleh masyarakat. Intensitas gempa yang terasa umumnya berada pada skala II–III MMI, yang tergolong lemah hingga ringan.
BMKG pun meminta masyarakat tidak panik menghadapi rangkaian gempa tersebut, namun tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi guncangan yang lebih kuat.
"Masyarakat diimbau untuk tidak panik namun tetap waspada. Pastikan struktur bangunan rumah tahan gempa atau memiliki jalur evakuasi yang jelas jika sewaktu-waktu terjadi guncangan yang lebih kuat," tambahnya.
Baca juga: Gempa Bumi Magnitudo 6,2 Guncang Kabupaten Sarmi, Papua
Berdasarkan data BMKG, aktivitas kegempaan mulai meningkat sejak Minggu (22/3/2026), dengan tiga kejadian di Konawe Selatan (M 1,6), Kolaka Timur (M 1,4), dan Konawe (M 2,8).
Pada Senin (23/3/2026), gempa kembali terjadi di Konawe (M 1,6) dan dua kali mengguncang Kolaka Timur dengan magnitudo 2,2 dan 1,5.
Selanjutnya pada Selasa (24/3/2026), Kolaka Timur menjadi wilayah dengan aktivitas gempa terbanyak, yakni empat kali guncangan dengan magnitudo antara 1,4 hingga 2,0. Pada hari yang sama, satu gempa bermagnitudo 2,0 juga tercatat di Kota Kendari.
Rabu (25/3/2026), gempa kembali terasa di beberapa wilayah, termasuk Kendari (M 2,2), Kolaka Timur (M 1,3), dan Konawe (M 1,8).
Baca juga: Ini Rahasia Arsitektur Rumah Gadang Tahan Gempa
Puncak aktivitas terjadi pada Kamis (26/3/2026) dengan lima gempa yang mengguncang Buton Utara, Kolaka Utara, Muna, Kendari, serta Konawe Kepulauan. Di antara rangkaian tersebut, gempa di Konawe Kepulauan menjadi yang terbesar dengan magnitudo 4,9.
Aktivitas gempa masih berlanjut pada Jumat (27/3/2026), dengan lima kejadian yang tersebar di Kolaka Timur, Konawe Selatan, dan Buton Selatan. Hingga Sabtu (28/3/2026), satu gempa bermagnitudo 1,8 tercatat terjadi di wilayah Kolaka.
“Selama periode 22 hingga 28 Maret 2026, tercatat 25 kejadian gempa bumi di Sultra. Dari jumlah tersebut hanya satu gempa yang dirasakan masyarakat dan tidak ada laporan kerusakan,” tukas Nasrol Adil.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang