JAKARTA, KOMPAS.com – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika yang dikelola oleh InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) terus memperkuat posisinya sebagai destinasi pariwisata berkelas dunia.
Upaya ini dilakukan melalui kombinasi insentif fiskal yang kompetitif, kemudahan non-fiskal, serta dukungan infrastruktur kawasan yang terintegrasi.
KEK Mandalika disebut sebagai salah satu kawasan dengan kesiapan investasi paling komprehensif di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia.
KEK Mandalika menawarkan berbagai insentif fiskal untuk meningkatkan efisiensi dan kepastian investasi.
Fasilitas tersebut meliputi tax holiday untuk kegiatan usaha utama, serta skema pengurangan pajak setelah periode insentif berakhir.
Selain itu, tersedia pula tax allowance berupa pengurangan penghasilan kena pajak dari nilai investasi, percepatan depresiasi dan amortisasi, serta pengaturan tarif pajak dividen bagi investor asing.
Dari sisi perpajakan tidak langsung, investor juga memperoleh kemudahan berupa pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas impor barang modal dan barang kena pajak tertentu. Selain itu, terdapat pembebasan bea masuk serta pajak penjualan atas barang mewah untuk properti di kawasan KEK.
Direktur Komersial dan Marketing ITDC, Febrina Mediana, mengatakan KEK Mandalika tidak hanya menawarkan insentif, tetapi juga menghadirkan ekosistem investasi yang siap dijalankan.
“Kami membangun KEK Mandalika sebagai investment-ready ecosystem, di mana insentif fiskal yang kompetitif berpadu dengan kesiapan infrastruktur, kepastian regulasi, serta demand yang terus bertumbuh. Hal ini memberikan confidence bagi investor untuk masuk lebih cepat, lebih efisien, dan mengembangkan bisnis secara berkelanjutan di kawasan,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima, Senin (30/3/2026).
Selain insentif fiskal, KEK Mandalika juga memberikan berbagai kemudahan non-fiskal untuk mempercepat proses investasi.
Fasilitas tersebut mencakup pelayanan perizinan terpadu satu pintu, kemudahan perizinan tenaga kerja asing, serta kepastian hukum melalui hak atas tanah yang bankable dengan jangka waktu hingga 80 tahun.
Pengembangan kawasan dilakukan melalui masterplan terintegrasi yang terbagi ke dalam sejumlah zona strategis, antara lain Circuit District, Kuta District, serta area pengembangan berbasis lifestyle and leisure.
Beberapa kawasan unggulan yang ditawarkan antara lain Golf Resort Community seluas 298 hektar, Tanjung Aan Premium Serenity District seluas 146 hektar untuk pengembangan hotel berstandar internasional, serta Eastern Adventure District seluas sekitar 164 hektar yang membuka peluang investasi di sektor hospitality, entertainment, dan lifestyle destination.
Dalam pengembangannya, KEK Mandalika juga mengedepankan prinsip keberlanjutan lingkungan. Hal ini diwujudkan melalui alokasi ruang terbuka hijau sekitar 30 persen, termasuk kawasan mangrove di sisi timur seluas 45 hektar.
Dari sisi kinerja, KEK Mandalika mencatatkan traction pasar yang kuat. Sepanjang 2025, jumlah kunjungan wisatawan mencapai lebih dari 1,4 juta orang dengan tingkat okupansi rata-rata sekitar 55 persen.
Tingkat hunian bahkan meningkat signifikan hingga 90 persen hingga 100 persen pada periode penyelenggaraan MotoGP, mencerminkan tingginya daya tarik kawasan bagi wisatawan domestik maupun internasional.
Penyelenggaraan berbagai event internasional seperti GT World Challenge Asia dan Asia Road Racing Championship, yang didukung oleh keberadaan Sirkuit Mandalika sebagai katalis utama, turut memperkuat posisi kawasan sebagai destinasi sportstainment tourism kelas dunia.
Selain itu, kegiatan tersebut juga mendorong multiplier effect terhadap sektor pariwisata dan ekonomi kawasan.
Dengan dukungan kebijakan pemerintah, kesiapan kawasan, serta pertumbuhan aktivitas pariwisata yang konsisten, KEK Mandalika semakin mempertegas perannya sebagai destinasi sportstainment unggulan Indonesia.
https://money.kompas.com/read/2026/03/30/081800226/kek-mandalika-tawarkan-insentif-pajak-dan-infrastruktur-untuk-tarik-investasi