Penulis
JAKARTA, KOMPAS.com – Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) mendorong penguatan ekosistem usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui Festival Jejak Jajanan Nusantara yang digelar pada 6–8 Maret 2026 di Parkir Selatan Barat, kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta.
Kegiatan ini dirancang tidak hanya sebagai ajang promosi kuliner, tetapi juga sebagai bagian dari upaya memperluas akses pasar serta meningkatkan kapasitas pelaku UMKM melalui berbagai program pendampingan.
Deputi Bidang Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelindungan Pekerja Migran Kemenko PM Leontinus Alpha Edison mengatakan, penguatan akses pasar menjadi salah satu fokus utama dalam strategi pemberdayaan UMKM.
Baca juga: Regulasi UMKM di E-Commerce Perlu Hati-hati, Salah Atur Bisa Jadi “Senjata Makan Tuan
Deputi Bidang Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelindungan Pekerja Migran Kemenko Pembangunan Manusia Leontinus Alpha Edison.“Fokus utama Kemenko PM adalah memperkuat ekosistem UMKM dengan membuka akses pasar yang lebih luas melalui kurasi produk berkualitas dan berdaya saing tinggi,” ujar Leontinus melalui keterangan tertulis, Sabtu (7/3/2026).
Festival Jejak Jajanan Nusantara tahun ini melibatkan lebih dari 40 tenant UMKM yang telah melalui proses kurasi. Mereka akan menghadirkan beragam jajanan khas Nusantara yang mencerminkan kekayaan kuliner sekaligus kreativitas pelaku usaha lokal.
Berbagai produk yang ditampilkan dalam festival ini diharapkan dapat menjadi sarana bagi pelaku UMKM untuk memperluas jaringan pasar sekaligus memperkenalkan produknya secara langsung kepada masyarakat.
Menurut Leontinus, festival ini juga memberikan kesempatan bagi pelaku usaha yang sebelumnya belum pernah mengikuti kegiatan bazaar atau festival.
Baca juga: Terpinggirnya UMKM Dalam Program MBG
Ilustrasi UMKM kuliner.“Upaya ini juga menjadi kesempatan bagi UMKM yang belum pernah terlibat dalam kegiatan seperti bazaar atau festival untuk memasarkan dan memperkenalkan produknya secara langsung kepada masyarakat,” katanya.
Melalui kegiatan ini, pelaku usaha dapat memperoleh pengalaman berinteraksi langsung dengan konsumen sekaligus menguji respons pasar terhadap produk yang mereka tawarkan.
Selain menghadirkan tenant kuliner, rangkaian kegiatan festival juga dilengkapi dengan program pendampingan melalui Klinik UMKM.
Program ini merupakan pusat layanan konsultasi, pendampingan, serta fasilitasi gratis yang ditujukan untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.
Baca juga: Penuhi Kebutuhan UMKM hingga Tiket, Tren Pembiayaan Pindar di Ramadhan Naik
Melalui layanan tersebut, pelaku UMKM dapat memperoleh berbagai informasi dan dukungan terkait pengelolaan usaha, legalitas bisnis, hingga strategi pengembangan usaha.
Klinik UMKM diharapkan dapat membantu pelaku usaha membangun fondasi bisnis yang lebih kuat, mulai dari aspek administrasi hingga pengelolaan usaha yang lebih profesional.
Kehadiran layanan ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan UMKM memiliki dasar usaha yang legal dan berkelanjutan.
Selain Klinik UMKM, festival ini juga menghadirkan Klinik Hak Kekayaan Intelektual (HKI) yang menyediakan layanan konsultasi dan fasilitasi pendaftaran kekayaan intelektual.
Baca juga: UMKM Diajak Maksimalkan Teknologi Finansial untuk Kelola Usaha saat Ramadan
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya