Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pantun Terima Kasih yang Cocok Buat Teman, Pacar, sampai Orang Tua

Kompas.com, 31 Maret 2026, 21:02 WIB
Ida Setyaningsih

Penulis

KOMPAS.com - Mengucapkan terima kasih tidak selalu harus dalam kalimat formal. Dalam budaya Indonesia, pantun menjadi salah satu cara yang unik untuk menyampaikan rasa syukur dengan bahasa yang ringan, akrab, dan tetap berkesan.

Pantun terima kasih sering dipakai dalam berbagai situasi, mulai dari percakapan santai dengan teman, ucapan untuk pasangan, hingga ungkapan hormat kepada orang tua.

Selain terdengar lebih kreatif, pantun juga membuat pesan terasa lebih personal karena dibungkus dengan rima yang enak didengar.

Menurut kajian dalam tradisi sastra lisan Melayu yang diakui oleh UNESCO, pantun bukan sekadar permainan kata, tetapi juga media menyampaikan nilai sosial, penghargaan, nasihat, dan emosi secara halus.

Karena itu, ucapan terima kasih dalam bentuk pantun sering terasa lebih hangat dan mudah diingat.

Apa Itu Pantun Terima Kasih?

Pengertian dan Fungsi Pantun

Pantun adalah puisi lama yang biasanya terdiri dari empat baris dengan pola rima a-b-a-b. Dua baris pertama berfungsi sebagai sampiran, sedangkan dua baris terakhir memuat isi utama.

Dalam konteks ucapan terima kasih, pantun berfungsi sebagai cara menyampaikan apresiasi tanpa terdengar kaku. Bentuknya sederhana, tetapi tetap mampu membawa makna yang dalam.

Kenapa Pantun Terima Kasih Terasa Lebih Berkesan?

Pantun punya unsur irama yang membuat kalimat lebih mudah diingat. Selain itu, penggunaan sampiran memberi nuansa santai sehingga pesan terima kasih terasa lebih cair.

Di era digital sekarang, pantun juga sering dipakai untuk caption media sosial, pesan singkat, atau ucapan di grup keluarga karena terdengar lebih akrab dan kreatif.

Baca juga: 35 Pantun Assalamualaikum untuk MC, Sambutan, dan Pembukaan Acara

Contoh Pantun Terima Kasih Singkat

Pantun Terima Kasih untuk Teman

Jalan pagi membeli roti,
Singgah sebentar membeli ketan.
Terima kasih sudah menemani,
Dalam suka maupun kesulitan.

Pergi ke taman melihat melati,
Harumnya sampai dekat jendela.
Terima kasih sahabat baik hati,
Selalu hadir saat aku butuh cerita.

Pantun Terima Kasih untuk Orang Tua

Burung kecil hinggap di dahan,
Terbang rendah ke arah halaman.
Terima kasih ayah dan ibu tersayang,
Atas kasih yang tak pernah berkesudahan.

Pagi cerah memetik mangga,
Mangga matang dibawa pulang.
Jasa orang tua sepanjang masa,
Kasihnya selalu tak terbilang.

Pantun Terima Kasih untuk Pasangan

Malam hari melihat bintang,
Cahayanya jatuh di permukaan danau.
Terima kasih sudah datang,
Menjadi tempat pulang di setiap ragu.

Ke pasar membeli bunga melati,
Sekalian membeli pita merah.
Terima kasih sudah setia menemani,
Dalam langkah mudah maupun susah.

Baca juga: 40 Pantun Lebaran 2026 yang Lucu dan Menyentuh, Cocok untuk Dikirim ke Keluarga

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau