JAKARTA, KOMPAS.com — Lonjakan lalu lintas penerbangan pada periode Lebaran 2026 diperkirakan meningkat dibanding hari normal. Di tengah kenaikan trafik tersebut, AirNav Indonesia juga mengingatkan bahaya balon udara liar yang berpotensi mengganggu keselamatan penerbangan.
Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) atau AirNav Indonesia memproyeksikan trafik penerbangan selama musim mudik Lebaran 2026 meningkat sekitar 4,5 persen dibanding periode hari normal.
“Peningkatan pergerakan penerbangan selama musim mudik telah diantisipasi melalui berbagai langkah kesiapan operasional di seluruh unit layanan navigasi penerbangan,” kata Direktur Operasi AirNav Indonesia Setio Anggoro di Jakarta, Senin (16/3/2026).
Baca juga: Soal Balon Udara, Kemenhub Imbau Masyarakat Pahami dan Patuhi Aturan
Setio mengatakan, peningkatan trafik penerbangan saat Lebaran diantisipasi melalui berbagai kesiapan operasional, mulai dari personel hingga fasilitas navigasi penerbangan.
“Kesiapan tersebut mencakup personel operasional, fasilitas navigasi penerbangan, serta penguatan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan penerbangan,” ujarnya.
AirNav memastikan kesiapan dukungan operasional yang mencakup lebih dari 2.800 fasilitas komunikasi, navigasi, surveillance, dan sistem ATC.
Selain itu, lebih dari 1.700 petugas ATC disiagakan di seluruh kantor pelayanan AirNav Indonesia selama periode angkutan Lebaran.
Untuk mendukung kelancaran lalu lintas udara, AirNav juga mengoperasikan Indonesia Network Management Centre (INMC).
INMC merupakan pusat orkestrasi pelayanan navigasi penerbangan nasional yang memantau dan mengoordinasikan operasional penerbangan secara real time di seluruh wilayah udara Indonesia.
Selain petugas ATC, AirNav juga menyiapkan 160 Aeronautical Information Service Officers serta lebih dari 490 Air Communication Officers untuk mendukung operasional navigasi penerbangan selama periode Lebaran 2026.
Baca juga: Mudik Gratis 2026 AirNav Tahap II Segera Dibuka, Cek Cara Daftar, Rute, dan Syaratnya di Sini
Balon udara raksasa yang ditemukan di runway Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang, Minggu (24/5/2020).Dua wilayah yang menjadi perhatian pada momen Lebaran 2026 yakni Wonosobo dan Kota Pekalongan, Jawa Tengah.
Namun, Setio menyebut beberapa wilayah lain juga mulai menunjukkan indikasi aktivitas serupa.
“Kami terus melakukan kampanye keselamatan kepada masyarakat mengenai bahaya balon udara liar bagi penerbangan melalui berbagai media,” jelas Setio.
“Masalah ini tidak serta-merta bisa diselesaikan oleh AirNav sendirian,” lanjut dia.
Ia berharap kesadaran masyarakat terus meningkat agar ruang udara Indonesia tetap aman bagi seluruh penerbangan.
“Kami berharap kesadaran bersama dapat terus meningkat sehingga ruang udara Indonesia tetap aman bagi seluruh penerbangan,” tegasnya.
Baca juga: Terima 40 Laporan Balon Udara Liar Selama Lebaran 2024, AirNav: Jauh Berkurang dari Tahun Lalu
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang