Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

AS Buka Keran Minyak Iran Sebulan, Pasokan Belum Tentu Mengalir

Kompas.com, 22 Maret 2026, 11:31 WIB
Nur Jamal Shaid

Penulis

KOMPAS.com - Pemerintah Amerika Serikat (AS) membuka kembali akses minyak Iran ke pasar global, tetapi hanya untuk waktu terbatas. Kebijakan ini berlaku sekitar 30 hari dan difokuskan pada minyak yang sudah berada di laut.

Melalui otorisasi Departemen Keuangan AS, minyak mentah Iran yang telah dimuat ke kapal sebelum 20 Maret 2026 kini boleh dijual, dikirim, dan dibongkar hingga 19 April 2026.

Langkah ini diperkirakan dapat membuka akses sekitar 130 juta hingga 140 juta barel minyak ke pasar global, tambahan pasokan yang diharapkan bisa meredakan lonjakan harga energi.

Baca juga: Trump Ultimatum Iran, Harus Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam

Dikutip dari Reuters, Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan kebijakan tersebut ditujukan sebagai solusi cepat untuk menambah suplai energi dunia.

“Pada dasarnya, kita memanfaatkan minyak Iran untuk menekan harga, sambil tetap melanjutkan operasi militer,” ujarnya.

Harga minyak melonjak, pasokan terganggu

Kebijakan ini muncul di tengah lonjakan tajam harga minyak dunia akibat konflik di Timur Tengah yang melibatkan AS, Israel, dan Iran.

Dalam beberapa pekan terakhir, harga minyak naik lebih dari 50 persen hingga menembus 100 dollar AS per barel, tertinggi sejak 2022.

Lonjakan ini dipicu gangguan pada infrastruktur energi dan jalur distribusi utama, terutama Selat Hormuz—jalur vital yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas global.

Gangguan di jalur tersebut membuat pasokan tersendat dan memicu kekhawatiran krisis energi yang lebih luas.

Baca juga: Trump Ancam Caplok Pulau Minyak Kharg, Desak Iran Buka Selat Hormuz

Izin ada, tapi transaksi tersendat

Meski keran pasokan dibuka, realisasi penjualan minyak Iran belum tentu berjalan mulus.

AS tetap membatasi akses Iran ke sistem keuangan internasional. Artinya, pembayaran atas penjualan minyak masih sulit dilakukan, sehingga mengurangi daya tarik transaksi bagi pembeli.

Sejumlah analis menilai, tanpa mekanisme pembayaran yang jelas, kebijakan ini hanya akan berdampak terbatas pada peningkatan ekspor secara nyata.

Ilustrasi kapal tanker. Pemerintah Amerika Serikat (AS) membuka kembali akses minyak Iran ke pasar global, tetapi hanya untuk waktu terbatas. Kebijakan ini berlaku sekitar 30 hari dan difokuskan pada minyak yang sudah berada di laut. Ilustrasi kapal tanker. Pemerintah Amerika Serikat (AS) membuka kembali akses minyak Iran ke pasar global, tetapi hanya untuk waktu terbatas. Kebijakan ini berlaku sekitar 30 hari dan difokuskan pada minyak yang sudah berada di laut.

Asia mulai bergerak

Di tengah keterbatasan itu, pelonggaran sanksi langsung menarik perhatian pasar, terutama di Asia.

Sejumlah kilang di India dan negara Asia lainnya mulai mengevaluasi kemungkinan kembali membeli minyak Iran untuk mengatasi pasokan yang menipis.

Baca juga: Harga Emas Dunia Tersungkur di Tengah Konflik Iran, Ini Penyebabnya

Asia sendiri sangat bergantung pada minyak Timur Tengah, dengan sekitar 60 persen kebutuhannya dipenuhi dari kawasan tersebut.

Halaman:


Terkini Lainnya
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Ekbis
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Ekbis
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Ekbis
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Ekbis
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Ekbis
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Energi
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Ekbis
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM  hingga Rp 100 Triliun
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM hingga Rp 100 Triliun
Keuangan
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
Ekbis
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Keuangan
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Energi
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Industri
 KKP Percepat Pembangunan Tambak Udang Terintegrasi di Waingapu
KKP Percepat Pembangunan Tambak Udang Terintegrasi di Waingapu
Ekbis
KA Ciremai Terdampak Longsor di Maswati–Sasaksaat, Seluruh Penumpang Selamat
KA Ciremai Terdampak Longsor di Maswati–Sasaksaat, Seluruh Penumpang Selamat
Ekbis
Cara Cek Sertifikat Tanah Online, Praktis Langsung dari HP
Cara Cek Sertifikat Tanah Online, Praktis Langsung dari HP
Ekbis
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau