Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Aset Belum Cukup, Spin Off Maybank Syariah Masih Menunggu Waktu

Kompas.com, 9 Januari 2026, 07:00 WIB
Isna Rifka Sri Rahayu,
Aprillia Ika

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com – Rencana pemisahan atau spin off Unit Usaha Syariah (UUS) PT Bank Maybank Indonesia Tbk masih menunggu pemenuhan syarat aset. Hingga kini, aset Maybank Syariah belum mencapai ambang batas minimum yang ditetapkan regulator, meski menunjukkan tren pertumbuhan.

Presiden Direktur Maybank Indonesia Steffano Ridwan mengatakan, perseroan tetap berkomitmen menjalankan spin off UUS sesuai ketentuan. Aksi korporasi tersebut ditargetkan paling lambat terealisasi pada 2027.

Saat ini, total aset Maybank Syariah tercatat sebesar Rp 42 triliun. Nilai itu meningkat dibandingkan posisi Juni 2025 yang sebesar Rp 40,9 triliun, namun masih berada di bawah ketentuan minimum spin off sebesar Rp 50 triliun.

Ketentuan tersebut diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 12 Tahun 2023, yakni total aset UUS paling sedikit Rp 50 triliun atau telah melampaui 50 persen dari total aset bank induk.

“Kami sedang melakukan progres terus. Tentunya pada saat kita sudah mencapai limit di share banking kita, kita akan spin-off sesuai dengan peraturan,” ujar Steffano saat ditemui di kantornya, Jakarta, Kamis (8/1/2026).

Steffano enggan menjelaskan lebih jauh ketika ditanya mengenai kemungkinan langkah akuisisi atau penambahan modal guna mempercepat pemenuhan ketentuan aset tersebut.

Baca juga: Maybank Marathon 2026 Bakal Digelar di Bali, Ditargetkan Berkontribusi Rp 300 Miliar ke Perekonomian Setempat

Aset Belum Penuhi Ketentuan OJK

Mengutip Kontan.co.id, kinerja aset Maybank Syariah sempat tertekan pada Juni 2025. Total aset tercatat turun 2,25 persen secara tahunan menjadi Rp 40,9 triliun pada periode tersebut.

Direktur UUS Maybank Romy H. Buchari menjelaskan, penurunan aset terjadi seiring berkurangnya instrumen aset treasury. Dana dari aset tersebut banyak dialokasikan untuk menjaga likuiditas Maybank Syariah.

Menurut Romy, likuiditas yang berasal dari aset treasury juga dimanfaatkan untuk penyaluran pembiayaan, meski secara keseluruhan pembiayaan mengalami penurunan.

Baca juga: Maybank Soroti Pentingnya Literasi Keuangan Sejak Usia Dini

Pembiayaan Ikut Menyusut

Per Juni 2025, total pembiayaan Maybank Syariah tercatat sebesar Rp 29,49 triliun. Angka ini lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 32,95 triliun.

Romy menegaskan, fokus utama perseroan adalah memastikan fungsi intermediasi tetap berjalan di tengah dinamika likuiditas dan penyesuaian portofolio.

“Yang kita pentingkan itu bagaimana fungsi intermediasi itu bisa berjalan. Jadi dari DPK kita bisa berikan kepada nasabah-nasabah atau usaha-usaha yang memerlukan,” ujar Romy, Rabu (3/9/2025).

Dengan kondisi tersebut, rencana spin off Maybank Syariah masih sangat bergantung pada keberlanjutan pertumbuhan aset dalam beberapa tahun ke depan.

Baca juga: Maybank Finance Rilis Obligasi Rp 1,25 Triliun dengan Kupon Mulai 5 Persen

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Ekbis
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Ekbis
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Ekbis
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Ekbis
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Ekbis
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Energi
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Ekbis
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM  hingga Rp 100 Triliun
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM hingga Rp 100 Triliun
Keuangan
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
Ekbis
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Keuangan
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Energi
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Industri
 KKP Percepat Pembangunan Tambak Udang Terintegrasi di Waingapu
KKP Percepat Pembangunan Tambak Udang Terintegrasi di Waingapu
Ekbis
KA Ciremai Terdampak Longsor di Maswati–Sasaksaat, Seluruh Penumpang Selamat
KA Ciremai Terdampak Longsor di Maswati–Sasaksaat, Seluruh Penumpang Selamat
Ekbis
Cara Cek Sertifikat Tanah Online, Praktis Langsung dari HP
Cara Cek Sertifikat Tanah Online, Praktis Langsung dari HP
Ekbis
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau