KOMPAS.com - Krisis iklim disebut telah memutihkan terumbu karang di Kepulauan Karimunjawa, Jawa Tengah.
Perwakilan masyarakat bahari Kepulauan Karimunjawa, Bambang Zakariya menuturkan, ia beberapa kali menyaksikan deretan terumbu karang yang "tiba-tiba" memutih. Padahal saat ini ada beberapa jenis biota di perairan Kepulauan Karimunjawa.
Baca juga:
Selain alam sudah tidak dapat diprediksi, perairan di Kepulauan Karimunjawa juga terkepung nelayan-nelayan berskala besar.
Posisi Kepulauan Karimunjawa, yang tepat di tengah antara Jawa dan Kalimantan, menjadikannya jalur kapal berlalu lalang.
"Kami nelayan Karimunjawa ini nelayan tradisional, tidak punya kami kapal sebesar-besar gross tonnage (GT)-nya itu ya paling cuma GT 3, kecil-kecil. Sementara laut kami itu dikelilingi oleh nelayan yang besar-besar. Terkadang mereka, sering mereka masuk ke kawasan tangkapan tradisional," ujar Zakariya dalam Diskusi Media Iklim, Perundingannya dan Realita yang Dihadapi Masyarakat Bahari, Jumat (27/2/2026).
Krisis iklim memutihkan terumbu karang di Kepulauan Karimunjawa. Nelayan juga terdesak kapal besar dan alat tangkap tak ramah lingkungan.Nelayan dengan kapal berskala besar yang memakai alat tangkap tidak ramah, masuk ke kawasan tangkapan tradisional di Kepulauan Karimunjawa.
Alat tangkapnya, seperti cantrang, menyapu banyak rumpon dan bubu milik nelayan tradisional dari Kepulauan Karimunjawa.
"Ya, karena mereka ya itu tadi, masuk ke kawasan-kawasan kami," tutur Zakariya.
Di sisi lain, lokasi Kepulauan Karimunjawa yang berada di tengah lautan terkadang menjadi dilema tersendiri. Ketika musim angin kencang dan ombak besar, nelayan-nelayan besar ini banyak yang merapat ke pulau-pulau tersebut untuk berlindung.
Menurut Zakariya, berlabuhnya nelayan-nelayan dengan kapal berskala besar menjadi permasalahan sosial di Kepulauan Karimunjawa.
Kebiasaan nelayan-nelayan dengan kapal berskala besar kerap mempengaruhi kehidupan di daratan Kepulauan Karimunjawa.
Secara sosial, kebiasaan mereka banyak yang tidak sesuai dengan kearifan lokal masyarakat Kepulauan Karimunjawa.
"Banyak sekali kalau musim angin kencang, laut bergelora itu mereka merapat ke darat untuk berlindung, bahkan bukan hanya nelayan-nelayan besar ini tapi kadang-kadang tongkang batu bara itu juga merapat untuk berlindung," ucapnya.
Baca juga:
Krisis iklim memutihkan terumbu karang di Kepulauan Karimunjawa. Nelayan juga terdesak kapal besar dan alat tangkap tak ramah lingkungan.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya