Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

IHSG Menguat 0,30 Persen, Sempat Sentuh Level 9.000

Kompas.com, Diperbarui 12/01/2026, 10:15 WIB
Nur Jamal Shaid

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak menguat pada perdagangan hari ini, Senin (12/1/2026). IHSG berada di level 8.963,49, naik 0,30 persen atau 26,74 poin dibandingkan penutupan sebelumnya.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG dibuka di posisi 8.991,76. Sepanjang perdagangan, IHSG sempat menyentuh level tertinggi harian di 9.000,97, sementara level terendah intraday tercatat di 8.957,62.

Aktivitas perdagangan di pasar saham terpantau aktif. Volume transaksi mencapai 6,89 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 4,57 triliun. Adapun frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 602.300 kali.

Baca juga: IHSG Diperkirakan Menguat ke Posisi 9.077, Simak Deretan Saham Pilihan Analis

Mayoritas indeks saham utama turut menguat. Indeks LQ45 naik 0,63 persen ke level 873,52. Jakarta Islamic Index (JII) menguat 0,90 persen ke posisi 603,99, sementara Kompas100 naik 0,64 persen ke level 1.236,98.

Indeks saham syariah ISSI juga mencatat penguatan sebesar 0,50 persen ke posisi 325,68. Sementara itu, IDX30 naik 0,61 persen ke level 442,20, dan JII70 menguat 0,88 persen ke posisi 222,71.

Kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp 16.304 triliun, mencerminkan kondisi pasar yang tetap solid di tengah penguatan indeks saham.

Baca juga: IHSG “Ngebut” di Awal 2026, Sepekan Naik 2,16 Persen dan Tembus 9.000

Analis teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memproyeksikan IHSG masih berada pada bagian wave (v) dari wave [iii], yang menandakan tren penguatan berpeluang berlanjut selama indeks bertahan di atas area support terdekat.

“Saat ini posisi IHSG diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave (v) dari wave [iii], sehingga dapat dicermati area penguatan pada rentang 9.030–9.077,” ujar Herditya dalam analisis hariannya.

Meski demikian, pelaku pasar tetap perlu mencermati potensi koreksi jangka pendek. Koreksi teknikal diperkirakan menguji area 8.843–8.904. Level support IHSG berada di 8.867 dan 8.806, sementara area resistance terdekat terpantau di 8.996 dan 9.030.

Baca juga: IHSG Diprediksi Tembus 9.000, Analis Sorot 4 Saham Ini

“Waspadai potensi koreksi yang diperkirakan menguji 8.843–8.904. Support berada di 8.867 dan 8.806, sedangkan resistance di 8.996 dan 9.030,” kata Herditya.

Sementara itu, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus menilai IHSG berpotensi menguat terbatas. Ia memperkirakan support dan resistance IHSG berada di kisaran 8.760–9.000.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Bank QNB Indonesia Catat Lonjakan Kredit 18 Persen, NPL Turun 2,2 Persen
Bank QNB Indonesia Catat Lonjakan Kredit 18 Persen, NPL Turun 2,2 Persen
Ekbis
Dari Buka Puasa hingga Mudik, BSI Maslahat Jangkau 145 Ribu Penerima
Dari Buka Puasa hingga Mudik, BSI Maslahat Jangkau 145 Ribu Penerima
Ekbis
RI dan Korsel Sepakati 10 Kerja Sama Strategis, Fokus Mineral hingga AI
RI dan Korsel Sepakati 10 Kerja Sama Strategis, Fokus Mineral hingga AI
Ekbis
RI Antisipasi Krisis Bahan Baku Plastik, Bidik India hingga Afrika
RI Antisipasi Krisis Bahan Baku Plastik, Bidik India hingga Afrika
Ekbis
Penjualan Turun, Laba Tahun Berjalan 2025 Indocement (INTP) Justru Naik 12 Persen
Penjualan Turun, Laba Tahun Berjalan 2025 Indocement (INTP) Justru Naik 12 Persen
Ekbis
Pakai Lahan KAI dan Angkasa Pura, Pemerintah Bangun 800 Hunian di Pusat Jakarta
Pakai Lahan KAI dan Angkasa Pura, Pemerintah Bangun 800 Hunian di Pusat Jakarta
Ekbis
Indonesia Masuk Bisnis Leasing Pesawat Global, Danantara Luncurkan Platform Baru
Indonesia Masuk Bisnis Leasing Pesawat Global, Danantara Luncurkan Platform Baru
Ekbis
Merdeka Copper Gold (MDKA) Cetak Pendapatan Rp 32,06 Triliun, Turun 15,62 Persen Per 2025
Merdeka Copper Gold (MDKA) Cetak Pendapatan Rp 32,06 Triliun, Turun 15,62 Persen Per 2025
Ekbis
Strategi Kemenperin Genjot Transformasi Industri Nasional
Strategi Kemenperin Genjot Transformasi Industri Nasional
Ekbis
Pelaporan SPT 2025 Capai 10,53 Juta, Didominasi Karyawan
Pelaporan SPT 2025 Capai 10,53 Juta, Didominasi Karyawan
Ekbis
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Ekbis
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Ekbis
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Ekbis
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Ekbis
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Ekbis
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau