Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

IPO Besar Warnai 2025, EMAS Terbesar, COIN Catat Return Tertinggi

Kompas.com, 31 Desember 2025, 17:21 WIB
Suparjo Ramalan ,
Teuku Muhammad Valdy Arief

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com-Tahun 2025 menjadi periode penting bagi pasar modal Indonesia. Sejumlah penawaran umum perdana saham berukuran besar muncul di tengah pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan yang fluktuatif. IPO tersebut tetap menyedot perhatian investor dan menggerakkan aktivitas pasar.

Investment Specialist PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia, Azharys Hardian, menyebut IPO terbesar sepanjang 2025 datang dari sektor pertambangan emas. Emiten tersebut adalah PT Merdeka Gold Resources Tbk berkode EMAS, anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk.

“IPO besar di 2025 adalah EMAS, anak usaha MDKA, dengan nilai penawaran mencapai sekitar Rp 4,6 triliun. Ini menjadi salah satu IPO terbesar yang pernah terjadi di Bursa Efek Indonesia dalam beberapa tahun terakhir,” ujar Azharys, Rabu (31/12/2025).

Baca juga: IPO 2025: Kuantitas Melambat, Kualitas dan Penghimpunan Dana Disorot

Nilai IPO besar tidak selalu sejalan dengan imbal hasil tertinggi. Sepanjang 2025, saham IPO dengan return paling tinggi justru dicatatkan PT Indokripto Koin Semesta Tbk atau COIN.

PT Merdeka Gold Resources Tbk resmi mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia pada 23 September 2025. Saham EMAS langsung melonjak 25 persen ke level Rp 3.600 per saham pada hari pertama perdagangan dan menyentuh auto reject atas. Antusiasme investor terlihat kuat sejak awal.

Dalam penawaran umum perdana, EMAS melepas 1,62 miliar saham baru atau setara 10 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Harga penawaran ditetapkan Rp 2.880 per saham. Dari aksi ini, perseroan menghimpun dana Rp 4,66 triliun.

Dana hasil IPO, setelah dikurangi biaya emisi, digunakan sebagai modal kerja anak usaha di bidang penambangan dan pengolahan emas serta untuk membayar sebagian pinjaman.

EMAS mengelola Proyek Emas Pani di Kabupaten Pohuwato, Gorontalo. Proyek ini memiliki potensi sumber daya sekitar 7 juta ounces emas dan tercatat sebagai salah satu tambang emas primer terbesar di Indonesia. Tambang tersebut dirancang berbiaya rendah dengan umur panjang serta target produksi puncak hingga 500.000 ounces emas per tahun. Produksi emas pertama ditargetkan mulai kuartal I 2026.

“Melalui IPO ini, kami memperkuat fondasi keuangan perseroan sekaligus membuka kesempatan bagi publik untuk menjadi bagian dari perjalanan MGR,” ujar Boyke P. Abidin saat pelaksanaan IPO.

Baca juga: Raup Dana IPO Rp 2,79 Triliun, Superbank (SUPA) Jadi IPO Terbesar di Sektor Bank Digital

Ia menambahkan, langkah ini mendukung pengembangan Proyek Emas Pani dan memberi nilai tambah bagi pemangku kepentingan, termasuk masyarakat sekitar wilayah operasional.

Pencatatan saham EMAS menjadi tonggak penting bagi perusahaan dan sejalan dengan strategi pertumbuhan jangka panjang induk usaha. Dukungan MDKA dengan rekam jejak panjang di sektor tambang, termasuk Tambang Emas Tujuh Bukit di Banyuwangi, memperkuat posisi EMAS di industri emas nasional. Dalam beberapa tahun terakhir, MDKA mencatat pertumbuhan pendapatan dan laba seiring diversifikasi ke sektor nikel.

EMAS memperoleh pernyataan efektif Otoritas Jasa Keuangan pada 15 September 2025. Masa penawaran berlangsung 17 sampai 19 September 2025. Saham resmi melantai pada 23 September 2025.

Halaman:


Terkini Lainnya
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Ekbis
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Ekbis
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Ekbis
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Ekbis
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Ekbis
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Energi
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Ekbis
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM  hingga Rp 100 Triliun
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM hingga Rp 100 Triliun
Keuangan
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
Ekbis
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Keuangan
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Energi
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Industri
 KKP Percepat Pembangunan Tambak Udang Terintegrasi di Waingapu
KKP Percepat Pembangunan Tambak Udang Terintegrasi di Waingapu
Ekbis
KA Ciremai Terdampak Longsor di Maswati–Sasaksaat, Seluruh Penumpang Selamat
KA Ciremai Terdampak Longsor di Maswati–Sasaksaat, Seluruh Penumpang Selamat
Ekbis
Cara Cek Sertifikat Tanah Online, Praktis Langsung dari HP
Cara Cek Sertifikat Tanah Online, Praktis Langsung dari HP
Ekbis
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau