Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Waspada Bunyi Kaki-Kaki Mobil Sebelum Mudik, Cek Penyebabnya

Kompas.com, 18 Maret 2026, 10:31 WIB
Stanly Ravel

Editor

JAKARTA, KOMPAS.com - Selain mesin, pengecekan menyeluruh pada sektor kaki-kaki mobil juga penting dilakukan sebelum menempuh perjalanan jauh. Pasalnya, hal ini berkaitan erat dengan aspek keamanan dan kenyamanan.

Dalam konteks mudik Lebaran, kaki-kaki mobil umumnya akan bekerja lebih ekstra dari biasanya. Hal ini lantaran bobot kendaraan yang lebih berat, ditambah kondisi jalan ratusan kilometer yang tak selalu mulus.

Beberapa masalah pada sistem kaki-kaki mobil bisa saja terjadi, seperti munculnya bunyi secara tiba-tiba saat perjalanan.

"Masalah seperti bunyi gluduk, bunyi tek-tek, dan bunyi cit-cit bisa datang saat Anda paling tidak mengharapkannya. Bunyi pada kaki-kaki mobil bisa menjadi sinyal awal adanya kerusakan komponen yang berpengaruh pada kenyamanan dan keselamatan berkendara," ujar Frans Andrian, Chief Marketing Officer Rotary Auto, Rabu (18/3/2026).

Baca juga: Jangan Dipaksakan Nonstop, Ban Mobil Bisa Overheat Saat Mudik

Ball joint pada mobil.Mazda Ball joint pada mobil.

Lebih lanjut Frans menjelaskan, sistem kaki-kaki mobil cukup kompleks karena terdiri dari beberapa komponen dengan beragam fungsi yang saling berhubungan untuk menjaga stabilitas kendaraan serta kenyamanan berkendara.

Contohnya seperti ball joint, shockbreaker, tie rod, stabilizer link, bushing arm, serta lower arm. Jika salah satu komponen tersebut mengalami kerusakan atau keausan, biasanya akan muncul bunyi tertentu dari bagian bawah mobil.

Penyebab Bunyi

Menurut Frans, jika bushing arm aus atau pecah, biasanya akan mengeluarkan bunyi gluduk atau kletek saat melewati jalan tidak rata. Penyebabnya umumnya karena faktor usia atau sering melewati jalan rusak.

Demikian juga jika ball joint longgar atau rusak, yang dapat menimbulkan bunyi ketika melewati jalan bergelombang atau saat berbelok. Dampaknya juga membuat kemudi terasa kurang stabil.

Jika tie rod mulai aus, biasanya akan muncul tiga gejala, yakni bunyi pada kaki-kaki, kemudi terasa kurang presisi, serta laju mobil yang terasa tidak stabil. Kondisi ini perlu segera ditangani karena akan berpengaruh pada kontrol kendaraan.

Baca juga: Update, Contraflow dan One Way Masih Berlaku di Tol Jakarta–Cikampek

Pengecekan kaki-kaki mobil sebelum mudik LebaranRotary Auto Pengecekan kaki-kaki mobil sebelum mudik Lebaran

Sementara shockbreaker yang lemah akan membuat mobil terasa limbung dan mengeluarkan bunyi pada area suspensi. Dampaknya bahkan bisa menyebabkan ban cepat mengalami keausan.

Menurut Frans, bila sudah merasakan beberapa gejala dan bunyi dari sektor kaki-kaki, jangan tunda untuk melakukan pengecekan. Jika diabaikan, dampaknya bisa merugikan, seperti ban cepat aus, kemudi tidak presisi, hingga kerusakan komponen lainnya.

Tak kalah penting, sebaiknya pengecekan dilakukan di bengkel spesialis, seperti Rotary Auto, yang memiliki teknisi serta peralatan khusus untuk mengetahui kondisi setiap komponen secara akurat.

Baca juga: Pemerintah Minta Maaf Macet Panjang di Pelabuhan Gilimanuk

Pengecekan kaki-kaki mobil sebelum mudik LebaranRotary Auto Pengecekan kaki-kaki mobil sebelum mudik Lebaran

Secara pelayanan, Rotary memiliki penanganan khusus untuk berbagai masalah kaki-kaki mobil, dari diagnosis bunyi untuk menemukan sumber masalah secara tepat, pengecekan menyeluruh untuk mencegah kerusakan lebih besar, hingga perbaikan dan penggantian komponen guna menjaga kenyamanan dan keamanan berkendara.

"Di Rotary Auto, kami memastikan setiap komponen kendaraan, dari sistem pendingin hingga kaki-kaki, berada dalam kondisi prima, sehingga pemudik bisa fokus pada kebahagiaan bertemu sanak saudara tanpa rasa khawatir di jalan," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau