Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Heboh Isu Pisang Busuk Akibat Antrean Panjang di Bakauheni, KSOP: Laporan Itu Belum Terverifikasi

Kompas.com, 25 Maret 2026, 15:00 WIB
Rachmawati

Editor

KOMPAS.com – Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Bakauheni, Suratno, memberikan klarifikasi terkait keluhan sejumlah pengemudi mengenai adanya antrean panjang di Pelabuhan Bakauheni. Isu yang beredar menyebutkan bahwa kendaraan pengangkut logistik, khususnya pisang, harus menunggu hingga 24 jam untuk menyeberang.

Suratno menegaskan bahwa kendaraan pengangkut komoditas seperti pisang masuk dalam kategori prioritas. Hal ini dilakukan agar barang kiriman tersebut tidak rusak dan bisa segera sampai ke tujuan.

"Berdasarkan data di lapangan, tidak ada antrean hingga 12 jam apalagi 24 jam. Rata-rata antrean berkisar antara satu hingga tiga jam, tergantung kapasitas angkut," ujar Suratno kepada awak media, Selasa (24/3/2026).

Baca juga: Kunci Kontak Tertinggal di Dalam Mobil, Polisi di Bakauheni Bantu Ambil Pakai Ranting Kayu

Bantahan Isu Barang Membusuk

Terkait kabar adanya buah-buahan yang membusuk akibat tertahan lama di area pelabuhan, pihak KSOP menyatakan hingga kini belum menemukan bukti otentik di lokasi. Menurut Suratno, laporan tersebut masih bersifat klaim sepihak yang belum terverifikasi.

"Kami belum melihat secara fisik adanya barang busuk. Foto atau laporan yang beredar belum menunjukkan kondisi sebenarnya," katanya lagi.

Ia menambahkan bahwa seluruh operasional di lintasan Bakauheni-Merak dipantau secara real-time oleh Media Center Kementerian Perhubungan. Jika terjadi hambatan teknis, petugas akan langsung melakukan tindakan cepat di lapangan.

Penyebab Keterlambatan Kapal

Suratno juga meluruskan persepsi masyarakat mengenai waktu tunggu yang disebut mencapai 7 hingga 10 jam. Berdasarkan perhitungan teknis operasional, keterlambatan kapal rata-rata berada di kisaran 5 jam.

Perbedaan angka ini terjadi karena pengguna jasa biasanya menghitung waktu sejak mereka tiba di area pelabuhan, sementara otoritas menghitung sejak kapal mulai beroperasi.

"Kalau dihitung dari sisi operasional kapal, rata-rata keterlambatan sekitar lima jam. Namun masyarakat biasanya sudah menghitung sejak masuk area pelabuhan," jelas Suratno.

Beberapa faktor teknis yang memicu keterlambatan antara lain:

  • Antrean Dermaga: Tingginya volume kendaraan yang masuk secara bersamaan.
  • Adaptasi Kapal Baru: Adanya kapal bantuan tambahan yang masih dalam tahap penyesuaian lintasan, sehingga sempat mengapung sekitar dua jam menunggu giliran sandar.

Baca juga: Arus Mudik Bakauheni Melonjak, ASDP Siapkan Buffer Zone dan Pelabuhan Tambahan

Strategi Arus Balik Lebaran 2026

Menghadapi arus balik Lebaran 2026, KSOP Bakauheni telah menyiagakan total 31 armada kapal. Dari jumlah tersebut, 28 kapal beroperasi secara normal dan 3 kapal disiagakan sebagai cadangan untuk memperkuat daya angkut di dermaga.

"Penambahan ini kami lakukan karena kondisi masih landai. Namun, jika ada peningkatan signifikan khususnya sore hari, skema tiba-bongkar-berangkat (TBB) akan langsung diberlakukan," tegasnya.

Selain itu, pemerintah telah menyiapkan dua rute alternatif jika terjadi lonjakan penumpang:

  • Bakauheni - Ciwandan: Berlaku pukul 18.00 WIB hingga 05.00 WIB.
  • Bakauheni - BBJ Bojonegara: Difokuskan untuk kendaraan logistik dan non-penumpang.

Kondisi Pelabuhan Terpantau Landai

Di sisi lain, Executive Director Regional II PT ASDP Indonesia Ferry, Zulvidon, menyebutkan bahwa arus balik di Pelabuhan Bakauheni saat ini masih terpantau cukup landai. Hal ini dipengaruhi oleh durasi libur Lebaran yang cukup panjang, sehingga masyarakat bisa mengatur waktu kepulangan dengan lebih fleksibel.

"Berbeda dengan arus mudik yang biasanya terpusat, arus balik kali ini terlihat lebih tersebar. Pemudik kini lebih cerdas dalam mengatur jadwal perjalanan untuk menghindari kemacetan," ungkap Zulvidon.

Baca juga: Jalan ke Bakauheni Gelap Gulita saat Mudik 2026, Pemudik Khawatir soal Keselamatan

Meskipun demikian, tim gabungan dari kepolisian, ASDP, dan BPTD tetap melakukan pengawasan ketat dan menyiapkan rekayasa lalu lintas guna mengantisipasi lonjakan volume kendaraan yang bisa terjadi sewaktu-waktu.

Artikel ini telah tayang di TribunLampung.co.id dengan judul Penjelasan KSOP soal Pisang Busuk karena Antre 24 Jam di Bakauheni

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Lengkap! Jadwal KA Bias Madiun-Solo April 2026, Ini Harga Tiketnya
Lengkap! Jadwal KA Bias Madiun-Solo April 2026, Ini Harga Tiketnya
Jawa Tengah
Deretan Prank April Mop Paling Ikonik di Dunia, dari Panen Spageti hingga Burger Kidal
Deretan Prank April Mop Paling Ikonik di Dunia, dari Panen Spageti hingga Burger Kidal
Sumatera Selatan
Kenapa Ada April Mop Setiap 1 April? Ini Sejarah dan Tragedi Lucu di Baliknya
Kenapa Ada April Mop Setiap 1 April? Ini Sejarah dan Tragedi Lucu di Baliknya
Jawa Timur
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina di Pulau Sumatera dan Kepulauan Sekitarnya per 1 April 2026
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina di Pulau Sumatera dan Kepulauan Sekitarnya per 1 April 2026
Sumatera Barat
Overthinking Sebelum Tidur, Mengapa Otak Lebih Berisik di Malam Hari? Ini Kata Psikolog
Overthinking Sebelum Tidur, Mengapa Otak Lebih Berisik di Malam Hari? Ini Kata Psikolog
Banten
Harga Emas Hari Ini 1 April 2026 di Pegadaian Kompak Naik, Simak Daftar Terbaru di Awal Bulan
Harga Emas Hari Ini 1 April 2026 di Pegadaian Kompak Naik, Simak Daftar Terbaru di Awal Bulan
Kalimantan Barat
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina di Jawa Barat per 1 April 2026
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina di Jawa Barat per 1 April 2026
Jawa Barat
Promo Alfamart Hari Ini 1 April 2026, Ada Diskon 60 Persen di Tebus Suka Suka
Promo Alfamart Hari Ini 1 April 2026, Ada Diskon 60 Persen di Tebus Suka Suka
Jawa Tengah
Harga BBM Pertamina per 1 April 2026 di Sulsel, Ini Daftar Lengkapnya
Harga BBM Pertamina per 1 April 2026 di Sulsel, Ini Daftar Lengkapnya
Sulawesi Selatan
Harga Emas Antam Hari Ini 1 April 2026 Naik Rp 75.000 per Gram, Cek Daftar Lengkapnya di Awal Bulan
Harga Emas Antam Hari Ini 1 April 2026 Naik Rp 75.000 per Gram, Cek Daftar Lengkapnya di Awal Bulan
Kalimantan Barat
Promo Indomaret Hari Ini 1 April 2026, Ada Tebus Murah Hemat 50 Persen
Promo Indomaret Hari Ini 1 April 2026, Ada Tebus Murah Hemat 50 Persen
Jawa Tengah
Promo FamilyMart Hari Ini, Bayar Suka-Suka untuk FamiCafé Beverage Regular
Promo FamilyMart Hari Ini, Bayar Suka-Suka untuk FamiCafé Beverage Regular
Jawa Barat
Daftar Harga BBM Pertamina per 1 April 2026 di Jawa Timur
Daftar Harga BBM Pertamina per 1 April 2026 di Jawa Timur
Jawa Timur
Tarif Listrik Subsidi dan Non-Subsidi per 1 April 2026, Ada Kenaikan?
Tarif Listrik Subsidi dan Non-Subsidi per 1 April 2026, Ada Kenaikan?
Kalimantan Barat
Cuaca Ekstrem Picu Puting Beliung dan Longsor di Bekasi: 27 Rumah Rusak dan Warga Mengungsi
Cuaca Ekstrem Picu Puting Beliung dan Longsor di Bekasi: 27 Rumah Rusak dan Warga Mengungsi
Jawa Barat
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Komentar
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau