Penulis
KOMPAS.com - Mengucapkan terima kasih tidak selalu harus dalam kalimat formal. Dalam budaya Indonesia, pantun menjadi salah satu cara yang unik untuk menyampaikan rasa syukur dengan bahasa yang ringan, akrab, dan tetap berkesan.
Pantun terima kasih sering dipakai dalam berbagai situasi, mulai dari percakapan santai dengan teman, ucapan untuk pasangan, hingga ungkapan hormat kepada orang tua.
Selain terdengar lebih kreatif, pantun juga membuat pesan terasa lebih personal karena dibungkus dengan rima yang enak didengar.
Menurut kajian dalam tradisi sastra lisan Melayu yang diakui oleh UNESCO, pantun bukan sekadar permainan kata, tetapi juga media menyampaikan nilai sosial, penghargaan, nasihat, dan emosi secara halus.
Karena itu, ucapan terima kasih dalam bentuk pantun sering terasa lebih hangat dan mudah diingat.
Pantun adalah puisi lama yang biasanya terdiri dari empat baris dengan pola rima a-b-a-b. Dua baris pertama berfungsi sebagai sampiran, sedangkan dua baris terakhir memuat isi utama.
Dalam konteks ucapan terima kasih, pantun berfungsi sebagai cara menyampaikan apresiasi tanpa terdengar kaku. Bentuknya sederhana, tetapi tetap mampu membawa makna yang dalam.
Pantun punya unsur irama yang membuat kalimat lebih mudah diingat. Selain itu, penggunaan sampiran memberi nuansa santai sehingga pesan terima kasih terasa lebih cair.
Di era digital sekarang, pantun juga sering dipakai untuk caption media sosial, pesan singkat, atau ucapan di grup keluarga karena terdengar lebih akrab dan kreatif.
Baca juga: 35 Pantun Assalamualaikum untuk MC, Sambutan, dan Pembukaan Acara
Jalan pagi membeli roti,
Singgah sebentar membeli ketan.
Terima kasih sudah menemani,
Dalam suka maupun kesulitan.
Pergi ke taman melihat melati,
Harumnya sampai dekat jendela.
Terima kasih sahabat baik hati,
Selalu hadir saat aku butuh cerita.
Burung kecil hinggap di dahan,
Terbang rendah ke arah halaman.
Terima kasih ayah dan ibu tersayang,
Atas kasih yang tak pernah berkesudahan.
Pagi cerah memetik mangga,
Mangga matang dibawa pulang.
Jasa orang tua sepanjang masa,
Kasihnya selalu tak terbilang.
Malam hari melihat bintang,
Cahayanya jatuh di permukaan danau.
Terima kasih sudah datang,
Menjadi tempat pulang di setiap ragu.
Ke pasar membeli bunga melati,
Sekalian membeli pita merah.
Terima kasih sudah setia menemani,
Dalam langkah mudah maupun susah.
Baca juga: 40 Pantun Lebaran 2026 yang Lucu dan Menyentuh, Cocok untuk Dikirim ke Keluarga