Penulis
KOMPAS.com - Pantun Assalamualaikum sering digunakan sebagai pembuka dalam berbagai acara karena mampu mencairkan suasana sekaligus memberi kesan hangat kepada audiens.
Dalam tradisi lisan masyarakat Indonesia, pantun bukan sekadar rangkaian kata berima, tetapi juga bagian dari cara berkomunikasi yang sopan, kreatif, dan mudah diingat.
Dalam konteks acara formal maupun santai, pantun pembuka kerap dipilih oleh pembawa acara atau MC untuk menarik perhatian hadirin sebelum masuk ke inti kegiatan
Sapaan yang diawali dengan pantun dinilai lebih akrab dan membuat suasana terasa tidak kaku.
Pantun memiliki pola khas empat baris dengan rima akhir yang serasi. Dua baris pertama biasanya berupa sampiran, sedangkan dua baris berikutnya berisi pesan utama.
Saat digunakan untuk pembukaan acara, pantun assalamualaikum biasanya dipadukan dengan salam pembuka agar terdengar lebih hidup.
Selain itu, pantun juga bisa disesuaikan dengan suasana acara, mulai dari rapat resmi, pengajian, seminar, hingga pertemuan keluarga.
Baca juga: Agar Makin Seru, Ajak Teman Halalbihalal dengan 5 Ide Dress Code Berikut
Pergi ke pasar membeli ketupat,
Pulangnya singgah membeli jamu.
Sebelum acara kita mulai rapat,
Assalamualaikum untuk semua tamu.
Burung merpati terbang melayang,
Hinggap sebentar di dahan jati.
Mari buka acara dengan tenang,
Assalamualaikum setulus hati.
Jalan-jalan ke kota lama,
Singgah sebentar membeli roti.
Salam hangat untuk semuanya,
Assalamualaikum pembuka hati.
Pagi hari minum teh hangat,
Ditemani kue rasa pandan.
Mari kita mulai dengan semangat,
Assalamualaikum saya ucapkan.
Ke taman bunga melihat melati,
Harumnya sampai ke ruang tamu.
Salam hormat setulus hati,
Assalamualaikum untuk hadirin semua.
Naik sepeda menuju sekolah,
Lewat jalan penuh pepohonan.
Semoga acara membawa berkah,
Assalamualaikum pembuka pertemuan.
Buah mangga jatuh ke tanah,
Dipungut anak memakai sarung.
Salam pembuka penuh amanah,
Assalamualaikum hadirin sekalian.
Pergi ke sungai membawa jala,
Ikan kecil masuk keranjang.
Sebelum acara resmi dimulai,
Assalamualaikum salam dikenang.