Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

IHSG Menguat di Tengah Outflow Asing, Investor Menanti Arah Suku Bunga BI

Kompas.com, 17 Februari 2026, 13:18 WIB
Debrinata Rizky,
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan tanda pemulihan dengan kenaikan 3,49 persen dalam sepekan terakhir, meskipun tekanan eksternal dan aksi jual investor asing masih membayangi pasar domestik.

Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Hari Rachmansyah, mengatakan momentum penguatan ini muncul setelah pasar sempat diguncang isu terkait MSCI dan perubahan pandangan lembaga pemeringkat global terhadap sejumlah saham perbankan besar.

Di antaranya ditopang saham-saham konglomerasi seperti BUMI, RATU, BUVA.

Baca juga: IHSG Ditutup di Zona Merah, Turun 0,64 Persen ke Level 8.212

Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).Freepik Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

"Sementara di sisi lain terjadi tekanan jual asing yang cukup besar pada Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan outflow mencapai Rp 3,8 triliun dalam sepekan terakhir membuatnya terkoreksi 6,19 persen. IHSG sendiri mengalami outflow 6,1 triliun dalam sepekan. Hal ini mencerminkan rotasi dan selektivitas investor di tengah dinamika sentimen global dan domestik," katanya dalam keterangan resmi pada Selasa (17/2/2026).

Kondisi ini, katanya, menunjukkan investor masih bersikap selektif dan melakukan rotasi portofolio di tengah ketidakpastian global dan domestik.

Hari sebut meski penguatan IHSG saat ini lebih banyak ditopang oleh saham-saham konglomerasi dan sektor tertentu, meskipun sentimen eksternal masih beragam.

“Investor juga perlu memerhatikan rilis data inflasi domestik, update neraca perdagangan, serta sentimen korporasi dari laporan keuangan emiten kuartal IV 2025 yang dapat memberikan arahan lanjutan terhadap arah IHSG,” ujarnya.

Baca juga: IHSG Hari Ini Dibuka Melemah 0,52 Persen ke Level 8.222

Menurut Hari, fokus utama pasar saat ini tertuju pada keputusan suku bunga acuan Bank Indonesia yang akan diumumkan pada 19 Februari 2026.

Kebijakan tersebut dinilai akan menjadi penentu arah pasar dalam jangka pendek, terutama karena berdampak langsung terhadap sektor perbankan, likuiditas, dan permintaan kredit.

Ilustrasi suku bunga, suku bunga acuan, BI Rate. FREEPIK/FREEPIK Ilustrasi suku bunga, suku bunga acuan, BI Rate.

Selain itu, pertumbuhan kredit yang tetap solid menjadi indikasi membaiknya aktivitas ekonomi riil dan berpotensi menopang sentimen positif di pasar saham.

Dari sisi teknikal, IHSG saat ini menghadapi tantangan untuk menembus level resistance 8.300, dengan area support berada di sekitar 8.120.

Baca juga: IHSG Hari Ini Berpeluang Menguat ke 8.440, Cek Saham Pilihan Analis

Selama belum mampu menembus batas atas tersebut, pergerakan indeks diperkirakan cenderung konsolidasi dengan volatilitas terbatas.

Selain faktor domestik, dinamika pasar global juga turut memengaruhi pergerakan IHSG.

Investor global mencermati rilis data ekonomi Amerika Serikat (AS), termasuk estimasi pertumbuhan ekonomi, belanja konsumen, dan laporan keuangan perusahaan.

Ketidakpastian terkait perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) juga menambah volatilitas di pasar global, meskipun prospek ekonomi masih dinilai stabil.

Baca juga: IHSG Ditutup Melemah, Turun 0,31 Persen ke Level 8.265,35

Halaman:


Terkini Lainnya
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Ekbis
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Ekbis
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Ekbis
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Ekbis
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Ekbis
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Energi
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Ekbis
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM  hingga Rp 100 Triliun
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM hingga Rp 100 Triliun
Keuangan
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
Ekbis
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Keuangan
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Energi
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Industri
 KKP Percepat Pembangunan Tambak Udang Terintegrasi di Waingapu
KKP Percepat Pembangunan Tambak Udang Terintegrasi di Waingapu
Ekbis
KA Ciremai Terdampak Longsor di Maswati–Sasaksaat, Seluruh Penumpang Selamat
KA Ciremai Terdampak Longsor di Maswati–Sasaksaat, Seluruh Penumpang Selamat
Ekbis
Cara Cek Sertifikat Tanah Online, Praktis Langsung dari HP
Cara Cek Sertifikat Tanah Online, Praktis Langsung dari HP
Ekbis
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau