Advertorial

BYD Perluas Edukasi Mobilitas Berkelanjutan lewat Technology Roadshow ke Sejumlah Universitas hingga Bagian Timur Indonesia

Kompas.com - 25/03/2026, 17:43 WIB

KOMPAS.com – Transisi menuju mobilitas berkelanjutan tidak cukup hanya menghadirkan kendaraan listrik ke pasar. Edukasi publik dan keterlibatan komunitas menjadi kunci agar perubahan teknologi berjalan beriringan dengan perubahan perilaku.

Pada 2025, PT BYD Motor Indonesia memperkuat langkah tersebut melalui pendekatan komprehensif , yakni Technology Roadshow di sejumlah kampus dan aksi lingkungan bersama komunitas pengguna. 

Langkah tersebut memperlihatkan bahwa BYD tidak hanya berfokus pada penetrasi pasar, tetapi juga pada pembangunan fondasi ekosistem kendaraan listrik nasional melalui kegiatan edukasi ke berbagai kalangan dan wilayah bahkan hingga bagian Timur Indonesia.

Sebagai perusahaan teknologi global, BYD membawa isu mobilitas berkelanjutan lebih dekat ke ruang akademik. Rangkaian Technology Roadshow digelar di sejumlah universitas, yaitu Universitas Diponegoro (UNDIP), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Universitas Hasanuddin (UNHAS). 

Hal itu menegaskan bahwa edukasi dan transformasi perlu dilakukan secara aktif agar semakin banyak masyarakat, khususnya generasi muda, memahami pentingnya keberlanjutan mobilitas masa depan. 

Upaya tersebut juga tidak hanya berpusat di Pulau Jawa, tetapi menjangkau hingga kawasan timur Indonesia yang memiliki potensi pertumbuhan besar.

Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia Luther Panjaitan mengatakan, inovasi dan keberlanjutan merupakan fondasi utama perusahaan.

“Sebagai perusahaan teknologi global yang hadir di berbagai sektor strategis dan menjadi pionir dalam energi terbarukan dan kendaraan New Energy Vehicle (NEV), BYD menempatkan inovasi dan keberlanjutan sebagai inti dari setiap langkah kami,” ujar Luther dalam laman resmi BYD Indonesia, Jumat (3/10/2025).

Melalui inisiatif Technology Roadshow, lanjut Luther, BYD ingin mendekatkan semangat tersebut kepada generasi muda dengan membuka akses pengetahuan mengenai mobilitas masa depan di universitas-universitas unggulan di Indonesia.

Adapun roadshow diawali di UNDIP, UNHAS, dan ITB yang nantinya akan berlanjut ke universitas lain di Indonesia.

“Kami berharap, mahasiswa dapat memperoleh perspektif yang lebih luas sehingga dapat berkontribusi aktif dalam membangun ekosistem kendaraan listrik yang inklusif dan berkelanjutan bagi Indonesia,” kata Luther.

Dalam sesi Knowledge Sharing on The Future of Mobility, mahasiswa diajak memahami tren global mobilitas masa depan serta arah pengembangan new energy vehicle (NEV).

Selain itu, BYD juga memperkenalkan sejumlah inovasinya, mulai dari e-Platform 3.0, Blade Battery, 8-in-1 powertrain, heat pump, hingga teknologi pendukung kenyamanan dan keselamatan.

Agar tidak berhenti pada teori, roadshow menghadirkan Innovation Showcase yang menampilkan langsung platform e-Platform 3.0 di area kampus.

Di sana, mahasiswa dan sivitas akademika dapat melihat bagaimana integrasi baterai dan sistem penggerak dirancang dalam satu platform yang terstruktur. Pendekatan ini membuat diskusi lebih kontekstual, sekaligus memberi gambaran nyata tentang bagaimana teknologi diterapkan.

Di salah satu kegiatan technology roadshow tersebut, Wakil Dekan Sumber Daya Fakultas Teknik (FT) UNDIP Purnawan Adi Wicaksono menilai, Technology Roadshow yang digagas BYD membuka peluang kolaborasi lebih luas.

“Kami berharap, acara ini dapat menjadi langkah awal dari sinergi antara Fakultas Teknik dengan dunia industri, salah satunya BYD di bidang teknologi dan inovasi,” tutur Adi.

Setali tiga uang dengan Adi, Wakil Dekan Sumber Daya Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD) ITB, Rianto Adhy Sasongko, mengatakan, kolaborasi antara institusi pendidikan dan industri menjadi kunci utama dalam mempercepat pengembangan teknologi berkelanjutan.

“Kami bersyukur atas kesempatan luar biasa untuk menyambut Technology Roadshow BYD di kampus kami. Teknologi kendaraan listrik tidak hanya menjawab tantangan lingkungan, seperti emisi, polusi, dan perubahan iklim, tetapi juga membuka ruang inovasi bagi generasi muda Indonesia,” kata Rianto.

Untuk mengadopsi teknologi baru secara optimal, lanjutnya, pemahaman yang mendalam menjadi langkah pertama.

“Acara ini sangat penting bagi sivitas akademika ITB, termasuk mahasiswa, peneliti, dan dosen,” imbuhnya.

BYD Indonesia menjalankan program corporate social responsibility (CSR) berupa penanaman 500 pohon mangrove di Taman Wisata Alam Angke, Pantai Indah Kapuk (PIK) 1, Jakarta Utara, Minggu (23/11/2025). KOMPAS.com/Fathan BYD Indonesia menjalankan program corporate social responsibility (CSR) berupa penanaman 500 pohon mangrove di Taman Wisata Alam Angke, Pantai Indah Kapuk (PIK) 1, Jakarta Utara, Minggu (23/11/2025).

Tanam Ratusan Mangrove bersama Komunitas Pengguna BYD

Jika edukasi di kampus menyasar generasi muda, aksi lingkungan kini melibatkan komunitas pengguna kendaraan listrik secara langsung.

Bersama komunitas pengguna kendaraan BYD yaitu BEYOND, BYD Indonesia menjalankan program corporate social responsibility (CSR) berupa penanaman 500 pohon mangrove di Taman Wisata Alam Angke, Pantai Indah Kapuk (PIK) 1, Jakarta Utara, Minggu (23/11/2025).

Luther melanjutkan, aksi lingkungan tersebut bukan sekadar simbolik, melainkan aksi nyata bagaimana mobil listrik dapat membawa dampak positif yang lebih luas.

“Kegiatan ini memiliki makna yang lebih dalam. Penanaman pohon mencerminkan pemahaman bahwa teknologi dan alam tidak bisa berjalan terpisah,” imbuh Luther.

Ia menambahkan, para anggota BEYOND yang menggunakan kendaraan listrik BYD telah berkontribusi dalam percepatan transisi energi baru dan terbarukan.

Melalui penanaman mangrove, kontribusi tersebut diperluas ke langkah yang lebih konkret.

“Estimasi kami, serapan karbon dari rencana penanaman 500 pohon ini mencapai sekitar 10.000 kg CO2 per tahun. Inisiatif ini menjadi langkah nyata dalam mengurangi emisi karbon,” ujar Luther.

Dari ruang kelas hingga kawasan pesisir, pendekatan ini menunjukkan bagaimana edukasi dan aksi bisa saling melengkapi.

Melalui upaya tersebut, BYD turut memperluas pemahaman bahwa mobilitas berkelanjutan bukan hanya tentang kendaraan listrik sebagai produk, melainkan tentang ekosistem yang melibatkan kampus, komunitas, dan perubahan cara pandang terhadap masa depan energi.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau