Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5 Cara Tetap Sabar Saat Menghadapi Anak Tantrum ala Yoga Arizona

Kompas.com, 20 Desember 2025, 16:05 WIB
Aliyah Shifa Rifai,
Bestari Kumala Dewi

Tim Redaksi

Konsultasi Tanya Pakar Parenting

Uraikan lika-liku Anda mengasuh anak jadi lebih simpel

Kenali soal gaya asuh lebih apik lewat konsultasi Kompas.com

KOMPAS.com - Menghadapi anak tantrum tidak selalu soal bagaimana menenangkan anak, melainkan bagaimana orangtua juga mampu mengelola emosinya sendiri terlebih dahulu.

Menurut Yoga Arizona, content creator sekaligus ayah dua anak, reaksi orangtua yang tidak terkontrol justru berpotensi membuat situasi semakin rumit.

“Sebenarnya kalau aku pribadi jadi orangtua itu bukan cuma fokus ke anaknya, tapi lebih kepada gimana aku bisa kontrol emosiku sendiri,” ujar Yoga saat ditemui dalam acara Slurp&Bounce Bebelac di Plaza Sudirman Pintu 6, Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, Jumat (19/12/2025).

Baca juga: 3 Tips Mengatasi Anak Tantrum dari Psikolog, Apa Saja?

Berdasarkan pengalamannya tersebut, berikut beberapa cara yang ia terapkan agar tetap sabar saat menghadapi anak.

Cara Tetap Tenang Memghadapi Anak Tantrum

1. Kendalikan emosi orangtua sebelum merespons anak

Yoga menuturkan bahwa menghadapi anak tantrum sebaiknya dimulai dari kemampuan orangtua mengendalikan emosi diri sendiri. 

Menurutnya, reaksi spontan yang saat emosi orangtua sedang tidak stabil justru berisiko membuat situasi semakin memanas.

Baca juga: Anak Tantrum, Apa yang Harus Dilakukan Orangtua?

Dalam praktiknya, Yoga dan istrinya sepakat untuk tidak langsung bereaksi ketika situasi terasa emosional, melainkan memberi ruang pada anak agar respons yang diberikan tetap tenang dan terkontrol.

“Kalau emosiku lagi enggak bagus, aku lebih memilih diam dan menjauh dari mereka,” cerita Yoga.

Menenangkan diri terlebih dahulu penting, agar respons kepada anak tidak berubah menjadi pelampiasan emosi orangtua, tetapi tetap disampaikan dengan tenang.

Baca juga: Anak Tantrum di Mobil, Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya

2. Tidak memaksakan anak berhenti menangis

Saat anak rewel atau menangis, Yoga memilih tidak langsung menyuruh anak diam. Menurutnya, orangtua sering kali belum mengetahui alasan anak menangis di awal situasi tersebut.

“Kita suka pengin anak langsung diam, tapi kan kita enggak tahu kenapa mereka nangis,” ujarnya.

Oleh sebab itu, Yoga memilih memberi waktu bagi anak untuk meluapkan emosinya terlebih dahulu. 

Setelah kondisi anak lebih tenang, komunikasi dapat segera dilakukan untuk mencari tahu penyebab tangisan atau tantrum anak tersebut.

Baca juga: 7 Kalimat yang Bisa Menenangkan Anak Saat Tantrum Menurut Pakar Pendidikan Keluarga

3. Ajak bicara anak setelah emosi mereda

Menurut Yoga, komunikasi akan lebih efektif jika dilakukan setelah emosi anak stabil. 

Biasanya, ia mengajak anak berbicara secara perlahan untuk memahami apa yang sebenarnya mereka rasakan.

Halaman:


Terkini Lainnya
3 Bagian Tubuh Paling Kotor yang Sering Terlewat Saat Mandi, Apa Saja?
3 Bagian Tubuh Paling Kotor yang Sering Terlewat Saat Mandi, Apa Saja?
Beauty & Grooming
Intip Foto Prewedding Justin Hubner dan Jennifer Copper, Anggun dengan Busana Adat Jawa
Intip Foto Prewedding Justin Hubner dan Jennifer Copper, Anggun dengan Busana Adat Jawa
Fashion
Bercanda Boleh, Ini Batas Aman Prank Saat April Fools Menurut Psikolog
Bercanda Boleh, Ini Batas Aman Prank Saat April Fools Menurut Psikolog
Wellness
Jangan Asal Ikut Tren, Operasi Plastik Harus Perhatikan Harmoni Wajah
Jangan Asal Ikut Tren, Operasi Plastik Harus Perhatikan Harmoni Wajah
Beauty & Grooming
Kenapa Orang Suka Membuat Prank Saat April Fools? Ini Penjelasan Psikolog
Kenapa Orang Suka Membuat Prank Saat April Fools? Ini Penjelasan Psikolog
Wellness
Hubungan Rawan Konflik, 2 Shio Ini Tidak Cocok dengan Shio Babi
Hubungan Rawan Konflik, 2 Shio Ini Tidak Cocok dengan Shio Babi
Relationship
120 Ucapan Ulang Tahun Islami untuk Perempuan, Penuh Doa dan Menyentuh Hati
120 Ucapan Ulang Tahun Islami untuk Perempuan, Penuh Doa dan Menyentuh Hati
Wellness
7 Rahasia Tampil Trendi untuk Perempuan Usia 60 Tahun
7 Rahasia Tampil Trendi untuk Perempuan Usia 60 Tahun
Fashion
Anak Tantrum saat Gadget Diambil? Ini Cara Mengatasinya Menurut Psikolog
Anak Tantrum saat Gadget Diambil? Ini Cara Mengatasinya Menurut Psikolog
Wellness
Kematian Ibu Melahirkan Tinggi di Jember, 10 Meninggal di Awal 2026
Kematian Ibu Melahirkan Tinggi di Jember, 10 Meninggal di Awal 2026
Wellness
Tradisi April Fools di Berbagai Negara, dari Tempel Ikan hingga Kirim Misi Palsu
Tradisi April Fools di Berbagai Negara, dari Tempel Ikan hingga Kirim Misi Palsu
Wellness
Apa Itu April Fools? Tradisi Iseng 1 April yang Punya Sejarah dan Cerita Unik
Apa Itu April Fools? Tradisi Iseng 1 April yang Punya Sejarah dan Cerita Unik
Wellness
4 Tips Memilih Kalung Sesuai Bentuk Leher Busana agar Elegan
4 Tips Memilih Kalung Sesuai Bentuk Leher Busana agar Elegan
Fashion
Kebanyakan Produk Perawatan Berprotein Bisa Merusak Rambut
Kebanyakan Produk Perawatan Berprotein Bisa Merusak Rambut
Beauty & Grooming
Shio Monyet Paling Cocok dengan 3 Shio Ini, Siapa Saja?
Shio Monyet Paling Cocok dengan 3 Shio Ini, Siapa Saja?
Relationship
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau