Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Meski Jalur Terancam Perang, Iran Masih Ekspor Minyak ke China Lewat Selat Hormuz

Kompas.com, 12 Maret 2026, 08:19 WIB
Nur Jamal Shaid

Penulis

KOMPAS.com – Iran tetap mengirim jutaan barel minyak mentah ke China melalui Selat Hormuz meski perang antara Amerika Serikat–Israel dan Iran membuat jalur pelayaran penting tersebut terganggu.

Dikutip dari CNBC, Kamis (12/3/2026), data pelacakan kapal menunjukkan Iran telah mengirim setidaknya 11,7 juta barel minyak mentah melalui Selat Hormuz sejak perang dimulai pada 28 Februari 2026, dan seluruh pengiriman tersebut ditujukan ke China.

Informasi ini disampaikan oleh Samir Madani, salah satu pendiri perusahaan pemantau kapal TankerTrackers.com.

Baca juga: Harga Minyak Dunia Naik, Perang Iran Ganggu Pasokan Global

Perusahaan tersebut memantau pergerakan kapal menggunakan citra satelit, sehingga tetap dapat mendeteksi kapal yang tidak menyalakan sistem pelacakan otomatisnya.

Menurut Madani, banyak kapal “menghilang dari radar” setelah Teheran mengancam akan menyerang kapal mana pun yang mencoba melintasi Selat Hormuz.

Penyedia data intelijen pelayaran Kpler memperkirakan sekitar 12 juta barel minyak mentah telah melewati selat tersebut sejak konflik pecah.

Analis minyak Kpler, Nhway Khin Soe, mengatakan bahwa China kemungkinan menjadi tujuan utama sebagian besar minyak tersebut.

“Karena China dalam beberapa tahun terakhir menjadi pembeli utama minyak Iran, kemungkinan besar sebagian besar barel ini akan menuju ke sana,” ujar Soe.

Baca juga: Harga Minyak Dunia Naik, DPR Pastikan BBM Subsidi Tetap Stabil

Namun, ia menambahkan bahwa menentukan tujuan akhir kapal kini semakin sulit karena banyak kapal mematikan sistem pelacakan.

Hingga kini, Administrasi Energi Nasional China belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar.

Lalu lintas kapal menurun tajam

Selat Hormuz merupakan jalur sempit yang sangat vital bagi perdagangan energi global. Sekitar seperlima pasokan minyak dan gas dunia biasanya melewati selat ini.

Namun sejak perang pecah bulan lalu, lalu lintas kapal di kawasan tersebut menurun drastis karena banyak kapal tanker menghindari wilayah konflik.

Bahkan, kurang dari dua minggu setelah perang dimulai, 10 kapal di sekitar Selat Hormuz diserang oleh Iran, yang menyebabkan setidaknya tujuh pelaut tewas, menurut International Maritime Organization.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran memperingatkan bahwa kapal tanker yang melewati Selat Hormuz harus “sangat berhati-hati”.

Baca juga: Harga Minyak Naik, Subsidi Energi Berpotensi Tekan APBN

Dari enam kapal tanker yang terdeteksi melalui citra satelit sejak 28 Februari, tiga di antaranya berbendera Iran, kata Madani.

Halaman:


Terkini Lainnya
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Ekbis
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Ekbis
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Ekbis
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Ekbis
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Ekbis
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Energi
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Ekbis
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM  hingga Rp 100 Triliun
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM hingga Rp 100 Triliun
Keuangan
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
Ekbis
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Keuangan
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Energi
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Industri
 KKP Percepat Pembangunan Tambak Udang Terintegrasi di Waingapu
KKP Percepat Pembangunan Tambak Udang Terintegrasi di Waingapu
Ekbis
KA Ciremai Terdampak Longsor di Maswati–Sasaksaat, Seluruh Penumpang Selamat
KA Ciremai Terdampak Longsor di Maswati–Sasaksaat, Seluruh Penumpang Selamat
Ekbis
Cara Cek Sertifikat Tanah Online, Praktis Langsung dari HP
Cara Cek Sertifikat Tanah Online, Praktis Langsung dari HP
Ekbis
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau