Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ketegangan Iran-AS di Selat Hormuz Bayangi Pasar Minyak Global

Kompas.com, 17 Februari 2026, 22:51 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

NEW YORK, KOMPAS.com - Ketegangan geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali menjadi sorotan pasar energi global setelah Teheran menggelar latihan militer di Selat Hormuz di tengah berlangsungnya perundingan nuklir kedua negara di Geneva, Swiss.

Situasi ini menimbulkan kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan minyak dunia, mengingat peran vital selat tersebut sebagai jalur utama distribusi energi global.

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur laut paling strategis di dunia. Sekitar seperlima konsumsi minyak dunia, atau setara 18 hingga 19 juta barrel per hari (bph) melewati perairan sempit ini, menjadikannya titik kritis bagi perdagangan energi internasional.

Baca juga: Trump dan Netanyahu Tekan Iran untuk Batasi Ekspor Minyak ke China

Kapal induk USS Abraham Lincoln (kiri) saat berlayar di Selat Hormuz pada 19 November 2019. Amerika Serikat mengerahkan kapal yang biasanya mangkal di Pasifik Barat ini untuk mendekat ke Iran, di tengah tensi kedua negara yang semakin memanas.US NAVY/ZACHARY PEARSON via AFP Kapal induk USS Abraham Lincoln (kiri) saat berlayar di Selat Hormuz pada 19 November 2019. Amerika Serikat mengerahkan kapal yang biasanya mangkal di Pasifik Barat ini untuk mendekat ke Iran, di tengah tensi kedua negara yang semakin memanas.

Pada saat yang sama, Iran dan AS melanjutkan pembicaraan tidak langsung terkait program nuklir Iran di Jenewa, Swiss dengan mediasi Oman.

Negosiasi ini berlangsung di tengah meningkatnya kehadiran militer AS di kawasan Timur Tengah dan latihan militer besar-besaran yang digelar Iran di sekitar Selat Hormuz.

Latihan militer Iran dan dampaknya terhadap Selat Hormuz

Iran mengumumkan penutupan sementara sebagian Selat Hormuz sebagai bagian dari langkah pengamanan selama latihan militer yang dilakukan oleh Garda Revolusi Iran, Selasa (17/2/2026).

Dikutip dari Reuters, penutupan tersebut dimaksudkan untuk memastikan keselamatan navigasi selama latihan militer berlangsung.

Baca juga: Iran Buka Peluang Kerja Sama Migas sampai Pesawat dengan AS

Latihan militer ini termasuk uji coba peluncuran rudal dan operasi angkatan laut yang berlangsung di salah satu jalur perdagangan energi paling penting di dunia.

Langkah tersebut dilakukan bersamaan dengan pembicaraan nuklir yang berlangsung di Jenewa dan meningkatnya kehadiran militer AS di kawasan tersebut.

Ilustrasi kapal tanker. PIXABAY/TED ERSKI Ilustrasi kapal tanker.

Menurut International Energy Agency (IEA), sekitar seperempat pengiriman minyak melalui laut dan sekitar seperlima perdagangan gas alam cair (LNG) global melewati Selat Hormuz.

Hal ini membuat setiap gangguan di jalur tersebut berpotensi memicu dampak signifikan terhadap pasar energi global.

Baca juga: Harga Minyak Turun 1,4 Persen Usai AS-Iran Sepakat Gelar Pembicaraan

Ancaman terhadap jalur ini juga bukan hal baru. Iran sebelumnya telah beberapa kali mengancam akan menutup Selat Hormuz sebagai respons terhadap tekanan militer dan ekonomi dari AS dan sekutunya.

Perundingan nuklir berlangsung di tengah ancaman konflik

Negosiasi antara Iran dan AS bertujuan untuk mencapai kesepakatan terkait program nuklir Iran, dengan fokus pada pembatasan pengayaan uranium dan pemulihan mekanisme pengawasan internasional.

Pembicaraan ini merupakan kelanjutan dari rangkaian negosiasi yang telah dimulai sejak 2025 dan kembali dilanjutkan setelah sempat terhenti akibat konflik militer di kawasan.

Presiden AS Donald Trump menyatakan harapannya agar perundingan tersebut dapat menghasilkan kesepakatan.

Baca juga: Harga Emas Dunia Kembali Tembus 5.000 Dollar AS Usai Insiden Drone Iran

Halaman:


Terkini Lainnya
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Ekbis
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Ekbis
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Ekbis
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Ekbis
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Ekbis
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Energi
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Ekbis
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM  hingga Rp 100 Triliun
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM hingga Rp 100 Triliun
Keuangan
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
Ekbis
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Keuangan
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Energi
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Industri
 KKP Percepat Pembangunan Tambak Udang Terintegrasi di Waingapu
KKP Percepat Pembangunan Tambak Udang Terintegrasi di Waingapu
Ekbis
KA Ciremai Terdampak Longsor di Maswati–Sasaksaat, Seluruh Penumpang Selamat
KA Ciremai Terdampak Longsor di Maswati–Sasaksaat, Seluruh Penumpang Selamat
Ekbis
Cara Cek Sertifikat Tanah Online, Praktis Langsung dari HP
Cara Cek Sertifikat Tanah Online, Praktis Langsung dari HP
Ekbis
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau