Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Anak Jadi Tulang Punggung dan Terjebak di Kamboja, Tangis Maryam Pecah: Tak Punya Biaya Pulang

Kompas.com, 20 Februari 2026, 17:00 WIB
Rachmawati

Editor

KOMPAS.com – Suasana haru menyelimuti kediaman Maryam di Jalan KH Wahid Hasyim, Palembang. Sambil menggenggam ponselnya, Maryam tak kuasa menahan air mata saat menceritakan nasib putranya, Andri Al Alfajri (28), yang kini terlantar di Kamboja.

Andri merupakan satu dari 15 pemuda asal Sumatera Selatan (Sumsel) yang videonya viral di media sosial saat meminta bantuan kepada pemerintah untuk dipulangkan ke Tanah Air.

Kehabisan Biaya dan Visa Mati

Meski masih rutin berkomunikasi melalui WhatsApp, Maryam mengaku sangat cemas karena kondisi keuangan anaknya sudah menipis. Andri mengaku tidak lagi memiliki uang bahkan untuk sekadar menyewa tempat tinggal.

"Katanya uangnya sudah tidak ada lagi. Mau tidur di hotel juga tidak ada uang. Kami di sini juga tidak punya biaya untuk bantu kirim," ujar Maryam saat ditemui, Kamis (19/2/2026).

Andri berangkat ke Kamboja pada Oktober 2024 atas inisiatif sendiri untuk bekerja di sebuah restoran. Keberangkatannya hanya berselang satu bulan sebelum sang ayah meninggal dunia.

Sejak saat itu, Andri menjadi tulang punggung keluarga, termasuk membiayai kuliah adik bungsunya.

Baca juga: Kepulangan Massal WNI di Kamboja: Tak Ada Indikasi TPPO, Banyak yang Mengaku Terlibat Online Scam

Rencana kepulangan Andri sebenarnya sudah dipersiapkan sejak lama untuk memperingati satu tahun meninggalnya sang ayah. Namun, kendala administratif menghambat niat tersebut.

"Dia bahkan sudah beli tiket pulang seharga Rp 4 juta, tapi ternyata visanya sudah mati," jelas Maryam.

Keluarga menyebut proses pengurusan dokumen di KBRI Kamboja sudah dilakukan sejak Desember 2025, namun hingga kini belum ada kepastian tanggal kepulangan.

Respons BP3MI Sumsel: 15 Warga dalam Kondisi Aman

Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sumatera Selatan, Waydinsyah, mengonfirmasi bahwa saat ini ada 15 warga Sumsel yang sedang dalam proses pemulangan dari Kamboja.

Waydinsyah memastikan bahwa belasan pemuda tersebut kini berada di penampungan milik Indonesia dalam kondisi sehat.

"15 warga Sumsel yang viral di media sosial saat ini dalam kondisi aman dan bisa berkomunikasi dengan keluarga maupun pemerintah," kata Waydinsyah di Kantor BP3MI Sumsel, Kamis (19/2/2026).

Ia menjelaskan bahwa kendala utama pemulangan adalah masalah dokumen. Banyak dari mereka tidak memegang paspor karena disita oleh perusahaan tempat mereka bekerja.

Sebagai solusinya, pemerintah tengah mengurus Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) dan exit permit.

"Biasanya proses bisa 24 hari sampai satu bulan, tergantung kelengkapan dokumen. Pemerintah daerah juga berkomitmen untuk membantu biaya pemulangannya," tambahnya.

Baca juga: Kemlu Ungkap 3.917 WNI yang Minta Pulang dari Kamboja Bukan Korban TPPO, Ngaku Terlibat Penipuan Online

Halaman:


Terkini Lainnya
Lengkap! Jadwal KA Bias Madiun-Solo April 2026, Ini Harga Tiketnya
Lengkap! Jadwal KA Bias Madiun-Solo April 2026, Ini Harga Tiketnya
Jawa Tengah
Deretan Prank April Mop Paling Ikonik di Dunia, dari Panen Spageti hingga Burger Kidal
Deretan Prank April Mop Paling Ikonik di Dunia, dari Panen Spageti hingga Burger Kidal
Sumatera Selatan
Kenapa Ada April Mop Setiap 1 April? Ini Sejarah dan Tragedi Lucu di Baliknya
Kenapa Ada April Mop Setiap 1 April? Ini Sejarah dan Tragedi Lucu di Baliknya
Jawa Timur
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina di Pulau Sumatera dan Kepulauan Sekitarnya per 1 April 2026
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina di Pulau Sumatera dan Kepulauan Sekitarnya per 1 April 2026
Sumatera Barat
Overthinking Sebelum Tidur, Mengapa Otak Lebih Berisik di Malam Hari? Ini Kata Psikolog
Overthinking Sebelum Tidur, Mengapa Otak Lebih Berisik di Malam Hari? Ini Kata Psikolog
Banten
Harga Emas Hari Ini 1 April 2026 di Pegadaian Kompak Naik, Simak Daftar Terbaru di Awal Bulan
Harga Emas Hari Ini 1 April 2026 di Pegadaian Kompak Naik, Simak Daftar Terbaru di Awal Bulan
Kalimantan Barat
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina di Jawa Barat per 1 April 2026
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina di Jawa Barat per 1 April 2026
Jawa Barat
Promo Alfamart Hari Ini 1 April 2026, Ada Diskon 60 Persen di Tebus Suka Suka
Promo Alfamart Hari Ini 1 April 2026, Ada Diskon 60 Persen di Tebus Suka Suka
Jawa Tengah
Harga BBM Pertamina per 1 April 2026 di Sulsel, Ini Daftar Lengkapnya
Harga BBM Pertamina per 1 April 2026 di Sulsel, Ini Daftar Lengkapnya
Sulawesi Selatan
Harga Emas Antam Hari Ini 1 April 2026 Naik Rp 75.000 per Gram, Cek Daftar Lengkapnya di Awal Bulan
Harga Emas Antam Hari Ini 1 April 2026 Naik Rp 75.000 per Gram, Cek Daftar Lengkapnya di Awal Bulan
Kalimantan Barat
Promo Indomaret Hari Ini 1 April 2026, Ada Tebus Murah Hemat 50 Persen
Promo Indomaret Hari Ini 1 April 2026, Ada Tebus Murah Hemat 50 Persen
Jawa Tengah
Promo FamilyMart Hari Ini, Bayar Suka-Suka untuk FamiCafé Beverage Regular
Promo FamilyMart Hari Ini, Bayar Suka-Suka untuk FamiCafé Beverage Regular
Jawa Barat
Daftar Harga BBM Pertamina per 1 April 2026 di Jawa Timur
Daftar Harga BBM Pertamina per 1 April 2026 di Jawa Timur
Jawa Timur
Tarif Listrik Subsidi dan Non-Subsidi per 1 April 2026, Ada Kenaikan?
Tarif Listrik Subsidi dan Non-Subsidi per 1 April 2026, Ada Kenaikan?
Kalimantan Barat
Cuaca Ekstrem Picu Puting Beliung dan Longsor di Bekasi: 27 Rumah Rusak dan Warga Mengungsi
Cuaca Ekstrem Picu Puting Beliung dan Longsor di Bekasi: 27 Rumah Rusak dan Warga Mengungsi
Jawa Barat
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Komentar
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau