Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kinerja MPPA Tertekan, Rugi Bersih Capai Rp 152,19 Miliar pada 2025

Kompas.com, 17 Februari 2026, 14:14 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Emiten ritel PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) mencatat rugi bersih sebesar Rp 152,19 miliar sepanjang tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025.

Angka ini meningkat dibandingkan rugi bersih tahun sebelumnya sebesar Rp 118,11 miliar.

Berdasarkan laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian yang dipublikasikan di laman keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (17/2/2026), kerugian tersebut terjadi meskipun perusahaan masih mampu membukukan pertumbuhan penjualan bersih dan laba usaha.

Baca juga: Penjualan Matahari Putra Prima (MPPA) Rp 7,25 Triliun pada 2025, Naik 1,9 Persen

Ilustrasi warga berbelanja di Matahari Department Store.DOK. Matahari Department Store Ilustrasi warga berbelanja di Matahari Department Store.

Namun, beban keuangan dan beban pajak yang signifikan turut menekan kinerja akhir perusahaan.

Penjualan bersih tumbuh jadi Rp 7,25 triliun

Sepanjang 2025, MPPA membukukan penjualan bersih sebesar Rp 7,25 triliun, meningkat dari Rp 7,12 triliun pada 2024.

Seiring peningkatan penjualan, beban pokok penjualan tercatat sebesar Rp 5,99 triliun, naik dari Rp 5,89 triliun pada tahun sebelumnya. Dengan demikian, laba bruto tercatat sebesar Rp 1,27 triliun, meningkat dibandingkan Rp 1,23 triliun pada 2024.

Kenaikan laba bruto menunjukkan bahwa secara operasional perusahaan masih mampu menjaga margin di tengah dinamika sektor ritel.

Baca juga: Pluxee Gandeng MPPA Untuk Ekspansi ke Jaringan Pasar Swalayan Indonesia

Selain itu, MPPA juga mencatat pendapatan sewa sebesar Rp 73,21 miliar pada 2025, sedikit menurun dari Rp 74,77 miliar pada tahun sebelumnya. Sementara pos lain-lain bersih memberikan kontribusi Rp 174 juta, turun dari Rp 27,43 miliar pada 2024.

Suasana bazar di Matahari Department Store, Mal Citraland Tanjung Duren, Jakarta Barat, Minggu (2/5/2021).Dokumentasi Manajemen Mal Ciputra Jakarta Suasana bazar di Matahari Department Store, Mal Citraland Tanjung Duren, Jakarta Barat, Minggu (2/5/2021).

Beban administrasi dan penjualan tetap tinggi

Dari sisi operasional, beban penjualan MPPA tercatat sebesar Rp 239,57 miliar pada 2025, meningkat dibandingkan Rp 220,43 miliar pada 2024.

Sementara itu, beban umum dan administrasi tercatat sebesar Rp 1,07 triliun, relatif stabil dibandingkan Rp 1,08 triliun pada tahun sebelumnya.

Dengan memperhitungkan seluruh beban operasional dan pendapatan lainnya, MPPA membukukan laba usaha sebesar Rp 26,08 miliar pada 2025. Angka ini lebih rendah dibandingkan laba usaha Rp 33,92 miliar pada 2024.

Baca juga: Ditopang Hypermart, MPPA Raup Pendapatan Rp 2,6 Triliun

Beban keuangan dan pajak dorong kerugian

Setelah laba usaha, tekanan terbesar datang dari beban keuangan dan pajak.

MPPA mencatat beban keuangan sebesar Rp 124,49 miliar pada 2025, meskipun lebih rendah dibandingkan Rp 136,59 miliar pada tahun sebelumnya. Di sisi lain, penghasilan keuangan tercatat sebesar Rp 5,60 miliar, turun dari Rp 6,79 miliar pada 2024.

Dengan memperhitungkan pos tersebut, perusahaan mencatat rugi sebelum pajak sebesar Rp 92,80 miliar pada 2025, dibandingkan rugi sebelum pajak Rp 95,88 miliar pada 2024.

Selanjutnya, MPPA mencatat beban pajak penghasilan sebesar Rp 54,26 miliar, meningkat tajam dari Rp 17,97 miliar pada tahun sebelumnya. Selain itu, terdapat beban pajak final sebesar Rp 5,14 miliar.

Baca juga: Matahari Department Store Konfirmasi Tutup Gerai yang Kinerjanya Buruk

Halaman:


Terkini Lainnya
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Ekbis
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Ekbis
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Ekbis
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Ekbis
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Ekbis
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Energi
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Ekbis
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM  hingga Rp 100 Triliun
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM hingga Rp 100 Triliun
Keuangan
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
Ekbis
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Keuangan
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Energi
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Industri
 KKP Percepat Pembangunan Tambak Udang Terintegrasi di Waingapu
KKP Percepat Pembangunan Tambak Udang Terintegrasi di Waingapu
Ekbis
KA Ciremai Terdampak Longsor di Maswati–Sasaksaat, Seluruh Penumpang Selamat
KA Ciremai Terdampak Longsor di Maswati–Sasaksaat, Seluruh Penumpang Selamat
Ekbis
Cara Cek Sertifikat Tanah Online, Praktis Langsung dari HP
Cara Cek Sertifikat Tanah Online, Praktis Langsung dari HP
Ekbis
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau