Penulis
JAKARTA, KOMPAS.com - Emiten ritel PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) mencatat rugi bersih sebesar Rp 152,19 miliar sepanjang tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025.
Angka ini meningkat dibandingkan rugi bersih tahun sebelumnya sebesar Rp 118,11 miliar.
Berdasarkan laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian yang dipublikasikan di laman keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (17/2/2026), kerugian tersebut terjadi meskipun perusahaan masih mampu membukukan pertumbuhan penjualan bersih dan laba usaha.
Baca juga: Penjualan Matahari Putra Prima (MPPA) Rp 7,25 Triliun pada 2025, Naik 1,9 Persen
Ilustrasi warga berbelanja di Matahari Department Store.Namun, beban keuangan dan beban pajak yang signifikan turut menekan kinerja akhir perusahaan.
Sepanjang 2025, MPPA membukukan penjualan bersih sebesar Rp 7,25 triliun, meningkat dari Rp 7,12 triliun pada 2024.
Seiring peningkatan penjualan, beban pokok penjualan tercatat sebesar Rp 5,99 triliun, naik dari Rp 5,89 triliun pada tahun sebelumnya. Dengan demikian, laba bruto tercatat sebesar Rp 1,27 triliun, meningkat dibandingkan Rp 1,23 triliun pada 2024.
Kenaikan laba bruto menunjukkan bahwa secara operasional perusahaan masih mampu menjaga margin di tengah dinamika sektor ritel.
Baca juga: Pluxee Gandeng MPPA Untuk Ekspansi ke Jaringan Pasar Swalayan Indonesia
Selain itu, MPPA juga mencatat pendapatan sewa sebesar Rp 73,21 miliar pada 2025, sedikit menurun dari Rp 74,77 miliar pada tahun sebelumnya. Sementara pos lain-lain bersih memberikan kontribusi Rp 174 juta, turun dari Rp 27,43 miliar pada 2024.
Suasana bazar di Matahari Department Store, Mal Citraland Tanjung Duren, Jakarta Barat, Minggu (2/5/2021).Dari sisi operasional, beban penjualan MPPA tercatat sebesar Rp 239,57 miliar pada 2025, meningkat dibandingkan Rp 220,43 miliar pada 2024.
Sementara itu, beban umum dan administrasi tercatat sebesar Rp 1,07 triliun, relatif stabil dibandingkan Rp 1,08 triliun pada tahun sebelumnya.
Dengan memperhitungkan seluruh beban operasional dan pendapatan lainnya, MPPA membukukan laba usaha sebesar Rp 26,08 miliar pada 2025. Angka ini lebih rendah dibandingkan laba usaha Rp 33,92 miliar pada 2024.
Baca juga: Ditopang Hypermart, MPPA Raup Pendapatan Rp 2,6 Triliun
Setelah laba usaha, tekanan terbesar datang dari beban keuangan dan pajak.
MPPA mencatat beban keuangan sebesar Rp 124,49 miliar pada 2025, meskipun lebih rendah dibandingkan Rp 136,59 miliar pada tahun sebelumnya. Di sisi lain, penghasilan keuangan tercatat sebesar Rp 5,60 miliar, turun dari Rp 6,79 miliar pada 2024.
Dengan memperhitungkan pos tersebut, perusahaan mencatat rugi sebelum pajak sebesar Rp 92,80 miliar pada 2025, dibandingkan rugi sebelum pajak Rp 95,88 miliar pada 2024.
Selanjutnya, MPPA mencatat beban pajak penghasilan sebesar Rp 54,26 miliar, meningkat tajam dari Rp 17,97 miliar pada tahun sebelumnya. Selain itu, terdapat beban pajak final sebesar Rp 5,14 miliar.
Baca juga: Matahari Department Store Konfirmasi Tutup Gerai yang Kinerjanya Buruk