Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pertamina Siagakan Layanan Antar BBM ke Lokasi Macet Jalur Pantura

Kompas.com, 21 Maret 2026, 22:40 WIB
Yohana Artha Uly,
Erlangga Djumena

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Pertamina (Persero) memastikan pemudik yang melintasi jalur Pantai Utara (Pantura) tak perlu khawatir kehabisan bahan bakar minyak (BBM) di tengah kemacetan.

Perusahaan pelat merah itu menyiagakan layanan antar BBM langsung ke lokasi kendaraan yang terjebak macet selama periode mudik Lebaran 2026.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, mengatakan pihaknya telah memetakan sejumlah titik rawan kemacetan di jalur non-tol Pantura sebagai bagian dari langkah antisipasi lonjakan kendaraan.

"Kami menyiagakan Layanan Motoris atau Pertamina Delivery Service yang siap mengantarkan BBM dalam kemasan langsung ke lokasi kendaraan yang terjebak macet," ujar Baron dalam keterangan tertulis, Sabtu (21/3/2026).

Baca juga: Pertamina Pastikan Stok BBM dan LPG Aman Hingga Arus Balik

Selain layanan antar BBM, Pertamina juga memastikan seluruh infrastruktur energi di sepanjang jalur Pantura dalam kondisi siaga.

Mulai dari Terminal BBM hingga SPBU di jalur kritikal dioperasikan selama 24 jam untuk menjaga ketersediaan pasokan.

Langkah ini dilakukan mengingat jalur Pantura masih menjadi pilihan utama pemudik, khususnya pengguna sepeda motor dan kendaraan roda empat yang tidak melalui jalan tol.

Ia pun mengimbau masyarakat untuk mengisi penuh tangki BBM sebelum perjalanan serta menggunakan energi secara bijak sesuai kebutuhan demi kenyamanan selama mudik.

"Kami berharap masyarakat bijak menggunakan energi, BBM dan elpiji, sesuai kebutuhan," kata Baron.

Tak hanya memastikan pasokan energi, Pertamina juga menghadirkan berbagai layanan tambahan di sejumlah SPBU.

Salah satunya pada SPBU Muri di Tegal, Jawa Tengah, yang memiliki fasilitas lengkap seperti toilet, mushala, kolam renang, penginapan, hingga pusat oleh-oleh yang melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

SPBU ini disebut Muri lantaran pernah masuk Museum Rekor Indonesia (Muri) pada 2008, karena memiliki 107 toilet yang terdiri dari 31 toilet wanita, 11 toilet pria, dan 40 urinoir.

Menurut Baron, berbagai inisiatif tersebut merupakan bagian dari komitmen Pertamina untuk tidak hanya melayani kebutuhan energi masyarakat, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang dilalui jalur mudik.

"Pertamina ingin keberadaan SPBU dan mitra binaan dapat memberikan dampak nyata bagi warga lokal. Ini adalah komitmen kami dalam mendukung pertumbuhan ekonomi inklusif," kata dia.

Di luar SPBU, Pertamina turut menyediakan tempat istirahat bernuansa wisata dan budaya, seperti Danau Cinta Eco Resort di Karawang, Jawa Barat.

Halaman:


Terkini Lainnya
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Ekbis
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Ekbis
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Ekbis
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Ekbis
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Ekbis
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Energi
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Ekbis
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM  hingga Rp 100 Triliun
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM hingga Rp 100 Triliun
Keuangan
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
Ekbis
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Keuangan
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Energi
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Industri
 KKP Percepat Pembangunan Tambak Udang Terintegrasi di Waingapu
KKP Percepat Pembangunan Tambak Udang Terintegrasi di Waingapu
Ekbis
KA Ciremai Terdampak Longsor di Maswati–Sasaksaat, Seluruh Penumpang Selamat
KA Ciremai Terdampak Longsor di Maswati–Sasaksaat, Seluruh Penumpang Selamat
Ekbis
Cara Cek Sertifikat Tanah Online, Praktis Langsung dari HP
Cara Cek Sertifikat Tanah Online, Praktis Langsung dari HP
Ekbis
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau