WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Marco Rubio menyatakan bahwa Washington kini mulai melihat akhir dalam perang Iran yang telah memasuki pekan kelima.
Selain itu, Rubio mengisyaratkan adanya kemungkinan pertemuan langsung antara pihak AS dan Iran.
"Kita bisa melihat garis finisnya. Bukan hari ini, bukan besok, tetapi (akhir) itu akan datang," ujar Rubio dalam program Hannity di Fox News Channel, Selasa (31/3/2026).
Rubio mengungkapkan bahwa saat ini tengah terjadi pertukaran pesan antara Teheran dan Washington.
Menurutnya, terdapat peluang bagi kedua belah pihak untuk duduk bersama dalam waktu dekat, sebagaimana dilansir Reuters.
"Ada pesan yang saling dipertukarkan, ada pembicaraan yang sedang berlangsung. Ada potensi untuk pertemuan langsung pada suatu titik," kata Rubio.
Senada dengan hal tersebut, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Washington kemungkinan dapat mengakhiri serangan militernya terhadap Iran dalam kurun waktu dua hingga tiga minggu ke depan.
Meski demikian, Trump sebelumnya sempat memberikan timeline dan tujuan perang yang berubah-ubah, mulai dari menggulingkan pemerintahan Iran hingga sekadar melemahkan pengaruh militer mereka di kawasan.
Dia menyebut AS perlu meninjau ulang ikatan tersebut setelah konflik berakhir, menyusul penolakan para pemimpin Eropa untuk terlibat langsung dalam serangan militer terhadap Iran.
"Pada akhirnya, itu adalah keputusan yang harus diambil oleh Presiden, dan dia harus melakukannya," tutur Rubio.
Dia menambahkan kekecewaannya terhadap negara-negara sekutu yang dianggap tidak kooperatif, terutama terkait izin penggunaan pangkalan militer dan ruang udara.
"Namun saya rasa, sayangnya, kita harus memeriksa kembali apakah aliansi yang telah melayani negara ini dengan baik selama beberapa waktu masih memenuhi tujuan tersebut, ataukah sekarang telah menjadi jalan satu arah," lanjutnya.
Rubio menambahkan, AS selalu membantu pertahanan Eropa. Namun di sisi lain, negara-negara sekutu justru menolak memberikan hak penggunaan pangkalan dan izin melintas saat AS membutuhkan bantuan.
Perang Iran bermula pada 28 Februari 2026, ketika AS dan Israel melancarkan serangan ke Iran.
Langkah tersebut direspons Teheran dengan menyerang balik Israel serta negara-negara Teluk yang menampung pangkalan militer AS.
Selain itu, Teheran juga menutup Selat Hormuz, jalur penting bagi 20 persen minyak dunia. Penutupan selat penting ini langsung mengguncang ekonomi dunia.
Hingga saat ini, dampak perang telah mencapai skala kemanusiaan dan ekonomi yang mengkhawatirkan:
Rubio menegaskan bahwa sejauh ini, tidak ada intervensi dari negara manapun yang mampu menghambat misi militer AS di Iran.
"Tidak ada hal yang dilakukan pemerintah mana pun, atau negara mana pun di dunia saat ini untuk membantu Iran, yang dengan cara apa pun menghalangi misi kami," papar Rubio.
https://internasional.kompas.com/read/2026/04/01/121100570/as-sebut-akhir-perang-iran-sudah-terlihat-sinyal-damai-sebentar-lagi