Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia KKP I Nyoman Radiarta, menegaskan bahwa kesiapan sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu kunci utama keberhasilan proyek strategis tersebut.
“Penyiapan sumber daya manusia untuk mendukung pembangunan budidaya udang terintegrasi di Waingapu ini menjadi komponen yang sangat penting,” ujar Nyoman, di Jakarta, Rabu (1/3/2026).
Ia menjelaskan, kebutuhan tenaga kerja mencakup seluruh rantai kegiatan, mulai dari tahap konstruksi, sektor hulu, operasional tambak (on-farm), hingga sektor hilir dan kawasan pendukung.
Untuk operasional tambak, KKP telah membagi kebutuhan tenaga kerja dalam lima level, mulai dari manajemen hingga tenaga teknis dasar.
Level tertinggi ditempati oleh general manager, diikuti manajer dan supervisor pada berbagai bidang seperti intake, stasiun pompa, pembesaran, hingga instalasi pengolahan limbah (IPAL).
Sementara itu, level teknis mencakup operator, teknisi mesin dan listrik, hingga petugas laboratorium kesehatan ikan.
“Di level 4 diperlukan tenaga kerja dengan pengalaman minimal dua tahun, sedangkan level 5 tidak mensyaratkan pengalaman, sehingga menjadi peluang besar bagi masyarakat lokal,” jelasnya.
Pada level 5, kebutuhan tenaga kerja meliputi operator anak kolam, asisten mesin dan listrik, serta tenaga panen parsial, dengan latar belakang pendidikan minimal SMA/SMK atau sederajat.
KKP mencatat tingginya minat masyarakat terhadap proyek ini. Hingga saat ini, sebanyak 4.414 orang telah mendaftar, dengan 2.335 orang di antaranya telah melengkapi persyaratan administrasi.
“Ini menunjukkan animo masyarakat lokal sangat tinggi untuk terlibat dan berkontribusi dalam pembangunan tambak udang di Sumba Timur,” kata Nyoman.
Ia menambahkan, rekrutmen difokuskan bagi masyarakat di wilayah Sumba dan NTT, khususnya Kabupaten Sumba Timur. Proses pendaftaran dibuka hingga April 2026, dilanjutkan dengan seleksi administrasi, tes kesehatan, wawancara, dan psikotes.
Pengumuman akhir tenaga kerja terpilih dijadwalkan pada pertengahan Juli 2026. Selanjutnya, para peserta akan mengikuti pelatihan intensif, termasuk program pembekalan dasar melalui kerja sama dengan Kementerian Pertahanan.
“Kami akan melakukan pembekalan awal untuk menyamakan pola pikir dan kesiapan kerja, kemudian dilanjutkan dengan pelatihan teknis sesuai bidang masing-masing,” ujarnya.
KKP juga akan memanfaatkan fasilitas pendidikan dan pelatihan yang dimiliki, seperti politeknik dan balai pelatihan, untuk memastikan tenaga kerja memiliki kompetensi yang memadai.
“Tidak hanya satuan pendidikan, bisa jadi di balai-balai pelatihan di KKP. Karena saya kira dengan jumlah orang sampai 3.000 orang tersebut, ini perlu memanfaatkan seluruh resources, fasilitas, sarana-prasarana yang ada di KKP,” tegas dia.
https://money.kompas.com/read/2026/04/01/131000026/kkp-rekrut-ribuan-tenaga-kerja-untuk-tambak-udang-raksasa-di-waingapu