JAKARTA, KOMPAS.com - Industri semen nasional diproyeksikan masih bakal tumbuh sepanjang 2026. Untuk itu, penting bagi pelaku industri semen nasional untuk memanfaatkan momentum pertumbuhan.
VP of Industry and Regional Research PT Bank Mandiri Tbk, Dendi Ramdani menyampaikan bahwa berdasarkan kajian dan proyeksi internal, penjualan semen nasional diperkirakan masih dapat tumbuh sekitar 2,5 persen pada 2026.
"Didorong oleh peningkatan belanja infrastruktur dan sektor properti, meskipun industri masih dihadapkan pada tantangan overcapacity, tingkat utilisasi yang belum optimal, serta tekanan efisiensi," kata dia dalam keterangan resmi, Kamis (15/1/2026).
Ia menambahkan, kondisi ini menuntut pelaku industri untuk terus beradaptasi melalui inovasi dan penguatan nilai tambah.
Baca juga: Gelar RUPSLB, Semen Indonesia (SMGR) Bahas Perubahan Anggaran Dasar hingga Penguatan Tata Kelola
Sementara itu, kondisi overcapacity dan perlambatan pertumbuhan pasar semen domestik sepanjang 2025, tak lantas membuat PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) mengikuti pasar.
Melalui SIG Infrastructure Summit bertema ”Bangga Bangun Indonesia”, SIG mengemukakan langkah-langkah strategisnya untuk menyiasati persaingan industri yang ketat.
Direktur Sales dan Marketing SIG, Dicky Saelan mengatakan, SIG terus melanjutkan transformasi bisnis untuk menghadirkan solusi bahan bangunan dan layanan pendukung yang inovatif serta relevan dengan kebutuhan pasar yang semakin dinamis.
Baca juga: Pendapatan Semen Baturaja (SMBR) Tembus Rp 1,78 Triliun, Naik 27 Persen
Semen Indonesia juga hadir lebih dekat untuk memahami kebutuhan dan karakteristik pelanggan di tiap-tiap daerah, sekaligus meningkatkan tata kelola rantai pasok agar lebih efektif dan efisien.
“SIG terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pelanggan melalui pengembangan semen hijau, produk inovatif, dan solusi konstruksi terintegrasi. Kami berupaya memastikan setiap produk dan layanan SIG tidak hanya memenuhi kebutuhan teknis proyek, tetapi juga mendukung target keberlanjutan dalam jangka panjang,” kata Dicky.
Melalui SIG Infrastructure Summit, SIG memperkuat kolaborasi antara pelaku industri, mitra bisnis, perbankan, dan pemangku kepentingan lainnya, dalam mendukung pembangunan infrastruktur nasional.
Baca juga: Hadapi Tantangan Geologis, Semen Indonesia (SMGR) Tawarkan Produk Rendah Karbon