Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
KILAS

Jalur Rel Jadi Andalan Distribusi, KAI Angkut 42.405 Ton Barang pada Awal 2026

Kompas.com, 4 Maret 2026, 17:19 WIB
I Jalaludin S,
DWN

Tim Redaksi

KOMPAS.com – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat realisasi angkutan barang ritel sebesar 42.405 ton sepanjang Januari–Februari 2026.

Capaian tersebut menjadi indikator terjaganya kelancaran distribusi barang menjelang Ramadhan dan Lebaran 1447 Hijriah (H)/2026 Masehi.

“Awal tahun merupakan fase penting bagi pelaku usaha untuk memastikan ketersediaan stok sebelum memasuki periode permintaan tinggi,” ujar Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Rabu (4/3/2026).

Baca juga: Jelang Masa Lebaran, KAI Daop 7 Tutup Perlintasan Kereta Tanpa Palang di Blitar

Menurut Anne, layanan angkutan ritel berperan dalam mendistribusikan barang konsumsi, kebutuhan harian, hingga komoditas pendukung sektor perdagangan.

Pola pengiriman terjadwal dengan kapasitas angkut terukur membantu pelaku usaha, termasuk usaha mikro kecil menengah (UMKM), menjaga kesinambungan suplai.

Kepastian waktu tempuh juga memberikan ruang perencanaan yang lebih presisi sehingga arus barang dari sentra produksi ke pusat konsumsi dapat berlangsung efisien.

Kinerja awal 2026 tersebut melanjutkan tren positif dalam dua tahun terakhir.

Sepanjang 2025, volume angkutan ritel KAI mencapai 252.976 ton, meningkat dibandingkan 2024 yang sebesar 224.865 ton.

Peningkatan itu menegaskan peran transportasi berbasis rel dalam memperkuat rantai pasok antardaerah secara konsisten.

Baca juga: Panduan Lengkap Kirim Motor Mudik Lebaran dengan KAI Logistik

Model layanan dan integrasi logistik

Angkutan ritel KAI dijalankan melalui dua skema, yakni business to business (B2B) bersama mitra logistik resmi serta business to customer (B2C) yang memungkinkan masyarakat umum, termasuk UMKM, mengirimkan barang melalui jaringan mitra KAI.

Layanan tersebut telah terintegrasi dengan berbagai jasa ekspedisi dan pengiriman antarkota, sehingga pelaku usaha dapat menjangkau pasar lebih luas dengan biaya yang kompetitif.

Menjelang Lebaran, pergerakan barang cenderung meningkat seiring naiknya kebutuhan masyarakat.

Distribusi yang lancar turut menjaga stabilitas pasokan di pasar sekaligus menopang aktivitas ekonomi di berbagai daerah.

Selain itu, distribusi berbasis kereta api membantu mengurangi beban lalu lintas jalan raya dan meningkatkan efisiensi biaya logistik.

Baca juga: KAI Wisata Sediakan 30.712 Kursi Kereta Premium untuk Mudik Lebaran 2026

Anne menambahkan, KAI terus melakukan penyesuaian operasional agar kapasitas angkut tetap selaras dengan kebutuhan pasar sepanjang 2026.

Koordinasi dengan mitra usaha juga diperkuat guna menjaga keandalan layanan dan ketepatan waktu pengiriman.

“Distribusi barang yang terjaga menjadi elemen penting dalam mendukung UMKM, perdagangan, serta kesiapan masyarakat menyambut Lebaran,” tutur Anne.

Baca juga: KAI Logistik Bidik Pendapatan Rp 2,47 Triliun di 2026, Naik 119 Persen

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Ekbis
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Ekbis
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Ekbis
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Ekbis
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Ekbis
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Energi
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Ekbis
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM  hingga Rp 100 Triliun
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM hingga Rp 100 Triliun
Keuangan
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
Ekbis
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Keuangan
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Energi
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Industri
 KKP Percepat Pembangunan Tambak Udang Terintegrasi di Waingapu
KKP Percepat Pembangunan Tambak Udang Terintegrasi di Waingapu
Ekbis
KA Ciremai Terdampak Longsor di Maswati–Sasaksaat, Seluruh Penumpang Selamat
KA Ciremai Terdampak Longsor di Maswati–Sasaksaat, Seluruh Penumpang Selamat
Ekbis
Cara Cek Sertifikat Tanah Online, Praktis Langsung dari HP
Cara Cek Sertifikat Tanah Online, Praktis Langsung dari HP
Ekbis
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau