Penulis
KOMPAS.com - Kemampuan mengelola emosi sering dianggap sebagai tanda kedewasaan, tetapi psikolog menegaskan bahwa kedewasaan emosional bukan sekadar tidak marah atau selalu terlihat tenang.
Melansir Parade (24/3/2026), kedewasaan emosional justru terlihat dari cara seseorang memahami, menerima, dan merespons emosi dalam situasi sulit.
Baca juga: 6 Kebiasaan Orang Finlandia, Negara Paling Bahagia di Dunia
Psikolog Dr. Nicole LePera menjelaskan bahwa kedewasaan emosional berarti mampu tetap tenang dan hadir saat menghadapi situasi yang tidak nyaman.
“Kedewasaan emosional bukan berarti tidak pernah merasa marah. Ini berarti seseorang menyadari perasaannya dan memilih bagaimana merespons, bukan bereaksi secara spontan,” ujar LePera.
Ia juga menambahkan bahwa banyak reaksi emosional muncul dari pengalaman masa lalu yang tersimpan dalam tubuh.
“Kedewasaan emosional terjadi saat seseorang bisa berkata, ‘Perasaan ini masuk akal, tetapi saya bisa memilih apa yang harus dilakukan sekarang,’” jelasnya.
Baca juga: 10 Tanda Pria Kurang Dewasa secara Emosional Menurut Psikolog, Bisa Ganggu Hubungan
Ilustrasi tersenyum. Psikolog mengungkap delapan tanda sederhana yang menunjukkan seseorang sudah dewasa secara emosional.Menurut LePera, ada delapan kebiasaan yang menunjukkan seseorang memiliki kedewasaan emosional. Berikut penjelasannya.
Seseorang memilih berhenti sejenak sebelum merespons, sehingga tidak mengatakan hal yang disesali.
Kesalahan diakui tanpa merasa diri buruk, lalu dijadikan pelajaran.
Seseorang bisa berkata tidak tanpa menyakiti orang lain dan berkata "ya" tanpa rasa terpaksa.
Perbedaan tidak dianggap sebagai penolakan atau ancaman.
Setelah konflik, ada usaha untuk memperbaiki dan memperkuat hubungan.
Perasaan tidak ditutupi dengan distraksi seperti bekerja berlebihan atau kebiasaan lain.
Seseorang tidak lagi merasa harus selalu kuat atau menjadi penolong bagi semua orang.