JAKARTA, KOMPAS.com - Pabrik pengolahan kelapa yang dibangun perusahaan China, Zhejiang FreeNow Food di Morowali, Sulawesi Tengah dijadwalkan mulai beroperasi 2026.
Perusahaan China itu berinvestasi ke Indonesia seiring permintaan produk kelapa di Negeri Tirai Bambu ini yang terus melonjak.
Adapun Indonesia menjadi negara pengekspor kelapa bulat terbesar di dunia.
Badan Karantina Indonesia melaporkan, kelapa bulat telah diekspor ke 100 negara. Di antara ratusan negara tersebut China menjadi tujuan ekspor utama.
Baca juga: Hilirisasi Kelapa: Berebut Bahan Baku, Mengejar Nilai Tambah
Pengolahan kelapa dan produk turunannya memang menjadi salah satu program hilirisasi Presiden Prabowo Subianto.
Pemerintah bahkan telah menyusun Peta Jalan Pengembangan Hilirisasi Industri Kelapa Tahun 2025-2045.
Mengutip dari AsiaNews Network, pabrik yang dibangun Zhejiang FreeNow Food di Morowali, Sulawesi Tengah akan mengolah minyak kelapa murni, santan, dan gula kelapa. Hasilnya akan diekspor ke China.
Menteri Investasi, Rosan Perkasa Roeslani pada awal Desember lalu menyebut, pabrik yang dibangun FreeNow di Morowali itu bisa mengolah 500 juta butir kelapa per tahun dan menyerap 10.000 tenaga kerja.
“Insyaallah pada pertengahan tahun 2026 ini pabriknya akan selesai di daerah Morowali, dan itu akan menyerap 500 juta butir kelapa setiap tahunnya," kata Rosan dalam Rapat Kerja di Komisi XII, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, sebagaimana dikutip Senin (19/1/2026).
Dalam mewujudkan investasi pengolahan kelapa itu, FreeNow telah meneken kesepakatan dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Banggai, Sulawesi Tengah.
Kepulauan Banggai diketahui merupakan salah satu pusat produsen kelapa di Sulawesi Tengah.
Dalam kesepakatan itu, FreeNow menyediakan bibit kelapa unggul untuk petani yang didistribusikan melalui koperasi desa.
Pemerintah Indonesia memang memberikan perhatian khusus ke hilirisasi kelapa.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli hasan (Zulhas) bahkan menyebut, kebun kelapa saat ini lebih menguntungkan dibandingkan sawit.
Menurunnya, harga kelapa saat ini sudah menyentuh Rp 12.000 per butir.