Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 30 Maret 2026, 11:02 WIB
Nabilla Ramadhian,
Lusia Kus Anna

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Dunia kecantikan selalu dibanjiri dengan istilah-istilah baru yang sering kali membingungkan, mulai dari ceramide hingga peptide.

Di tengah rasa pusing memilih produk yang tepat, satu kata kunci yang benar-benar patut mendapat perhatian khusus adalah kolagen.

Dilansir dari Stylist Magazine, Minggu (29/3/2026), protein struktural ini bertugas menyatukan jaringan kulit, menjaga kekencangan, serta mempertahankan elastisitasnya. Sayangnya, banyak kesalahpahaman yang beredar seputar cara kerja kolagen. Apa saja?

Baca juga: Kelebihan dan Kekurangan Produk Kecantikan Mengandung Kolagen

Ragam mitos kolagen

1. Hanya suplemen yang bisa memulihkan tingkat kolagen

Banyak yang percaya bahwa memulihkan kadar kolagen hanya bisa dilakukan dari dalam tubuh melalui konsumsi suplemen pil atau bubuk.

Namun, konsultan dokter kulit Aiza Jamil mengungkapkan bahwa penggunaan produk oles luar juga memegang peranan esensial dalam rutinitas perawatan.

“Produk perawatan kulit yang tepat dapat membantu mengurangi tampilan kehilangan kolagen melalui hidrasi dan meratakan warna dan tekstur kulit,” kata dr. Jamil.

Pemilihan krim pelembap yang didukung riset ilmiah panjang, serta mengandung partikel-partikel kecil kolagen, peptide kolagen, dan tripeptide tembaga, dapat menjadi langkah awal untuk mengencangkan wajah kembali.

“Produk yang mengandung humektan seperti peptide dapat membantu kulit menahan air dan menjaga hidrasi, sehingga garis-garis halus dan kerutan tampak kurang terlihat dan kulit tampak lebih halus dan kenyal,” ujar dr. Jamil.

Baca juga: Gen Z Mulai “Menabung Kolagen” Demi Kulit Awet Muda, Ini Alasannya

Ilustrasi skincare.Dok. Freepik/Freepik Ilustrasi skincare.

2. Kekurangan kolagen penyebab utama penuaan

Banyak yang mengira bahwa kekurangan atau menurunnya produksi kolagen adalah penyebab utama penuaan.

“Meskipun kehilangan kolagen memang terjadi setelah usia 25 tahun dan berkontribusi pada tanda-tanda penuaan, itu bukanlah satu-satunya penyebab penuaan kulit,” jelas Dr. Jamil.

Ada beberapa hal yang lebih berkontribusi pada tanda-tanda penuaan pada kulit, seperti paparan sinar ultraviolet, peradangan, kehilangan lemak di wajah, dan polusi.

Gaya hidup tidak sehat karena seperti punya kebiasaan merokok, memiliki pola makan yang buruk, kurang tidur, atau stres, juga berkontribusi pada tanda-tanda penuaan.

Oleh karena itu, kombinasi pemakaian produk topikal dengan gaya hidup sehat sangat diperlukan sebagai langkah antisipasi.

Baca juga: Studi Ungkap Jumlah Anak yang Dimiliki Berkaitan dengan Penuaan Biologis

3. Produksi kolagen baru menurun saat usia 40-an

Salah satu miskonsepsi terbesar adalah anggapan bahwa produksi kolagen baru menyusut ketika kamu memasuki usia 40 tahun. Padahal, ini sudah terjadi sejak usia 20 tahunan.

“Produksi kolagen mulai menurun sejak pertengahan usia 20-an, sehingga strategi pencegahan dini menjadi paling efektif,” ucap pakar kulit dan ahli perawatan wajah holistik Jacqueline Yong.

Halaman:


Terkini Lainnya
Kata Kata Gombal Lucu yang Bikin Gebetan Salah Tingkah
Kata Kata Gombal Lucu yang Bikin Gebetan Salah Tingkah
Wellness
Apakah Hasil Operasi Plastik Bisa Bertahan Seumur Hidup?
Apakah Hasil Operasi Plastik Bisa Bertahan Seumur Hidup?
Beauty & Grooming
Ditolak Gebetan di Gym, Pria Ini Turun Berat Badan 40 Kg dan Ubah Hidupnya
Ditolak Gebetan di Gym, Pria Ini Turun Berat Badan 40 Kg dan Ubah Hidupnya
Wellness
3 Bagian Tubuh Paling Kotor yang Sering Terlewat Saat Mandi, Apa Saja?
3 Bagian Tubuh Paling Kotor yang Sering Terlewat Saat Mandi, Apa Saja?
Beauty & Grooming
Intip Foto Prewedding Justin Hubner dan Jennifer Copper, Anggun dengan Busana Adat Jawa
Intip Foto Prewedding Justin Hubner dan Jennifer Copper, Anggun dengan Busana Adat Jawa
Fashion
Bercanda Boleh, Ini Batas Aman Prank Saat April Fools Menurut Psikolog
Bercanda Boleh, Ini Batas Aman Prank Saat April Fools Menurut Psikolog
Wellness
Jangan Asal Ikut Tren, Operasi Plastik Harus Perhatikan Harmoni Wajah
Jangan Asal Ikut Tren, Operasi Plastik Harus Perhatikan Harmoni Wajah
Beauty & Grooming
Kenapa Orang Suka Membuat Prank Saat April Fools? Ini Penjelasan Psikolog
Kenapa Orang Suka Membuat Prank Saat April Fools? Ini Penjelasan Psikolog
Wellness
Hubungan Rawan Konflik, 2 Shio Ini Tidak Cocok dengan Shio Babi
Hubungan Rawan Konflik, 2 Shio Ini Tidak Cocok dengan Shio Babi
Relationship
120 Ucapan Ulang Tahun Islami untuk Perempuan, Penuh Doa dan Menyentuh Hati
120 Ucapan Ulang Tahun Islami untuk Perempuan, Penuh Doa dan Menyentuh Hati
Wellness
7 Rahasia Tampil Trendi untuk Perempuan Usia 60 Tahun
7 Rahasia Tampil Trendi untuk Perempuan Usia 60 Tahun
Fashion
Anak Tantrum saat Gadget Diambil? Ini Cara Mengatasinya Menurut Psikolog
Anak Tantrum saat Gadget Diambil? Ini Cara Mengatasinya Menurut Psikolog
Wellness
Kematian Ibu Melahirkan Tinggi di Jember, 10 Meninggal di Awal 2026
Kematian Ibu Melahirkan Tinggi di Jember, 10 Meninggal di Awal 2026
Wellness
Tradisi April Fools di Berbagai Negara, dari Tempel Ikan hingga Kirim Misi Palsu
Tradisi April Fools di Berbagai Negara, dari Tempel Ikan hingga Kirim Misi Palsu
Wellness
Apa Itu April Fools? Tradisi Iseng 1 April yang Punya Sejarah dan Cerita Unik
Apa Itu April Fools? Tradisi Iseng 1 April yang Punya Sejarah dan Cerita Unik
Wellness
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau