BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dan BSI

Optimalkan Potensi Zakat Rp 327 Triliun, BSI Luncurkan Green Zakat Framework

Kompas.com, 30 Agustus 2025, 17:49 WIB
Aningtias Jatmika,
Agung Dwi E

Tim Redaksi

KOMPAS.com – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) bersama United Nations Development Programme (UNDP) Indonesia dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) meluncurkan Green Zakat Framework di Kantor Pusat BSI, Jakarta, Rabu (27/8/2025).

Inisiatif tersebut merupakan upaya perseroan untuk mengoptimalkan potensi zakat nasional yang mencapai Rp 327 triliun. Peluncuran Green Zakat Framework juga diharapkan menjadi terobosan dalam mengintegrasikan pengelolaan zakat dengan pembangunan berkelanjutan.

Acara peluncuran dihadiri oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar, Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo yang efektif menjabat setelah lulus uji kepatutan dan kelayakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Deputy Resident Representative of UNDP Indonesia Sujala Pant, serta Pimpinan Bidang Pengumpulan Baznas Rizaludin Kurniawan.

Anggoro mengatakan bahwa pihaknya secara konsisten mengedepankan program yang memberi kemaslahatan umat dan sekaligus memperhatikan keberlanjutan.

“Melalui Green Zakat Framework, kami berharap, kolaborasi lintas lembaga dapat tercipta sehingga masyarakat makin terdorong untuk berzakat. Dengan begitu, potensi zakat Rp 327 triliun bisa dioptimalkan,” ucap Anggoro dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Kamis (28/8/2025).

Green Zakat Framework, lanjutnya, menjadi kerangka kerja zakat hijau pertama di dunia. Tidak hanya berfungsi sebagai instrumen pengentasan kemiskinan, zakat juga diarahkan menjadi sarana untuk mendukung kelestarian lingkungan dan agenda pembangunan berkelanjutan.

Dorong pembiayaan berkelanjutan

Hingga Juni 2025, BSI menyalurkan pembiayaan berkelanjutan senilai Rp 72,8 triliun (unaudited). Angka ini tumbuh 19,3 persen secara tahunan.

Dari jumlah tersebut, Rp 15,3 triliun di antaranya dialokasikan untuk pembiayaan hijau (green financing) yang tumbuh 14,5 persen dan Rp 57,5 triliun untuk pembiayaan sosial (social financing) yang naik 20,6 persen.

Penyaluran green financing BSI didominasi sektor pengelolaan sumber daya alam hayati, penggunaan lahan berkelanjutan, efisiensi energi, serta energi terbarukan. Bank juga aktif mendukung pembiayaan kendaraan listrik.

“Percepatan pembiayaan berkelanjutan adalah strategi BSI untuk mendukung pembangunan nasional yang berkeadilan dan berkelanjutan, menjaga kelestarian lingkungan, memperkuat daya saing, dan sekaligus menghadapi tantangan krisis iklim global,” ujar Anggoro.

Sejumlah program berkelanjutan telah diluncurkan, antara lain pembangunan green building, program “1 Home One Tree” untuk setiap pembiayaan rumah, pembangunan stasiun pengisian daya kendaraan listrik, dan penggunaan mobil listrik untuk operasional.

Sebagai informasi, hingga Mei 2025, BSI telah menyalurkan sebesar zakat Rp 65,6 miliar dengan penerima manfaat sejumlah 240.075 orang. Zakat disalurkan ke berbagai sektor, seperti ekonomi, pendidikan, kesehatan, kemanusiaan, dan dakwah atau advokasi.

Selain itu, BSI juga aktif mengembangkan Desa BSI, program beasiswa BSI Scholarship, dan Sentra UMKM BSI.

Dalam program tersebut, aksi kepedulian lingkungan turut dijalankan, seperti pemasangan panel surya, pembangunan rumah kaca ramah lingkungan, pengelolaan sampah terpadu, dan pelestarian ekosistem laut.

Secara keseluruhan, zakat yang telah didistribusikan BSI sejak berdiri mencapai hampir Rp 1 triliun, baik dari zakat korporasi maupun zakat pegawai.

Dalam rangkaian acara peluncuran, BSI juga menggelar diskusi panel bertajuk “Institutionalizing Green Zakat and Green Waqf: Turning Ethical Finance into Environmental Action.”

Forum tersebut menekankan signifikansi transparansi, pengukuran dampak, dan keberlanjutan jangka panjang dalam pengelolaan zakat berbasis lingkungan.

Baca tentang

Terkini Lainnya
Komentar di Artikel Lainnya
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau