Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Meski Safe Haven, HSBC Sebut Harga Emas Tetap Rentan Volatilitas

Kompas.com, 18 Februari 2026, 09:13 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Emas telah lama dikenal sebagai aset safe haven atau lindung nilai yang diminati investor ketika ketidakpastian ekonomi meningkat. Namun, posisi emas sebagai aset aman tidak berarti pergerakan harganya stabil.

Tahun 2026 diperkirakan menjadi periode ketika volatilitas justru menjadi karakter utama pasar logam mulia tersebut, dipengaruhi oleh dinamika kebijakan moneter Amerika Serikat (AS), pergerakan dollar AS, serta perubahan ekspektasi investor global.

James Steel, Chief Precious Metals Analyst HSBC, mengatakan bahwa volatilitas akan menjadi ciri utama pasar logam mulia tahun ini.

Baca juga: Reli Emas Diprediksi Berlanjut pada 2026, Bank Global Naikkan Target Harga

Ilustrasi emas. Pegadaian Ungkap Penyebab Nasabah Sulit Cetak Emas FisikDOK. Pixabay/Global_Intergold. Ilustrasi emas. Pegadaian Ungkap Penyebab Nasabah Sulit Cetak Emas Fisik

Dalam wawancara dengan CNBC, Steel menjelaskan faktor kebijakan suku bunga Federal Reserve dan kekuatan dollar AS akan terus membentuk arah permintaan emas

Ia menegaskan status emas sebagai aset safe haven tidak menjamin stabilitas harga.

"Hanya karena (emas) safe haven, bukan berarti tidak bergejolak," kata Steel.

Pernyataan tersebut mencerminkan realitas bahwa meskipun emas sering dipandang sebagai pelindung nilai, investor tetap menghadapi fluktuasi harga yang signifikan dalam jangka pendek maupun menengah.

Baca juga: Harga Emas Melemah, Pasar Tunggu Sinyal The Fed

Emas dan status safe haven dalam konteks ekonomi global

Emas secara historis digunakan sebagai lindung nilai terhadap inflasi, gejolak pasar keuangan, dan risiko geopolitik.

Ketika pasar saham bergejolak atau nilai mata uang melemah, investor cenderung beralih ke emas karena sifatnya yang dianggap lebih stabil dalam jangka panjang.

Namun, perkembangan pasar modern menunjukkan, emas tetap rentan terhadap faktor makroekonomi, khususnya perubahan kebijakan moneter.

Ilustrasi emas. DOK. Pixabay/hamiltonleen. Ilustrasi emas.

Steel menekankan, pasar emas sangat sensitif terhadap ekspektasi suku bunga dan nilai tukar dollar AS, yang memengaruhi daya tarik emas bagi investor global. 

Baca juga: Investasi Emas Digital Populer, Hindari Kesalahan Ini agar Tak Rugi

Pergerakan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS (US Treasury) menjadi salah satu indikator penting yang memengaruhi harga emas.

Dalam beberapa hari sebelum wawancara tersebut, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turun tajam dari 4,30 persen menjadi sekitar 4,00 persen. 

Secara teori, penurunan imbal hasil obligasi biasanya mendukung harga emas karena mengurangi opportunity cost memegang aset yang tidak menghasilkan bunga seperti emas.

Namun, Steel mencatat reaksi pasar emas tidak selalu mengikuti pola yang sederhana.

Baca juga: Investasi Emas Digital: Ini yang Harus Dipahami Investor Pemula

Fenomena tersebut menunjukka harga emas dipengaruhi oleh kombinasi faktor yang kompleks, termasuk persepsi investor terhadap kebijakan bank sentral, kondisi likuiditas global, dan kekuatan dolar AS.

Kebijakan The Fed sebagai faktor utama volatilitas

Bank sentral AS Federal Reserve (The Fed) memainkan peran sentral dalam menentukan arah pasar emas melalui kebijakan suku bunga dan sinyal kebijakan moneter.

Ketika suku bunga meningkat, emas biasanya menghadapi tekanan karena investor cenderung beralih ke aset berbunga seperti obligasi. Sebaliknya, ketika suku bunga turun atau diperkirakan akan turun, emas menjadi lebih menarik.

Steel mengatakan, eksposur dollar AS menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi volatilitas emas tahun ini.

Baca juga: Harga Emas Naik Turun, Waspadai Risiko FOMO bagi Investor

Ilustrasi emas.  Berikut daftar harga emas batangan Antam yang tercatat di laman Logam MuliaDOK. Pexels/Michael Steinberg. Ilustrasi emas. Berikut daftar harga emas batangan Antam yang tercatat di laman Logam Mulia

Halaman:


Terkini Lainnya
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Ekbis
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Ekbis
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Ekbis
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Ekbis
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Ekbis
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Energi
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Ekbis
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM  hingga Rp 100 Triliun
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM hingga Rp 100 Triliun
Keuangan
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
Ekbis
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Keuangan
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Energi
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Industri
 KKP Percepat Pembangunan Tambak Udang Terintegrasi di Waingapu
KKP Percepat Pembangunan Tambak Udang Terintegrasi di Waingapu
Ekbis
KA Ciremai Terdampak Longsor di Maswati–Sasaksaat, Seluruh Penumpang Selamat
KA Ciremai Terdampak Longsor di Maswati–Sasaksaat, Seluruh Penumpang Selamat
Ekbis
Cara Cek Sertifikat Tanah Online, Praktis Langsung dari HP
Cara Cek Sertifikat Tanah Online, Praktis Langsung dari HP
Ekbis
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau