Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

KAI Logistik Angkut 5.740 Ton Barang Selama Ramadan–Lebaran 2026

Kompas.com, 25 Maret 2026, 18:00 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com — PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) mencatat kinerja positif selama periode angkutan Ramadan hingga Idul Fitri 1447 Hijriah dengan total volume pengiriman mencapai 5.740 ton.

Capaian tersebut mencerminkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan logistik yang andal, khususnya dalam mendukung mobilitas barang pada momen Lebaran.

Manager Marketing & Sales Courier KAI Logistik Ayi Suryandi mengungkapkan bahwa selama periode tersebut, layanan KAI Logistik didominasi oleh pengiriman paket.

Baca juga: KAI Logistik Distribusikan 4 Lokomotif Hidrolik untuk Angkutan Lebaran 2026

KAI Logistik melayani pengiriman barang retail pelanggan selama libur panjang Imlek 2026 di salah satu service point.
DOK. KAI LOGISTIK KAI Logistik melayani pengiriman barang retail pelanggan selama libur panjang Imlek 2026 di salah satu service point.

“Selama periode tersebut, layanan KAI Logistik didominasi oleh pengiriman paket yang tercatat lebih dari 275.412 paket, diikuti dengan 13.435 hewan peliharaan serta 9.110 unit sepeda motor. Tingginya angka ini menunjukkan beragam kebutuhan masyarakat yang tidak hanya terbatas pada pengiriman barang, tetapi juga mencakup mobilitas personal dan layanan khusus seperti pengiriman hewan peliharaan,” ujar Ayi dalam siaran pers, Selasa (25/3/2026).

Volume pengiriman tertinggi tercatat pada minggu ketiga Ramadan. Pada periode tersebut, total volume mencapai sekitar 1.600 ton atau setara dengan lebih dari 86.000 pengiriman.

Lonjakan ini menjadi indikasi meningkatnya aktivitas distribusi dan persiapan masyarakat dalam mengelola kebutuhan logistik menjelang hari raya.

Adapun kota-kota dengan tujuan pengiriman tertinggi meliputi Jakarta, Yogyakarta, Solo, Surabaya, Semarang, dan Malang. Wilayah-wilayah tersebut menjadi pusat pergerakan logistik selama periode Lebaran, khususnya di Pulau Jawa.

Baca juga: Jelang Puncak Mudik, Pengiriman Sepeda Motor via KAI Logistik Naik 5 Persen

Selain mencatat volume pengiriman yang tinggi, KAI Logistik juga membukukan tren pertumbuhan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada pekan terakhir Ramadan hingga Idul Fitri tahun ini, volume pengiriman mencapai 95.721 koli barang.

KAI Logistik, anak usaha PT Kereta Api Indonesia (Persero), mengumumkan program bantuan logistik gratis untuk mendukung pemulihan pascabencana di sejumlah wilayah Sumatra. DOK. KAI LOGISTIK KAI Logistik, anak usaha PT Kereta Api Indonesia (Persero), mengumumkan program bantuan logistik gratis untuk mendukung pemulihan pascabencana di sejumlah wilayah Sumatra.

Angka tersebut meningkat sekitar 68 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebanyak 57.143 koli.

Peningkatan ini disebut mencerminkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan logistik KAI Logistik, terutama dalam memenuhi kebutuhan distribusi barang selama momen Lebaran.

Memasuki fase arus balik Lebaran, KAI Logistik menyatakan kesiapan untuk kembali mengoptimalkan layanan distribusi barang.

Baca juga: KAI Logistik Perkuat Distribusi FMCG, Kapasitas Angkut Kontainer Naik Jadi 3.000 TEUs

Menurut Ayi, momentum arus balik tetap menjadi periode penting dalam menjaga kelancaran distribusi, baik untuk kebutuhan individu maupun pelaku usaha.

“Seiring dengan berakhirnya arus mudik dan dimulainya arus balik, KAI Logistik memastikan kesiapan penuh untuk kembali mengoptimalkan layanan mulai hari ini, 25 Maret 2026. Momentum arus balik tetap menjadi periode penting dalam menjaga kelancaran distribusi barang, baik untuk kebutuhan individu maupun pelaku usaha,” kata Ayi.

Dalam menghadapi momentum tersebut, KAI Logistik telah memastikan kesiapan operasional secara menyeluruh. Perseroan melakukan optimalisasi dari sisi sumber daya manusia, sarana dan prasarana, serta sistem layanan guna menjaga kelancaran distribusi.

Langkah kesiapan operasional tersebut antara lain diwujudkan melalui optimalisasi petugas operasional di titik-titik layanan utama, penguatan koordinasi antarwilayah, serta peningkatan pengawasan.

Baca juga: KAI Logistik Bidik Pendapatan Rp 2,47 Triliun di 2026, Naik 119 Persen

Halaman:


Terkini Lainnya
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Ekbis
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Ekbis
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Ekbis
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Ekbis
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Ekbis
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Energi
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Ekbis
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM  hingga Rp 100 Triliun
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM hingga Rp 100 Triliun
Keuangan
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
Ekbis
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Keuangan
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Energi
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Industri
 KKP Percepat Pembangunan Tambak Udang Terintegrasi di Waingapu
KKP Percepat Pembangunan Tambak Udang Terintegrasi di Waingapu
Ekbis
KA Ciremai Terdampak Longsor di Maswati–Sasaksaat, Seluruh Penumpang Selamat
KA Ciremai Terdampak Longsor di Maswati–Sasaksaat, Seluruh Penumpang Selamat
Ekbis
Cara Cek Sertifikat Tanah Online, Praktis Langsung dari HP
Cara Cek Sertifikat Tanah Online, Praktis Langsung dari HP
Ekbis
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau