KOMPAS.com - Lebih dari 100 kura-kura ditemukan mati dengan cangkang yang hancur dan terpotong di perairan Danau Opinicon, Ontario timur, Kanada, pada April 2022 lalu. Misteri kematian kura-kura tersebut saat ini mulai terpecahkan.
Adalah Gregory Bulte, ahli biologi dari Carleton University di Kanada yang pertama kali menemukan seekor kura-kura northern map yang mati. Setelah itu, ia kembali mendapati bangkai kura-kura di sepanjang danau tempat hewan ini berhibernasi.
Baca juga:
“Saya berpikir, kapan (temuan) ini akan berakhir?" kata Bulte, dilansir dari CNN, Rabu (18/3/2026).
Ketika akhirnya pencariannya selesai, ia menemukan hampir 150 kura-kura mati, banyak di antaranya dikenal Bulté dari dua dekade pekerjaannya sebagai pemantau di danau yang hampir masih alami dan dikelilingi hutan itu.
Peristiwa ini setidaknya memusnahkan sekitar 10 persen populasi kura-kura di danau tersebut.
Ratusan kura-kura northern map ditemukan mati misterius di Kanada. Ilmuwan menyebut penyebabnya adalah serangan berang-berang. Kok bisa?Guna mengetahui penyebab pasti kematian ratusan kura-kura tersebut, Bulte menggunakan metode eliminasi.
Bulte menjelaskan bahwa kondisi kura-kura rentan pada musim dingin karena berkumpul dalam kelompok besar dan berada terbuka di dasar danau.
Dalam kasus ini, ternyata "pelaku"-nya adalah berang-berang sungai, yang populasinya meningkat kembali, salah satu alasannya karena bulunya tidak lagi bernilai tinggi bagi pemburu.
Pertanyaan besar berikutnya adalah bagaimana berang-berang bisa menembus lapisan es tebal yang melindungi kura-kura.
“Mungkin suhu sedikit lebih hangat, es mencair di sepanjang garis pantai, dan berang-berang bisa masuk. Mereka mungkin masuk melalui liang atau rongga di sepanjang tepi danau," ucap Bulte.
Apabila kejadian itu berkaitan dengan suhu, perubahan iklim akibat aktivitas manusia yang mencairkan es dapat meningkatkan risiko populasi kura-kura ini.
Kendati demikian, Bulte mengaku belum bisa memastikan apakah perubahan iklim berperan dalam kasus ini.
Baca juga: Waktu Sehari di Bumi Ternyata Makin Lama akibat Krisis Iklim
"Kami perlu mendokumentasikan beberapa kejadian serupa dalam jangka panjang,” tutur dia.
Bulte menilai serangan berang-berang terhadap kura-kura menunjukkan pentingnya melindungi lokasi hibernasi kura-kura di seluruh Kanada, terutama di danau yang lebih ramai dan kurang alami.
Kura-kura northern map semakin rentan akibat perkembangan garis pantai, penebangan hutan, dan meningkatnya jumlah perahu bermotor.
Selain itu, penggunaan pipa penyaring di rumah-rumah tepi danau yang mencegah air membeku dapat menjadi titik masuk tambahan bagi predator.
Dalam jangka panjang, perubahan iklim juga menjadi ancaman besar. Bulte mengamati musim semi yang datang lebih awal dalam beberapa tahun terakhir.
“Lapisan es akan semakin tidak dapat diandalkan. Kami bertanya-tanya apakah ini akan meningkatkan peluang predasi di masa depan,” ucap Bulte.
Baca juga: Satwa Liar Terjepit Deforestasi, Perburuan, dan Perdagangan Ilegal
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya