Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ekonomi Sumbar Tumbuh 3,37 Persen di Tengah Tekanan Fiskal

Kompas.com, 16 Maret 2026, 17:56 WIB
Dharma Harisa,
Aprillia Ika

Tim Redaksi

PADANG, KOMPAS.com — Pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat pada 2025 tercatat melambat menjadi 3,37 persen. Angka ini turun dibandingkan pertumbuhan pada 2024 yang mencapai 4,36 persen.

Perlambatan ekonomi tersebut terjadi di tengah tekanan fiskal daerah serta rangkaian bencana alam yang merusak infrastruktur ekonomi dan sosial masyarakat.

“Perlambatan tersebut tentu bisa dipahami karena banyak infrastruktur ekonomi dan sosial masyarakat yang hancur dan rusak akibat bencana beruntun yang terjadi di Sumatera Barat,” kata Ketua DPRD Sumatera Barat Muhidi dalam rapat paripurna DPRD Sumbar di Padang, Senin (16/3/2026).

Muhidi menyebut tahun 2025 menjadi periode yang berat bagi Sumatera Barat karena daerah tersebut menghadapi situasi compound shock atau guncangan berlapis.

Baca juga: Industri Kecil di Aceh dan Sumatera Barat Masuk Prioritas Pemulihan 2026

Tekanan Fiskal dan Bencana Beruntun

Menurut Muhidi, selain tekanan fiskal akibat kebijakan efisiensi anggaran pemerintah pusat, Sumatera Barat juga harus menghadapi rangkaian bencana besar yang terjadi pada akhir 2025.

Banjir bandang dan tanah longsor dilaporkan terjadi di 16 kabupaten/kota. Bencana tersebut mencakup 150 kecamatan dan 793 nagari atau desa di provinsi itu.

Dalam rapat yang sama, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 yang memaparkan sejumlah kondisi makro daerah sepanjang tahun tersebut.

Laporan itu juga memuat dinamika kependudukan serta perkembangan kebijakan fiskal yang mempengaruhi kondisi ekonomi daerah.

Baca juga: Mudik Lebaran 2026: 1,88 Juta Warga Sumbar Bergerak

Dinamika Penduduk dan APBD

Berdasarkan data Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK), jumlah penduduk Sumatera Barat pada 2025 mencapai 5.887.418 jiwa. Jumlah tersebut bertambah 67.059 jiwa dibandingkan tahun sebelumnya atau tumbuh sekitar 1,15 persen.

Pertumbuhan penduduk tertinggi tercatat di Kabupaten Kepulauan Mentawai sebesar 2 persen. Setelah itu diikuti Kabupaten Pesisir Selatan sebesar 1,77 persen dan Kabupaten Pasaman Barat sebesar 1,71 persen.

Kabupaten Dharmasraya juga mencatat pertumbuhan penduduk sebesar 1,61 persen.

Dari sisi fiskal, APBD Sumatera Barat 2025 mengalami sejumlah penyesuaian. Total pendapatan daerah setelah perubahan tercatat sekitar Rp 6,26 triliun, sedangkan belanja daerah mencapai sekitar Rp 6,38 triliun.

Penyesuaian tersebut dipengaruhi berbagai faktor, termasuk kebijakan efisiensi anggaran melalui Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 yang berdampak pada transfer ke daerah.

Halaman:


Terkini Lainnya
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Ekbis
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Ekbis
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Ekbis
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Ekbis
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Ekbis
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Energi
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Ekbis
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM  hingga Rp 100 Triliun
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM hingga Rp 100 Triliun
Keuangan
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
Ekbis
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Keuangan
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Energi
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Industri
 KKP Percepat Pembangunan Tambak Udang Terintegrasi di Waingapu
KKP Percepat Pembangunan Tambak Udang Terintegrasi di Waingapu
Ekbis
KA Ciremai Terdampak Longsor di Maswati–Sasaksaat, Seluruh Penumpang Selamat
KA Ciremai Terdampak Longsor di Maswati–Sasaksaat, Seluruh Penumpang Selamat
Ekbis
Cara Cek Sertifikat Tanah Online, Praktis Langsung dari HP
Cara Cek Sertifikat Tanah Online, Praktis Langsung dari HP
Ekbis
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau