Selain itu, stasiun ini juga melayani lebih dari 200.000 penumpang transit setiap hari.
"Konsep hunian terintegrasi ini tentunya memberikan kesempatan bagi masyarakat yang layak dan terjangkau untuk tinggal lebih dekat dengan pusat aktivitas di kota. Kedekatan dengan transportasi publik membantu masyarakat menghemat waktu perjalanan dan biaya mobilitas sehari-hari," papar Bobby.
Selain di Manggarai, KAI juga berencana mengembangkan hunian berbasis stasiun di beberapa kota lain.
Di antaranya di kawasan Stasiun Kiaracondong, Bandung, yang akan dibangun di atas lahan sekitar 7.600 meter persegi dengan total 753 unit hunian yang terdiri dari dua tower.
Pengembangan juga direncanakan di kawasan Dr. Kariadi, Semarang yang berdekatan dengan Stasiun Semarang Poncol dan Stasiun Semarang Tawang.
Nantinya akan dibangun 1.042 unit hunian yang terdiri dari dua tower di atas lahan seluas sekitar 1,2 hektar.
Begitu pula akan dibangun di Stasiun Surabaya Gubeng dengan rencana 1.489 unit hunian yang terdiri dari dua tower di atas lahan seluas sekitar 1,2 hektar.
"Melalui pengembangan kawasan berbasiskan stasiun ini, KAI ingin menghadirkan ekosistem kota yang lebih terintegrasi hunian yang dekat dengan transportasi publik, penempatan lahan yang efisien, serta mobilitas yang lebih mudah bagi masyarakat perkotaan," pungkas Bobby.
Baca juga: Jelang Puncak Mudik, Pengiriman Sepeda Motor via KAI Logistik Naik 5 Persen
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang