Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Trading Tak Hanya Soal Arah Harga, Biaya Tersembunyi Jadi Penentu

Kompas.com, 19 Maret 2026, 20:20 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Pasar keuangan tidak hanya soal membaca arah harga. Di balik potensi keuntungan yang diharapkan trader, terdapat sejumlah faktor yang kerap luput dari perhatian, salah satunya adalah biaya tersembunyi yang dapat memengaruhi hasil akhir trading.

Selama ini, banyak trader berfokus pada analisis tren, arah pergerakan harga, serta level-level kunci untuk menyusun strategi dan manajemen risiko. Asumsinya, selama arah prediksi tepat, maka keuntungan akan mengikuti.

Namun dalam praktiknya, hasil trading dipengaruhi oleh lebih banyak variabel.

Baca juga: Disiplin dan Strategi Jangka Panjang Kunci Trader Hadapi Volatilitas Pasar

Ilustrasi investor, investasi saham, investor saham.FREEPIK/RAWPIXEL.COM Ilustrasi investor, investasi saham, investor saham.

Setiap transaksi memiliki biaya yang tidak selalu terlihat secara langsung. Mulai dari spread, komisi, kecepatan eksekusi, hingga slippage, seluruhnya berpotensi berdampak pada hasil akhir.

Dalam jangka panjang, faktor-faktor ini bahkan dapat menentukan apakah sebuah strategi tetap efektif atau justru kehilangan keunggulannya.

Client Relationship Manager JustMarkets, Bilal Sharqawi, menegaskan pentingnya memahami komponen biaya tersebut. Menurut dia, trader yang ingin konsisten harus mampu mengidentifikasi dan memperhitungkan seluruh komponen biaya, termasuk yang tidak kasat mata.

“Banyak trader hanya fokus pada biaya yang terlihat seperti komisi dan spread. Padahal, ada faktor lain yang lebih besar pengaruhnya, terutama dari sisi eksekusi dan kondisi pasar,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (19/3/2026).

Baca juga: Bitcoin Anjlok 30 Persen, Banyak Trader yang Terjebak di Posisi Rugi

Biaya tak terlihat yang sering terjadi

Ilustrasi investor.FREEPIK/FREEPIK Ilustrasi investor.

Umumnya, trader hanya menghitung biaya yang bersifat transparan seperti komisi, spread, swap atau biaya menginap, serta biaya pembiayaan. Komponen biaya ini relatif mudah dipahami dan dibandingkan antar broker.

Namun dalam praktiknya, biaya terbesar sering muncul dari dinamika pasar secara real time.

Ketika volatilitas meningkat atau likuiditas menurun, spread dapat melebar, proses eksekusi order melambat, dan harga transaksi berpotensi berbeda dari yang direncanakan sebelumnya.

Kondisi tersebut dikenal sebagai slippage, yakni selisih antara harga yang diharapkan dengan harga aktual saat order dieksekusi. Meski tampak kecil dalam satu transaksi, dampaknya dapat menjadi signifikan apabila terjadi berulang kali.

Baca juga: Transaksi Derivatif Kripto RI Tembus Rp 73,8 T, Perlindungan Trader Jadi Kunci

Selain itu, pada momen rilis data ekonomi atau saat pembukaan pasar, pergerakan harga yang cepat juga dapat menyebabkan order seperti stop loss dan take profit tereksekusi jauh dari level yang telah ditentukan trader.

Dampak jangka panjang terhadap strategi investasi

Bilal menilai, strategi trading jarang gagal hanya karena satu transaksi. Kegagalan justru kerap dipicu oleh akumulasi inefisiensi kecil yang terus terjadi dalam waktu lama.

“Sedikit slippage, spread yang melebar, atau entry yang kurang optimal bisa mengubah hasil secara signifikan dalam jangka panjang,” jelasnya.

Halaman:


Terkini Lainnya
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Ekbis
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Ekbis
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Ekbis
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Ekbis
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Ekbis
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Energi
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Ekbis
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM  hingga Rp 100 Triliun
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM hingga Rp 100 Triliun
Keuangan
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
Ekbis
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Keuangan
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Energi
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Industri
 KKP Percepat Pembangunan Tambak Udang Terintegrasi di Waingapu
KKP Percepat Pembangunan Tambak Udang Terintegrasi di Waingapu
Ekbis
KA Ciremai Terdampak Longsor di Maswati–Sasaksaat, Seluruh Penumpang Selamat
KA Ciremai Terdampak Longsor di Maswati–Sasaksaat, Seluruh Penumpang Selamat
Ekbis
Cara Cek Sertifikat Tanah Online, Praktis Langsung dari HP
Cara Cek Sertifikat Tanah Online, Praktis Langsung dari HP
Ekbis
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau