Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Komparasi BYD Atto 1 vs Jaecoo J5: Duo BEV Terlaris Februari 2026

Kompas.com, 18 Maret 2026, 09:02 WIB
Muh. Ilham Nurul Karim,
Agung Kurniawan

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Pasar mobil listrik nasional semakin memanas pada awal 2026.

Berdasarkan data wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), total distribusi mobil listrik dari pabrik ke diler pada Februari 2026 mencapai 12.272 unit.

Baca juga: Update Arus Mudik Lebaran 2026: 290.000 Kendaraan Lalui Cikampek Utama

Angka ini melonjak hampir 20 persen dibandingkan Januari 2026 yang masih berada di level 10.236 unit.

Jaecoo J5 EVKOMPAS.com/Adityo Jaecoo J5 EV

Di tengah lonjakan tersebut, BYD Atto 1 tampil sebagai bintang utama dengan distribusi mencapai 3.700 unit.

Angka ini jauh meninggalkan rival terdekatnya.

Namun, yang tak kalah mencuri perhatian adalah Jaecoo J5, yang meraih posisi kedua dengan torehan 2.926 unit meski terbilang pemain baru.

Interior BYD Atto 1dok.BYD Interior BYD Atto 1

Terkait harga, perbedaan keduanya cukup berjarak.

Jaecoo J5 EVKOMPAS.com/Adityo Jaecoo J5 EV

BYD Atto 1 menjadi salah satu EV paling terjangkau dengan banderol mulai sekitar Rp 199 juta hingga Rp 235 juta, tergantung varian.

Sementara Jaecoo J5 bermain di kelas yang lebih tinggi dengan kisaran harga sekitar Rp 249 juta hingga Rp 299 jutaan.

Selisih harga ini menjadi salah satu faktor kuat yang mendorong popularitas Atto 1 di pasar.

Masuk ke sektor performa, karakter keduanya juga berbeda.

Baca juga: Waspada, Titik Rawan Macet di Tol Trans Jawa Saat Mudik Lebaran

BYD Atto 1 dibekali motor listrik 55 kW atau setara sekitar 75 tk dengan torsi 135 Nm, cukup untuk mobilitas harian di dalam kota.

Sebaliknya, Jaecoo J5 menawarkan performa jauh lebih besar dengan tenaga mencapai 155 kW atau sekitar 210 tk dan torsi 288 Nm, memberikan akselerasi yang lebih responsif untuk berbagai kondisi jalan.

Dari sisi baterai dan jarak tempuh, Jaecoo J5 kembali unggul.

SUV listrik ini mengusung baterai sekitar 60,9 kWh dengan jarak tempuh hingga 460 km (NEDC). Sementara BYD Atto 1 menggunakan baterai berkapasitas sekitar 30–38 kWh dengan jarak tempuh di kisaran 300–380 km (NEDC).

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau