Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Libur Lebaran 2026, Pengunjung di Kebun Raya Bali Tembus 5.000 Per Hari

Kompas.com, 23 Maret 2026, 12:39 WIB
Ahmad Muzakky Alhasan,
Aloysius Gonsaga AE

Tim Redaksi

TABANAN, KOMPAS.com – Kebun Raya Bali di Bedugul, Tabanan, menjadi salah satu destinasi yang ramai dikunjungi wisatawan selama libur Lebaran 2026.

Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Enik Ermawati mengatakan, peningkatan kunjungan terlihat sepanjang periode libur Nyepi dan Lebaran.

“Pengelola juga menyampaikan bahwa sepanjang libur Lebaran ini angka kunjungan wisatawan memang mengalami peningkatan,” ujar dia saat mengunjungi Kebun Raya Bali, Senin (23/3/2026) siang.

Menurut dia, Kebun Raya Bali memiliki daya tarik berbeda dibanding destinasi wisata lain di Bali, karena tidak hanya menawarkan pemandangan alam, tetapi juga sarana edukasi.

Baca juga: Tutup saat Nyepi, Kebun Raya Bali Siapkan Program untuk Libur Lebaran 2026

“Kebun raya ini salah satu tempat wisata favorit, terutama untuk family. Tidak hanya menikmati pemandangan, tapi wisatawan ke sini juga untuk belajar,” kata dia.

Ia menyebut sejumlah fasilitas edukasi di dalam kawasan menjadi nilai tambah sehingga pengunjung tidak sekadar berwisata, tetapi juga mendapatkan pengalaman pengetahuan.

Di tengah lonjakan pengunjung, Ni Luh menilai pengelolaan kawasan sudah cukup baik, terutama dalam mengatur arus masuk wisatawan.

“Mereka cukup baik menyiapkan flow-nya dari depan. Ada shuttle juga disiapkan, kemudian mobil bisa masuk,” ujarnya.

Meski demikian, ia menekankan pentingnya menjaga aspek keselamatan di kawasan wisata alam terbuka seperti Kebun Raya Bali.

“Yang paling penting tentu adalah menjaga keselamatan wisatawan. Imbauan-imbauan harus terus ditekankan,” kata dia.

Baca juga: Temuan Spesies Kunang-kunang di Kebun Raya Bali, Jadi Bukti Lingkungan Masih Alami

Selain itu, kebersihan kawasan juga menjadi perhatian. Ia mengapresiasi kedisiplinan pengunjung yang dinilai sudah cukup baik dalam menjaga lingkungan.

“Saya lihat masyarakat cukup disiplin ketika berwisata, membuang sampah pada tempatnya yang sudah disediakan,” ujarnya.

Namun, ia menyarankan agar pengelola menambah titik tempat sampah, terutama di lokasi-lokasi favorit pengunjung.

Momentum libur Lebaran ini juga dimanfaatkan pemerintah untuk mendorong wisata domestik, termasuk mengajak wisatawan menjelajahi destinasi alternatif di Bali, tidak hanya terpusat di wilayah selatan.

“Kebun Raya ini salah satu wisata edukasi di Bali. Ayo berwisata di Indonesia saja, yang di Bali bisa datang ke sini,” kata Ni Luh.

Halaman:


Terkini Lainnya
7 Anak Jadi Korban Kekerasan Seksual di Panti Asuhan Bulelang, Legislator Desak Audit Menyeluruh
7 Anak Jadi Korban Kekerasan Seksual di Panti Asuhan Bulelang, Legislator Desak Audit Menyeluruh
Denpasar
TPA Suwung Tak Lagi Terima Sampah Organik Hari Ini
TPA Suwung Tak Lagi Terima Sampah Organik Hari Ini
Denpasar
ASN Pemprov Bali Bakal WFH Setiap Jumat, Tetap Disesuaikan Karakteristik Daerah Wisata
ASN Pemprov Bali Bakal WFH Setiap Jumat, Tetap Disesuaikan Karakteristik Daerah Wisata
Denpasar
Dinsos Bekukan Izin Panti Asuhan di Buleleng Buntut Dugaan Kekerasan Anak
Dinsos Bekukan Izin Panti Asuhan di Buleleng Buntut Dugaan Kekerasan Anak
Denpasar
Kuasa Hukum Bantah Tuduhan Pemerkosaan di Panti Asuhan Buleleng
Kuasa Hukum Bantah Tuduhan Pemerkosaan di Panti Asuhan Buleleng
Denpasar
Kasus Kekerasan di Panti Buleleng, Anak-anak Direlokasi ke Rumah Aman
Kasus Kekerasan di Panti Buleleng, Anak-anak Direlokasi ke Rumah Aman
Denpasar
Kronologi Penangkapan Steven Lyons di Bali, Pimpinan Geng yang Terlibat Pencucian Uang dan Pembunuhan
Kronologi Penangkapan Steven Lyons di Bali, Pimpinan Geng yang Terlibat Pencucian Uang dan Pembunuhan
Denpasar
Daftar 5 Kasus Pelanggaran WNA di Bali yang Viral, dari Penistaan Agama hingga Konten Dewasa
Daftar 5 Kasus Pelanggaran WNA di Bali yang Viral, dari Penistaan Agama hingga Konten Dewasa
Denpasar
Kasus Kekerasan Panti Asuhan Buleleng, Polisi: Korban 7 Anak, Kemungkinan Bertambah
Kasus Kekerasan Panti Asuhan Buleleng, Polisi: Korban 7 Anak, Kemungkinan Bertambah
Denpasar
BKSDA Bali Evakuasi Elang Bondol yang Dipelihara Warga di Badung
BKSDA Bali Evakuasi Elang Bondol yang Dipelihara Warga di Badung
Denpasar
41 WNA Huni Rudenim Denpasar, Diberi Jatah Makan Rp 39 Ribu per Hari
41 WNA Huni Rudenim Denpasar, Diberi Jatah Makan Rp 39 Ribu per Hari
Denpasar
Marak Pelanggaran oleh WNA di Bali, Imigrasi Siapkan Langkah Khusus
Marak Pelanggaran oleh WNA di Bali, Imigrasi Siapkan Langkah Khusus
Denpasar
Pemilik Panti Asuhan di Buleleng Ditahan Usai Jadi Tersangka Kekerasan pada 7 Anak Asuh
Pemilik Panti Asuhan di Buleleng Ditahan Usai Jadi Tersangka Kekerasan pada 7 Anak Asuh
Denpasar
Koster Usulkan Kerja Sama Pungutan Wisatawan Asing, Imigrasi Bali Masih Tunggu Arahan Pusat
Koster Usulkan Kerja Sama Pungutan Wisatawan Asing, Imigrasi Bali Masih Tunggu Arahan Pusat
Denpasar
Visum 8 Anak Korban Kekerasan Panti Asuhan di Buleleng, Ada Luka Fisik dan Kekerasan Seksual
Visum 8 Anak Korban Kekerasan Panti Asuhan di Buleleng, Ada Luka Fisik dan Kekerasan Seksual
Denpasar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau