Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 3 September 2017, 09:20 WIB
Kahfi Dirga Cahya

Penulis

Sumber nypost.com

KOMPAS.com - Kebersihan rumah seringkali mencerminkan pribadi seseorang. Rumah yang bersih, menggambarkan seseorang yang rajin dan teratur. Namun, apakah Anda tahu generasi mana yang memiliki gairah untuk membersihkan rumah lebih besar?

Lebih dari tiga per empat generasi milenial (sekitar 77 persen) mengatakan bahwa mereka membersihkan rumah setidaknya seminggu sekali, menurut sebuah survei yang dilakukan  layanan bersih-bersih, Merry Maids, terhadap lebih dari 2.100 orang dewasa.

Presentase itu lebih tinggi dibandingkan generasi Baby Boomers yang hanya sekitar 42 persen mengaku membersihkan rumah setidaknya seminggu sekali.Mengapa demikian?

Menurut Fran Walfish, psikoterapis keluarga dan hubungan, hal ini terkait kegelisahan generasi milenial. "Milenial memiliki tingkat kegelisahan yang jauh lebih tinggi daripada baby boomer," katanya. "Kegelisahan tersebut sering disalurkan dengan mencoba 'mengendalikan lingkungan' yang secara harafiah berarti merawat dan membersihkannya."

Dengan kata lain, aktivitas membersihkan yang dilakukan generasi milenial sebenarnya dilakukan untuk menenangkan kegelisahan mereka. 

Walfish juga menekankan, tingkat kecemasan di kalangan orang-orang muda saat ini lebih tinggi. Masalah itu bahkan lebih buruk bagi beberapa orang di generasi milenial sehingga mereka mengalami kebotakan lebih dini karena terlalu banyak tekanan.

Salah satu hal yang dicemaskan generasi milenial adalah penilaian buruk dari orang lain bula rumah mereka berantakan. Sebagian besar milenial (85 persen) mengatakan hal itu, sementara di kalangan baby boomers hanya kurang dari 60 persen merasakan hal serupa.

Baca juga: Apa Kegiatan yang Dianggap Penting oleh Generasi Milenial?

Dan, seperti yang ditekankan oleh psikolog klinis Christina Barber-Addis, milenial menghabiskan banyak waktu di media sosial. Hal ini membuat mereka selalu berusaha memperlihatkan penampilan luar dan kesuksesan mereka ke permukaan, termasuk kebersihan karena ini cara lain untuk mencoba tampil baik.

Ilustrasi membersihkan rumahWavebreakmedia Ltd Ilustrasi membersihkan rumah
Alasan lain mengapa milenial lebih terobsesi dengan kebersihan mungkin karena mereka ingin “mencapai tingkat yang lebih baik dalam hidup dibanding orang tuamereka”—dan itu berlaku dalam hal kebersihan rumah juga, kata Barber-Addis.

Dan memang, lebih dari tujuh dari 10 milenial mengatakan bahwa rumah mereka saat ini lebih bersih daripada rumah masa kecil mereka, dibandingkan sekitar satu dari tiga boomer yang mengatakan hal serupa.

Meskipun menyenangkan memiliki rumah yang bersih, tapi kadang-kadang generasi milenial terlalu berlebih. "Beberapa dari mereka mencoba untuk mengatur lingkungan mereka dengan sangat baik, berbatasan dengan OCD (Obessive Compulsive Disorder),” kata Walfish—yang mengingatkan bahwa ini dapat menyebabkan masalah hubungan ketika seseorang mulai mencoba mengendalikan tingkah laku orang lain.

Baca juga: Sifat Idealis Generasi Milenial Bisa Merusak Hubungan

Apapun alasannya, keinginan untuk meningkatkan kebersihan bisa memiliki implikasi finansial. Data Gallup dari tahun lalu mengungkapkan bahwa seiring membaiknya ekonomi, satu dari empat milenial mulai menghabiskan lebih banyak uang untuk membeli barang rumah tangga seperti perlengkapan kebersihan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Kata Kata Gombal Lucu yang Bikin Gebetan Salah Tingkah
Kata Kata Gombal Lucu yang Bikin Gebetan Salah Tingkah
Wellness
Apakah Hasil Operasi Plastik Bisa Bertahan Seumur Hidup?
Apakah Hasil Operasi Plastik Bisa Bertahan Seumur Hidup?
Beauty & Grooming
Ditolak Gebetan di Gym, Pria Ini Turun Berat Badan 40 Kg dan Ubah Hidupnya
Ditolak Gebetan di Gym, Pria Ini Turun Berat Badan 40 Kg dan Ubah Hidupnya
Wellness
3 Bagian Tubuh Paling Kotor yang Sering Terlewat Saat Mandi, Apa Saja?
3 Bagian Tubuh Paling Kotor yang Sering Terlewat Saat Mandi, Apa Saja?
Beauty & Grooming
Intip Foto Prewedding Justin Hubner dan Jennifer Copper, Anggun dengan Busana Adat Jawa
Intip Foto Prewedding Justin Hubner dan Jennifer Copper, Anggun dengan Busana Adat Jawa
Fashion
Bercanda Boleh, Ini Batas Aman Prank Saat April Fools Menurut Psikolog
Bercanda Boleh, Ini Batas Aman Prank Saat April Fools Menurut Psikolog
Wellness
Jangan Asal Ikut Tren, Operasi Plastik Harus Perhatikan Harmoni Wajah
Jangan Asal Ikut Tren, Operasi Plastik Harus Perhatikan Harmoni Wajah
Beauty & Grooming
Kenapa Orang Suka Membuat Prank Saat April Fools? Ini Penjelasan Psikolog
Kenapa Orang Suka Membuat Prank Saat April Fools? Ini Penjelasan Psikolog
Wellness
Hubungan Rawan Konflik, 2 Shio Ini Tidak Cocok dengan Shio Babi
Hubungan Rawan Konflik, 2 Shio Ini Tidak Cocok dengan Shio Babi
Relationship
120 Ucapan Ulang Tahun Islami untuk Perempuan, Penuh Doa dan Menyentuh Hati
120 Ucapan Ulang Tahun Islami untuk Perempuan, Penuh Doa dan Menyentuh Hati
Wellness
7 Rahasia Tampil Trendi untuk Perempuan Usia 60 Tahun
7 Rahasia Tampil Trendi untuk Perempuan Usia 60 Tahun
Fashion
Anak Tantrum saat Gadget Diambil? Ini Cara Mengatasinya Menurut Psikolog
Anak Tantrum saat Gadget Diambil? Ini Cara Mengatasinya Menurut Psikolog
Wellness
Kematian Ibu Melahirkan Tinggi di Jember, 10 Meninggal di Awal 2026
Kematian Ibu Melahirkan Tinggi di Jember, 10 Meninggal di Awal 2026
Wellness
Tradisi April Fools di Berbagai Negara, dari Tempel Ikan hingga Kirim Misi Palsu
Tradisi April Fools di Berbagai Negara, dari Tempel Ikan hingga Kirim Misi Palsu
Wellness
Apa Itu April Fools? Tradisi Iseng 1 April yang Punya Sejarah dan Cerita Unik
Apa Itu April Fools? Tradisi Iseng 1 April yang Punya Sejarah dan Cerita Unik
Wellness
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau