JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyebut rencana pemerintah membentuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tekstil bertujuan mengembangkan industri dari hulu hingga hilir.
Adapun pemerintah BUMN tekstil itu rencananya akan membentuk Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara.
“Saya kira itu kan bagian dari pemerintah untuk mengembangkan industri tekstil dari hulu sampai ke, dari hulu, intermediate sampai ke hilir,” kata Agus saat ditemui di kawasan Widya Chandra, Jakarta, Selasa (20/1/2026).
Menurut Agus, BUMN tekstil menjadi upaya pemerintah menghidupkan dan mendukung industri tekstil dari tingkatan terbawah hingga paling atas.
Baca juga: Pemerintah Siapkan BUMN Khusus Tekstil Setelah Sritex Pailit
Dengan dana yang lebih dari Rp 100 triliun yang rencananya akan digelontorkan pemerintah, kekosongan pada sektor tekstil dan produk tekstil (TPT) bisa terisi dari hulu hingga hilir. “Ya tentu pemerintah ya berdasarkan arahan dari Pak Presiden menyiapkan dana sekitar Rp 100 triliun itu,” kata Agus.
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan, BUMN tekstil bakal mengelola komoditas garmen dan tekstil.
Rencana pembangunan industri tekstil itu diputuskan setelah raksasa tekstil Indonesia, PT Sri Rejeki Isman Tbk atau PT Sritex dinyatakan pailit pada triwulan pertama 2025 lalu.
“Kita harapkan dalam waktu dekat prosesnya selesai agar kegiatan ekonomi Sritex tetap berjalan meski statusnya pailit,” ujar Prasetyo dalam keterangan pers di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (19/1/2026).
Prasetyo mengatakan, operasional dan ekonomi industri tekstil harus tetap berjalan.
Adapun Sritex diketahui mempekerjakan lebih dari 10.000 karyawan dengan produk tekstil dan garmen untuk pasar lokal dan global.
Rencana pembentukan BUMN tekstil sebelumnya juga diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
Menurutnya, pembentukan BUMN baru itu berangkat dari arahan Presiden Prabowo Subianto dalam rapat di kediamannya, Hambalang, Bogor, 11 Januari lalu. “BUMN baru khusus tekstil akan dibentuk, bukan menghidupkan perusahaan lama,” kata Airlangga.
Menurutnya, pemerintah akan menyusun peta jalan atau roadmap penguatan industri TPT.
Kajian awal rencana itu bahkan sudah selesai.
Untuk membangun BUMN tekstil ini, pemerintah bakal menggelontorkan dana US$ 6 miliar atau setara Rp 101,2 triliun (kurs Rp 16.868) lewat BPI Danantara.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang