Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

IHSG Dibuka Menguat 0,55 Persen ke Level 8.997,41

Kompas.com, 14 Januari 2026, 09:19 WIB
Nur Jamal Shaid

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan di zona hijau pada Rabu (14/1/2026). Pada awal sesi, IHSG tercatat menguat 49,11 poin atau 0,55 persen ke level 8.997,41.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG dibuka di posisi 9.007,05. Pada perdagangan pagi, indeks sempat bergerak fluktuatif dengan menyentuh level tertinggi di 9.021,15 dan level terendah di 8.981,27.

Aktivitas transaksi terpantau cukup aktif. Hingga pagi hari, volume perdagangan mencapai 5,51 miliar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp 3,32 triliun.

Adapun frekuensi transaksi tercatat sebanyak 328.300 kali. Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia berada di kisaran Rp 16.361 triliun.

Baca juga: IHSG Incar Level 9.100, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Sejumlah indeks saham lainnya juga bergerak di zona positif. Indeks LQ45 menguat 2,23 poin atau 0,25 persen ke level 881,10. Jakarta Islamic Index (JII) naik 3,60 poin atau 0,59 persen ke posisi 610,68.

Indeks KOMPAS100 tercatat menguat 4,28 poin atau 0,35 persen ke level 1.244,63. Sementara itu, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) naik 1,86 poin atau 0,57 persen ke posisi 328,68.

Penguatan juga terjadi pada indeks IDX30 yang naik 1,26 poin atau 0,28 persen ke level 450,11. Adapun Jakarta Islamic Index 70 (JII70) menguat 1,30 poin atau 0,58 persen ke posisi 225,10.

Pergerakan IHSG di zona hijau ini terjadi setelah pada penutupan perdagangan Selasa (13/1/2026) indeks menguat 0,72 persen ke posisi 8.948. Pelaku pasar masih mencermati pergerakan IHSG di sekitar level psikologis 9.000 pada perdagangan hari ini.

Baca juga: Usia Menguat Saat Pembukaan, IHSG Tergelincir Pada Penutupan Sesi Pertama

Sejumlah analis memproyeksikan IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan. Analis teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menilai IHSG berpeluang menguji area 9.032–9.100 pada perdagangan Rabu.

Menurut Herditya, secara teknikal IHSG saat ini berada pada fase awal wave iii dari wave (v) dalam struktur wave [iii]. Kondisi tersebut membuka ruang bagi indeks untuk melanjutkan penguatan.

“Posisi IHSG saat ini diperkirakan sedang berada di awal wave iii dari wave (v) dari wave [iii], sehingga IHSG masih berpeluang menguat menguji 9.032–9.100,” ujar Herditya dalam analisis hariannya.

Meski demikian, ia mengingatkan pelaku pasar untuk tetap mencermati area resistance terdekat di kisaran 8.996–9.034. Adapun area support berada di rentang 8.839–8.806.

Sementara itu, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, memperkirakan IHSG berpotensi menguat secara terbatas. Ia menilai pergerakan IHSG berada pada kisaran support dan resistance 8.760–9.000.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Bank QNB Indonesia Catat Lonjakan Kredit 18 Persen, NPL Turun 2,2 Persen
Bank QNB Indonesia Catat Lonjakan Kredit 18 Persen, NPL Turun 2,2 Persen
Ekbis
Dari Buka Puasa hingga Mudik, BSI Maslahat Jangkau 145 Ribu Penerima
Dari Buka Puasa hingga Mudik, BSI Maslahat Jangkau 145 Ribu Penerima
Ekbis
RI dan Korsel Sepakati 10 Kerja Sama Strategis, Fokus Mineral hingga AI
RI dan Korsel Sepakati 10 Kerja Sama Strategis, Fokus Mineral hingga AI
Ekbis
RI Antisipasi Krisis Bahan Baku Plastik, Bidik India hingga Afrika
RI Antisipasi Krisis Bahan Baku Plastik, Bidik India hingga Afrika
Ekbis
Penjualan Turun, Laba Tahun Berjalan 2025 Indocement (INTP) Justru Naik 12 Persen
Penjualan Turun, Laba Tahun Berjalan 2025 Indocement (INTP) Justru Naik 12 Persen
Ekbis
Pakai Lahan KAI dan Angkasa Pura, Pemerintah Bangun 800 Hunian di Pusat Jakarta
Pakai Lahan KAI dan Angkasa Pura, Pemerintah Bangun 800 Hunian di Pusat Jakarta
Ekbis
Indonesia Masuk Bisnis Leasing Pesawat Global, Danantara Luncurkan Platform Baru
Indonesia Masuk Bisnis Leasing Pesawat Global, Danantara Luncurkan Platform Baru
Ekbis
Merdeka Copper Gold (MDKA) Cetak Pendapatan Rp 32,06 Triliun, Turun 15,62 Persen Per 2025
Merdeka Copper Gold (MDKA) Cetak Pendapatan Rp 32,06 Triliun, Turun 15,62 Persen Per 2025
Ekbis
Strategi Kemenperin Genjot Transformasi Industri Nasional
Strategi Kemenperin Genjot Transformasi Industri Nasional
Ekbis
Pelaporan SPT 2025 Capai 10,53 Juta, Didominasi Karyawan
Pelaporan SPT 2025 Capai 10,53 Juta, Didominasi Karyawan
Ekbis
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Ekbis
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Ekbis
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Ekbis
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Ekbis
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Ekbis
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau