Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Penjualan Wuling Diklaim Naik 20 Persen, Efek IIMS dan Momen Lebaran

Kompas.com - 18/03/2026, 20:01 WIB
Muh. Ilham Nurul Karim,
Aditya Maulana

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com – Produsen otomotif Wuling Motors mengalami peningkatan penjualan pada Februari 2026 dibandingkan Januari. Kenaikan ini dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari pulihnya aktivitas konsumen setelah libur awal tahun, hingga dorongan dari ajang pameran otomotif dan momentum jelang Lebaran.

Marketing Operation Director Wuling Motors, Ricky Christian, mengatakan peningkatan penjualan dari Januari ke Februari mencapai sekitar 20 persen. Tren ini sejalan dengan pertumbuhan pasar otomotif nasional pada periode yang sama.

"Yang pertama kita melihat memang Januari itu kan fase banyak konsumen masih habis liburan juga. Mungkin waktu kerja juga minggu pertama, minggu kedua itu masih banyak juga yang berlibur," kata Ricky di Jakarta Selatan, Jumat (13/3/2026).

Baca juga: Vespa dan Tren Lebaran: Penjualan Stabil Meski Hari Libur

Secara industri, data Gaikindo juga menunjukkan tren serupa. Penjualan mobil secara wholesales pada Februari 2026 tercatat mencapai 81.159 unit, naik sekitar 22 persen dibandingkan Januari yang berada di kisaran 66 ribuan unit.

Selain faktor musiman, ia menyebut kehadiran ajang Indonesia International Motor Show turut memberikan dampak positif terhadap penjualan. Pameran otomotif tersebut dinilai mampu menjadi stimulus yang mendorong minat beli konsumen.

"Kemudian yang kedua kita juga berterima kasih kepada ajang Indonesia International Motor Show (IIMS). Itu juga menjadi stimulus sehingga ada pertumbuhan pasar otomotif yang cukup signifikan di bulan Februari," ujarnya.

Wuling New Air EV di IIMS 2026.ilha Wuling New Air EV di IIMS 2026.

Tak hanya itu, peningkatan suplai kendaraan dari sejumlah merek juga turut menopang pertumbuhan penjualan.

Ricky menambahkan, momentum jelang Lebaran juga menjadi salah satu faktor yang mendorong permintaan kendaraan. Secara historis, periode ini kerap diikuti lonjakan penjualan, terutama menjelang hari raya.

"Tentu, momen Lebaran juga sangat berpengaruh. Itu season yang kita lihat terjadi lonjakan setiap tahunnya," kata dia.

Meski demikian, ia belum memastikan apakah tren kenaikan akan berlanjut pada Maret 2026. Pasalnya, jumlah hari kerja pada bulan tersebut relatif lebih sedikit dibandingkan Februari.

"Kalau melihat waktu kerja sebenarnya di bulan Maret ini lebih sedikit dibandingkan bulan Februari. Jadi biasanya lonjakan pasarnya itu adalah H-1 sebelum Lebaran," ucapnya.

Meski masih memantau perkembangan pasar, Wuling tetap optimistis kondisi industri otomotif nasional akan terus membaik. Hal ini juga didukung dengan strategi perusahaan menghadirkan produk-produk baru guna menjaga momentum pertumbuhan.

Baca juga: Waspada Bunyi Kaki-Kaki Mobil Sebelum Mudik, Cek Penyebabnya

"Kita sih masih optimis ya, kondisi pasar dan ekonomi Indonesia akan terus meningkat. Makanya kita bawa produk-produk terbaru juga untuk bisa menstimulus pasar otomotif ini bertumbuh lagi," tuturnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Copyright 2008 - 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau