Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Analis: Konflik Timur Tengah Bisa Bikin Harga Emas Dunia Tembus 6.000 Dollar AS

Kompas.com, 1 Maret 2026, 14:22 WIB
Suparjo Ramalan ,
Aprillia Ika

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Harga emas dunia diproyeksi kembali mencetak rekor baru di tengah memanasnya konflik Iran dan Israel, serta menyeret Amerika Serikat (AS).

Analis komoditas, Ibrahim Assuaibi, mengatakan jika eskalasi konflik terus berlanjut, harga logam mulia tersebut berpeluang menembus level psikologis 6.000 dollar AS per troy ounce dalam waktu dekat.

Menurutnya, ketegangan geopolitik di Timur Tengah menjadi katalis utama lonjakan harga emas. Dalam situasi perang dan ketidakpastian global, investor cenderung memburu aset safe haven untuk melindungi nilai kekayaan mereka.

“Ada indikasi, jika perang masih terus berkecamuk, kemungkinan besar level 6.000 Dollar AS per troy ounce akan tercapai di bulan Maret ini,” ujar Ibrahim lewat keterangan pers Minggu (1/3/2026).

Baca juga: Harga Emas Dunia Melonjak Usai AS dan Israel Serang Iran

Jika konflik tidak mereda, pekan depan harga emas dunia bisa bergerak di rentang 5.365-5.500 dollar AS per troy ounce. Bahkan, ia memperkirakan penutupan mingguan berpeluang berada di level 5.500 dollar AS.

”Dalam satu minggu sampai hari Sabtu pagi, kemungkinan besar harga emas dunia ditutup di level 5.500 dollar AS per troy ounce, kemudian harga logam mulia di Rp3.400.000 per gram,” paparnya.

Kenaikan harga emas global dipastikan berdampak langsung pada pasar domestik. Ibrahim memperkirakan harga emas dalam negeri bisa menembus Rp 3,5 juta per gram.

Pada Sabtu (28/2/2026), harga emas dunia di pasar spot bergerak dari 5.182 dollar AS per troy ons dan naik 1,80 persen ke posisi 5.278-5.280 dollar AS per troy ons, menjadi level tertinggi dalam sepekan terakhir.

Baca juga: Harga Emas Dunia Sentuh 5.263 Dollar AS, Perak Ikut Melonjak

Secara mingguan, kenaikan harga emas mencapai 3,12 persen. Harga emas global sejak Jumat (27/2/2026) berada di 5.277,29 dollar AS per troy ons, naik 1,74 persen dari perdagangan sebelumnya.

Di dalam negeri, harga emas batangan Logam Mulia produksi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) ikut naik. Berdasarkan data resmi Logam Mulia, Sabtu (28/2/2026), harga emas Antam ukuran 1 gram menjadi Rp 3.085.000, meningkat Rp 40.000 dibandingkan posisi sebelumnya Rp 3.045.000 per gram.

Lebih jauh, serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran memicu kekhawatiran baru di pasar energi global. Konflik yang melibatkan salah satu produsen utama minyak dunia itu dinilai berisiko mengganggu pasokan energi dari Timur Tengah, bahkan dalam skenario terburuk dapat memicu resesi ekonomi global.

Baca juga: Harga Emas Antam Sepekan Naik Rp 73.000, Kini Tembus Rp 3,085 Juta Per Gram

Iran merupakan produsen minyak terbesar keempat di Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC), dengan produksi lebih dari 3 juta barrel per hari pada Januari 2026. Negara Republik Islam ini juga memiliki garis pantai yang berbatasan langsung dengan Selat Hormuz, jalur pelayaran paling vital dalam perdagangan minyak dunia.

Mengutip CNBC internasional, selama ini pasar minyak cenderung mengabaikan risiko gangguan pasokan dari kawasan tersebut. Namun, Bob McNally, mantan penasihat energi Gedung Putih di era Presiden George W. Bush, menilai pelaku pasar meremehkan potensi pembalasan Iran atas serangan Amerika Serikat.

“Ini situasi yang sangat serius,” ujar McNally, pendiri dan presiden Rapidan Energy.

Baca juga: AS-Israel Serang Iran: Selat Hormuz Ditutup, Harga Minyak dan Emas Melonjak

Halaman:


Terkini Lainnya
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Ekbis
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Ekbis
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Ekbis
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Ekbis
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Ekbis
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Energi
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Ekbis
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM  hingga Rp 100 Triliun
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM hingga Rp 100 Triliun
Keuangan
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
Ekbis
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Keuangan
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Energi
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Industri
 KKP Percepat Pembangunan Tambak Udang Terintegrasi di Waingapu
KKP Percepat Pembangunan Tambak Udang Terintegrasi di Waingapu
Ekbis
KA Ciremai Terdampak Longsor di Maswati–Sasaksaat, Seluruh Penumpang Selamat
KA Ciremai Terdampak Longsor di Maswati–Sasaksaat, Seluruh Penumpang Selamat
Ekbis
Cara Cek Sertifikat Tanah Online, Praktis Langsung dari HP
Cara Cek Sertifikat Tanah Online, Praktis Langsung dari HP
Ekbis
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau