Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kemenko PM Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Festival Jejak Jajanan Nusantara

Kompas.com, 7 Maret 2026, 18:27 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com – Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) mendorong penguatan ekosistem usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui Festival Jejak Jajanan Nusantara yang digelar pada 6–8 Maret 2026 di Parkir Selatan Barat, kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta.

Kegiatan ini dirancang tidak hanya sebagai ajang promosi kuliner, tetapi juga sebagai bagian dari upaya memperluas akses pasar serta meningkatkan kapasitas pelaku UMKM melalui berbagai program pendampingan.

Deputi Bidang Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelindungan Pekerja Migran Kemenko PM Leontinus Alpha Edison mengatakan, penguatan akses pasar menjadi salah satu fokus utama dalam strategi pemberdayaan UMKM.

Baca juga: Regulasi UMKM di E-Commerce Perlu Hati-hati, Salah Atur Bisa Jadi “Senjata Makan Tuan

Deputi Bidang Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelindungan Pekerja Migran Kemenko Pembangunan Manusia Leontinus Alpha Edison.DOK. KEMENKO PM Deputi Bidang Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelindungan Pekerja Migran Kemenko Pembangunan Manusia Leontinus Alpha Edison.

“Fokus utama Kemenko PM adalah memperkuat ekosistem UMKM dengan membuka akses pasar yang lebih luas melalui kurasi produk berkualitas dan berdaya saing tinggi,” ujar Leontinus melalui keterangan tertulis, Sabtu (7/3/2026).

Lebih dari 40 UMKM terlibat

Festival Jejak Jajanan Nusantara tahun ini melibatkan lebih dari 40 tenant UMKM yang telah melalui proses kurasi. Mereka akan menghadirkan beragam jajanan khas Nusantara yang mencerminkan kekayaan kuliner sekaligus kreativitas pelaku usaha lokal.

Berbagai produk yang ditampilkan dalam festival ini diharapkan dapat menjadi sarana bagi pelaku UMKM untuk memperluas jaringan pasar sekaligus memperkenalkan produknya secara langsung kepada masyarakat.

Menurut Leontinus, festival ini juga memberikan kesempatan bagi pelaku usaha yang sebelumnya belum pernah mengikuti kegiatan bazaar atau festival.

Baca juga: Terpinggirnya UMKM Dalam Program MBG

Ilustrasi UMKM kuliner.SHUTTERSTOCK/ODUA IMAGES Ilustrasi UMKM kuliner.

“Upaya ini juga menjadi kesempatan bagi UMKM yang belum pernah terlibat dalam kegiatan seperti bazaar atau festival untuk memasarkan dan memperkenalkan produknya secara langsung kepada masyarakat,” katanya.

Melalui kegiatan ini, pelaku usaha dapat memperoleh pengalaman berinteraksi langsung dengan konsumen sekaligus menguji respons pasar terhadap produk yang mereka tawarkan.

Hadirkan klinik UMKM

Selain menghadirkan tenant kuliner, rangkaian kegiatan festival juga dilengkapi dengan program pendampingan melalui Klinik UMKM.

Program ini merupakan pusat layanan konsultasi, pendampingan, serta fasilitasi gratis yang ditujukan untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.

Baca juga: Penuhi Kebutuhan UMKM hingga Tiket, Tren Pembiayaan Pindar di Ramadhan Naik

Melalui layanan tersebut, pelaku UMKM dapat memperoleh berbagai informasi dan dukungan terkait pengelolaan usaha, legalitas bisnis, hingga strategi pengembangan usaha.

Klinik UMKM diharapkan dapat membantu pelaku usaha membangun fondasi bisnis yang lebih kuat, mulai dari aspek administrasi hingga pengelolaan usaha yang lebih profesional.

Kehadiran layanan ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan UMKM memiliki dasar usaha yang legal dan berkelanjutan.

Konsultasi Hak Kekayaan Intelektual

Selain Klinik UMKM, festival ini juga menghadirkan Klinik Hak Kekayaan Intelektual (HKI) yang menyediakan layanan konsultasi dan fasilitasi pendaftaran kekayaan intelektual.

Baca juga: UMKM Diajak Maksimalkan Teknologi Finansial untuk Kelola Usaha saat Ramadan

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Merdeka Copper Gold (MDKA) Cetak Pendapatan Rp 32,06 Triliun, Turun 15,62 Persen Per 2025
Merdeka Copper Gold (MDKA) Cetak Pendapatan Rp 32,06 Triliun, Turun 15,62 Persen Per 2025
Ekbis
Strategi Kemenperin Genjot Transformasi Industri Nasional
Strategi Kemenperin Genjot Transformasi Industri Nasional
Ekbis
Pelaporan SPT 2025 Capai 10,53 Juta, Didominasi Karyawan
Pelaporan SPT 2025 Capai 10,53 Juta, Didominasi Karyawan
Ekbis
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Ekbis
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Ekbis
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Ekbis
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Ekbis
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Ekbis
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Energi
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Ekbis
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM  hingga Rp 100 Triliun
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM hingga Rp 100 Triliun
Keuangan
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
Ekbis
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Keuangan
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Energi
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Industri
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau