Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Anak Tantrum saat Gadget Diambil? Ini Cara Mengatasinya Menurut Psikolog

Kompas.com, 1 April 2026, 14:01 WIB
Ida Setyaningsih

Penulis

KOMPAS.com - Tidak sedikit orangtua menghadapi situasi ketika anak tiba-tiba marah, menangis, atau berteriak saat waktu bermain gadget dihentikan.

Psikolog Eka Renny Yustisia menjelaskan, paparan media sosial dan konten digital secara terus-menerus membuat otak anak terbiasa dengan lonjakan cepat hormon kesenangan atau dopamin.

Akibatnya, ketika akses terhadap gadget dihentikan secara mendadak, anak dapat mengalami reaksi emosional yang kuat.

Mengapa Anak Bisa Tantrum saat Gadget Diambil?

Menurut Eka, penggunaan gadget yang terlalu sering dapat menciptakan pola stimulasi tinggi pada otak anak.

Video pendek, permainan interaktif, hingga media sosial memberi sensasi cepat yang membuat anak terus ingin mengulang pengalaman tersebut.

Ketika aktivitas itu dihentikan tiba-tiba, anak dapat mengalami kondisi yang menyerupai gejala withdrawal atau putus dari kebiasaan menyenangkan.

Reaksinya bisa berupa marah, menangis, sulit tenang, hingga menolak berkomunikasi.

Dalam situasi seperti ini, tantrum bukan semata-mata bentuk pembangkangan, tetapi juga respons emosional karena anak belum mampu mengelola rasa kecewa dan frustrasi.

Baca juga: Anak Tantrum di Tempat Umum, Orangtua Harus Apa? Ini Saran Pakar Pengasuhan

Validasi Emosi Anak Tanpa Membenarkan Perilaku

Salah satu langkah yang disarankan psikolog adalah memvalidasi emosi anak.

"Kami menyarankan orang tua untuk memvalidasi emosi anak tanpa membenarkan perilaku. Orang tua perlu menunjukkan empati dengan memahami perasaan anak agar sistem emosinya perlahan menjadi lebih tenang," ujarnya dikutip dari ANTARA, Rabu (1/3/2026).

Orangtua perlu menunjukkan bahwa perasaan anak dipahami, tanpa harus membenarkan perilaku marah berlebihan.

Misalnya, orangtua bisa mengatakan, “Ibu tahu kamu masih ingin bermain dan merasa kesal karena harus berhenti.”

Kalimat sederhana seperti ini membantu anak merasa didengar sehingga emosinya perlahan menurun.

Setelah anak lebih tenang, orang tua baru dapat menjelaskan alasan mengapa waktu bermain gadget harus dibatasi.

Pendekatan ini penting karena anak cenderung lebih sulit menerima aturan ketika sedang berada dalam puncak emosi.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau