Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tekan Biaya Logistik, IPC Terminal Petikemas Fokus Perkuat Operasional pada 2026

Kompas.com, 19 Januari 2026, 19:12 WIB
Yohana Artha Uly,
Erlangga Djumena

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) memfokuskan strategi bisnis pada penguatan operasional dan kualitas layanan sepanjang 2026 sebagai langkah korporasi untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing di tengah tingginya biaya logistik nasional.

Sebagai operator terminal petikemas, anak usaha dari Pelindo Terminal Petikemas ini memandang pelabuhan bukan sekadar fasilitas bongkar muat, melainkan aset strategis bisnis logistik yang menentukan kelancaran arus barang, struktur biaya distribusi, dan daya saing industri nasional.

Direktur Utama IPC Terminal Petikemas Guna Mulyana menegaskan, penguatan operasional menjadi kebutuhan mendasar dalam menjawab tantangan tersebut.

Baca juga: Volume Angkutan Limbah B3 KAI Logistik Tembus 14.256 Ton

“Penguatan operasional dan layanan merupakan kebutuhan utama agar IPC TPK dapat memberikan manfaat optimal bagi pengguna jasa, masyarakat, dan pemegang saham, sekaligus memperkuat peran pelabuhan dalam mendukung arus logistik nasional,” ujar Guna dalam keterangan tertulis, Senin (19/1/2026).

Langkah tersebut sekaligus menjadi titik awal implementasi Roadmap Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) 2026–2030. Tahun 2026 ditetapkan sebagai fase Operational and Service Excellence, yang diarahkan untuk membangun operasi terminal petikemas yang efisien, andal, dan terintegrasi sebagai basis pertumbuhan bisnis jangka panjang.

Tekanan untuk meningkatkan efisiensi semakin relevan mengingat biaya logistik Indonesia masih mencapai 14,29 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada 2023, berdasarkan data Bappenas dan BPS. Rasio tersebut dinilai masih tinggi dan berimplikasi langsung pada struktur biaya industri, harga barang, serta daya saing ekspor.

Menurut Guna, Roadmap RJPP 2026–2030 disusun dalam tiga tahapan pengembangan bisnis, yakni Operational & Service Excellence, Business & Connectivity Enhancement, dan Sustainable Development. Ketiga fase ini dirancang untuk mendorong efisiensi operasional, ekspansi konektivitas, serta pertumbuhan berkelanjutan.

Pada fase awal, IPC TPK menitikberatkan standarisasi proses bisnis, sistemisasi operasional, dan integrasi layanan terminal. Digitalisasi layanan menjadi instrumen penting untuk meningkatkan produktivitas, transparansi biaya, serta kecepatan layanan kepada pelanggan.

Sejumlah inisiatif digital yang telah berjalan sejak 2025 dilanjutkan pada 2026, antara lain Terminal Booking System (TBS) untuk meningkatkan keteraturan arus kendaraan dan efisiensi waktu layanan, pemindaian peti kemas untuk memperkuat keamanan dan kepatuhan, serta penerapan Terminal Operating System (TOS) Nusantara melalui sistem PARAMA dan PRAYA.

Kedua platform tersebut menjadi tulang punggung operasional berbasis data yang mendukung pengambilan keputusan bisnis secara real time.

Selain penguatan operasional, IPC TPK juga mulai melakukan penataan model bisnis dengan merancang konsep hub and spoke. Skema ini ditujukan untuk mengoptimalkan kapasitas terminal, meningkatkan konektivitas antarpelabuhan, serta memperluas jangkauan layanan secara lebih efisien.

Melalui strategi tersebut, IPC TPK menargetkan peningkatan efisiensi biaya, kualitas layanan, dan daya saing bisnis, sekaligus memperkuat kontribusi perusahaan dalam mendukung penurunan biaya logistik nasional dan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Ekbis
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Ekbis
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Ekbis
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Ekbis
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Ekbis
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Energi
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Ekbis
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM  hingga Rp 100 Triliun
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM hingga Rp 100 Triliun
Keuangan
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
Ekbis
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Keuangan
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Energi
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Industri
 KKP Percepat Pembangunan Tambak Udang Terintegrasi di Waingapu
KKP Percepat Pembangunan Tambak Udang Terintegrasi di Waingapu
Ekbis
KA Ciremai Terdampak Longsor di Maswati–Sasaksaat, Seluruh Penumpang Selamat
KA Ciremai Terdampak Longsor di Maswati–Sasaksaat, Seluruh Penumpang Selamat
Ekbis
Cara Cek Sertifikat Tanah Online, Praktis Langsung dari HP
Cara Cek Sertifikat Tanah Online, Praktis Langsung dari HP
Ekbis
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau